Dua posting di bawah ini sangat masuk akal. Inti pesannya ada dua : 1) kita perlu mengadakan penghematan; 2) seluruh masalah yang kita kritik merupakan hal-hal yang terkait satu sama lain, tetapi kita melihatnya sepotong-sepotong. Tantangan berikutnya adalah : kebijakan Negara apakah yang perlu dianut agar kedua masalah tersebut bisa diatasi ? Dan tentu saja : pasangan capres-cawapres mana yang paling andal dan layak dipercaya untuk menganut kebijakan Negara yang lebih tepat itu ?
Wassalam, Saafroedin Bahar (L, masuk 72 th, Jakarta) --- On Sun, 6/14/09, Syofiardi BachyulJb <[email protected]> wrote: From: Syofiardi BachyulJb <[email protected]> Subject: [...@ntau-net] Re: Utang Masa Pemerintahan SBY-JK Terbesar To: [email protected] Date: Sunday, June 14, 2009, 6:15 PM Yang perlu kita risaukan adalah kebanggaan daerah mendapat APBD lebih besar setiap tahun. APBD tersebut sebagian besar digunakan untuk belanja aparatur dan proyek yang tidak langsung meningkatkan pendapatan daerah. Ditekennya regulasi menaikkan gaji pendidik, terutama dosen, lebih separoh akan berdampak serius pada pengeluaran. Untuk menutupi semua itu tentu harus dengan utang. Kita semua tentu tahu utang tidak akan membuat negara kita yang kaya, tapi badan internasional atau negara lain tempat kita ngutang. Rakyat suka memilih pemimpin yang suka menghamburkan uang (terutama subsidi langsung, 'bantuan' langsung, dan menaikkan gaji pegawai negeri, atau anggaran sosial dan keagamaan), tapi untuk itu resikonya besar terhadap kekuatan perekonomian kita. Perlu kesadaran bersama untuk berhemat dan berlomba-lomba mencari pemasukan yang besar, bukan pengeluaran yang besar. Jika ini tidak dibangkitkan, bangsa kita tidak akan pernah keluar dari krisis keuangan. Syof (39-) --- On Sun, 14/6/09, chauft <[email protected]> wrote: From: chauft <[email protected]> Subject: [...@ntau-net] Re: Utang Masa Pemerintahan SBY-JK Terbesar To: [email protected] Date: Sunday, 14 June, 2009, 4:58 PM Sebenarnya pertanyaannya adalah apakah kita punya sumber duit lain untuk membiayai pengeluaran pemerintah? Apakah pajak dan pendapatan non pajak lainnya (selain utang) bisa menutupi semua pengeluaran, rutin atau pembangunan? Sri Mulyani sekarang udah usaha untuk meningkatan penerimaan pajak dengan memperluas objek pajak, tapiitu masih sangat kecil relatif dengan pengeluaran. Ambo ndak tau, statistk terakhir dari orang yang punya NPWP, tapi kayaknya ndak jauh dari 10-20% (ini hitungan optimis). Kalo udah, berapa banyak? Alternatif pembiayaan lainnya adalah SUN. SUN itu kan dijual ke publik dengan rate yang kompetitif dengan bond swasta. Atau intinya, yield dan interest rate dari SUN ini masih tinggi. Jadi ini bukan pilihan yang terlalu menarik. Kalo seandainya utang di hilangkan, satu-satunya cara agar dana yang ada cukup untuk membiayai pengeluaran adalah dengan cara menekan pengeluaran. Ntar kalo subsidi dihilangkan, semuanya protes. Ntar kalo BUMN di privatisasi, semuanya protes. Pointnya adalah, kita sekarang sering ngelihat persoalan APBN dengan kerangka berpikirnya masih sangar parsial, akhirnya yah semua kebijakan akhirnya salah. Padahal itu kan semuanya saling berhubungan (utang, pajak, obligasi pemeintah, PNS, subsidi BUMN, privatisasi, etc) :-) Tabik 2009/6/14 Y. Napilus <[email protected]> Nah kalau ini, siapa yang punya peranan paling besar thd hutang ini...? Apakah ini masih dalam rangka mendukung ekonomi kerakyatan...? Mohon pencerahannya krn saya bukan orang keuangan nih...:) Thanks. Get your new Email address! Grab the Email name you've always wanted before someone else does --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ . Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat lain harap mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi/dibanned: - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama - DILARANG: 1. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 2. Posting email besar dari 200KB; 3. One Liner =========================================================== Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
