Assalamu'alaikum Wr,Wb

Ya , kita semua berharap Pemimpin 2 kita tidak usah terlalu mengobral janji , 
buktikan dengan kerja yang baik dan menelurkan hasil yang baik pula, terutama 
dalam menstabilkan EKONOMI .
Uni agak risi tu dengan yg namanya TALK MORE  , kalau DO MORE  ya memang harus.
dengan senyum manis dan memberikan hasil yang bagus ,dengan kerja keras 
tentunya  membuat hati kita akan selalu damai.

Wassalam

Dewi Mutiara.

--- On Mon, 6/29/09, Jupardi <[email protected]> wrote:

From: Jupardi <[email protected]>
Subject: [...@ntau-net] "TALK MORE, DO MORE"  ..By : Jepe
To: [email protected], [email protected]
Cc: [email protected]
Date: Monday, June 29, 2009, 4:16 AM




 
 

 

 

 







“TALK
MORE, DO MORE” 

By :
Jepe 

   

Ungkapan  TALK LESS, DO
MORE tentu tidak asing lagi kita saksikan disepanjang jalan protokol kota-kota
besar di Indonesia 
yang terpajang megah di billboard dan baliho dalam sebuah iklan rokok yang
berkadar nikotin rendah. Jika saya artikan secara bebas ungkapan ini kira-kira
begini, ibaratnya seorang petani yang bekerja di sawah dan ladang dengan
senjatanya berupa cangkul tentu dia lebih banyak bekerja (do more) dari pada
berbicara (Talk Less) atau bisa juga disitilahkan kondisi bekerja seperti ini
disebut BANTING TULANG 

   

Lalu saya coba putar
ungkapan iklan rokok tersebut menjadi  TALK MORE, DO LESS tentunya kebalikan
dari arti yang diatas, jika saya terjemahkan secara terjun bebas
“suka-suka” ini lebih kepada  pekerjaan yang banyak bicara (Talk
More) dan sedikit bekerja (Do Less) maka bisa juga pekerjaan yang lebih kepada
“BANTING MULUT”. Dijaman sekarang banyak juga orang sukses bekerja
dengan mengandal “banting mulut” nya sebut saja salah seorang teman
saya yang sedang menuju sukses mencari penghasilan di sebuah MLM yang
mengglobal (dikenal dengan Income passive) begitu gigih dan hebatnya Ia 
sehari-hari
membanting mulut meyakinkan orang-orang agar bergabung ikut dalam MLM yang
beberapa bulan belakang Ia bergabung.  

   

Kawan saya ini memang
berbakat sebagai motivator untuk memotivasi orang, begitu lincahnya dia
membanting mulut bercerita apa dan bagaimana tentang MLM tempat dia bergabung,
tiada hari tanpa seminar motivasi dalam memprospek downlinenya. Jika kawan saya
ini mulai banting mulut serasa segala kesuksesan hidup didunia berlimpah harta
dan materi didepan mata, hebat memang cara-cara dia memotivasi orang mulai dari
bahasa verbalnya yang berintonasi naik turun dengan segala kata-kata bijak dan
peribahasa menuju sukses diselingi dengan humor ringan sampai bahasa tubuhnya
yang menarik. 

   

Salah satu kata bijaknya
pada saya ketika orang yang diprospeknya banyak alasan tidak mau ikut mulai
dari “tidak ada waktu, belumlah,  nanti-nanti
saja lihat dulu, belum ada duit, nggak bakat dalam bisnis MLM ini”i
dan berbagai alasan untuk menolak bergabung dibawahnya, kawan saya ini terus
mengejar dan memotivasi “yang banyak alasan ini” disinilah sebuah
tantangan bagi kawan saya , begini katanya pada saya 

   

“Jepe,   kalau hati
sudah tak kuat, tidak punya motivasi menjadi sukses, pemalas,  begitu mudah
mendapatkan 1001 alasan untuk tak berbuat tapi  kalau hati sudah mau, tekad
sudah bulat untuk  menjadi sukses ada 1002 alasan untuk tetap maju.” 

   

Begitulah kawan saya yang pintar
“banting mulut” ini dalam menjalankan sebuah MLM yang cukup
terkenal dan menglobal, atas jerih payahnya hanya dalam waktu 3 bulan dia telah
meraih bintang enam (bulan depan mungkin bintang tujuh) sesuatu pencapaian yang
luar biasa mengingat begitu ketatnya persaingan dalam bisnis ini dengan
berbagai model, belum lagi persaingan secara internal dalam satu wadah MLM yang
sama,  rasa-rasanya prestasi kerja “banting mulut” kawan saya ini
cukup melejit bak meteor dari rata-rata kebanyakan orang-orang yang bergabung
waktu yang sama dengannya. 

   

Talk More atau
Banting Mulut, tentunya  sekarang begitu semarak dilakukan oleh
ketiga calon dan calon wakil Presiden kita bersama tim suksesnya. Hari-hari
mata dan telinga kita terutama dilayar kaca menyaksikan “banting
mulut” yang dilakukan oleh calon pemimpin bangsa ini untuk
 lima tahun kedepan.
Berbagai janji dan harapan terlontar dari mulut mereka semuanya begitu manis
dan menjanjikan hidup dinegara ini lebih sejahtera, aman, damai, taat hukum,
bebas KKN atau dikenal dengan slogan yang cukup membumi dinegeri ini
“Gemah Ripah Loh Jinawi”. 

   

Tentunya kita berharap sekali
setelah terpilih dan duduk salah satunya dari ketiga pasangan Ca dan Cawapres ,
mereka lebih banyak bekerja buat kepentingan seluruh lapisan masyarakat untuk
mencapai taraf hidup yang lebih baik dan sejahtera disegala bidang (Do More) 
sesuai dengan segala janji-janji
mereka ketika banting mulut (Talk More)
saat masa kampanye. Jika janji tinggal janji saat masa kampanye  dengan  hanya
bermodal “banting mulut” tapi setelah terpilih tidak melakukan
apa-apa (Do Less) maka dia akan
menjadi No Action Talking Only (NATO)
atau  memang bisanya  banting mulut alias ngomong
doang.  

   

Mari kita berharap lagi agar presiden
dan wakil presiden yang terpilih nanti memimpin bangsa lima tahun kedepan
disamping juga bisa memotivasi segenap lapisan masyarakat dilevel manapun
mereka berada dengan bakat mereka yang mumpuni dalam “banting mulut (Talk More)”
tentunya pemimpin ini mau bekerja keras dengan mengerahkan
segala kemampuan fisik dan pikirannya berbuat yang terbaik bagi seluruh
masyarakat, nusa dan bangsa dengan  bertindak nyata “banting tulang (Do
More)” 

   

So ..TALK MORE..DO MORE  begitulah
kondisi yang kita inginkan buat Presiden dan Wakil Presiden kita untuk memimpin
negeri ini lima 
tahun kedepan. 

   

*** 

Pekanbaru, 29 Juni 2009/
(Counting Days) 

   







 






      
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
===========================================================
Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] 
Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke