Pak Asmardi dan Pak Mochtar Naim yth.
Sedikit masalah sejarah Aceh dapat dituncit di 
http://groups.yahoo.com/group/RantauNet/message/48195.
Falsafah budaya selengkapnya adalah "adat bak poteu meureuhom, hukom bak Syiah 
Kuala, kanun bak Putroe Phang, reusam bak lakseumana, adat ngon hukom lagee zat 
ngon sifeut". Falsafah ini dibangun pada masa Iskandar Muda, dan kalau boleh 
saya tafsirkan : adat berada dalam pangkuan pemerintahan (sebenarnya dulu di 
tangan raja, ingat falsafah raja dekat Tuhan jauh), hukum menggunakan syariat 
Islam (dulu ajaran ini dikembangkan oleh ulama Syiah Kuala), peraturan berada 
dalam pangkuan cerdik pandai di bidang hukum (nisbat Putroe Phang istri 
Iskandar Muda adalah wanita bijak bestari), ilmu pengetahuan dalam pangkuan 
cendekiawan, ketentuan perang berada di tangan panglima, serta adat dan hukum 
bagaikan zat dan sifat
Beberapa ikhtiar yang dapat kita lakukan untuk pengembangan abssbk ini adalah 
melalui perbaikan Perda Tanah Ulayat dan Perda Pemerintahan Nagari, dan untuk 
yang terakhir ini akan saya coba ulas beberapa waktu ke depan.
Baitu nan samantaro ambo sarankan.
 
Wassalam,
-datuk endang
 

--- On Mon, 6/22/09, Mochtar Naim <[email protected]> wrote:


Ma Dt Endang,

   Nan paralu awak bedakan atau sekaligus pisahkan adolah antaro idee/cita dan 
praktek pengamalan. Sabalun awak marisaukan praktek pengamalannyo nan bisa 
manyimpang kian kamari, dan ndak pulo sejalan dengan ide atau cita ideal dari 
konsep ABS-SBK itu sendiri, pertamo-tamo nan paralu diduduakkan dan disepakati 
basamo terlebih dahulu adolah tentang konsep/idee/cita idealnya itu. Kalau iko 
lah duduak, kok bulek lah buliah digolongkan, kok picak lah buliah dilayangkan, 
baru awak mancaliak, dan kalau paralu mandisain baa caro sarancaknyo konsep iko 
dipraktek/diamalkan dalam konteks kekinian awak caro ba Minangkabau dan ba 
Sumatera Barat, sampaipun dalam wadah NKRI kini ko. 
   Co lah Dt garih-garihkan pulo baa sarancaknyo prinsip ABS-SBK ko, kalau lah 
disepakati untuak dipraktekkan sacara empirikal di bumi Sumatera Barat tu, 
untuak diterapkan dalam berbagai aspek kehidupan sosial-ekonomi-politik-budaya, 
dsb tu.
   Ambo tunggu dari Dt dan kawan2 lain sadonyo. MN  



      
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
===========================================================
Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] 
Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke