Selasa, 30 June 2009

Sanitasi 7 Kota di Sumbar Buruk


PADANG, SINGGALANG --Limbah sanitasi 330 kota di Indonesia sangat kritis
alias buruk. Tujuh kota di antaranya terdapat di Sumbar. Akibat buruknya
sanitasi, Indonesia kehilangan Rp58 triliun setiap tahunnya. 
Tujuh kota dengan sanitasi kritis di Sumbar, antara lain Solok,
Pariaman, Sawahlunto dan beberapa kota lainnya. Sedangkan Padang dan
Bukittinggi sudah menjalankan program sanitasi yang dinilai baik. 
"Ratusan kota yang belum memiliki sanitasi yang baik itu diberi target
memperbaiki hingga tahun 2014. Sebab pengelolaan sanitasi sekarang
termasuk dalam program nasional," kata Ketua Tim Menejer Indonesia
Sanitasion Sectoe Development Progam (ISSDP), Syarif Puradimadja kepada
wartawan usai rapat penyususnan kerangka kerja dan strategi umum tim
komunikasi kelompok kerja (Pokja) Sumbar, di salah satu hotel berbintang
di Padang, Senin (29/6).
Dikatakan, dari 330 kota dengan sanitasi buruk itu, dikelompokkan dalam
tiga kriteria. 262 kota merupakan kirisis karena masalah air limbah,
selebihnya karena ketiadaan pengleolaan sampah yang baik dan drainase
kota yang kritis. 
Berdasarkan study survey  lembaga dunia, Indonesia kehilangan sekitar
Rp58 triliun/tahun, akibat dampak buruknya sanitasi. Sebab sanitasi yang
buruk itu menimbulkan beragam efek, seperti penyakit bagi masyarakat.
Seperti diare yang menyebabkan 100 ribu anak meninggal dunia setiap
tahunnya .
Buruknya sanitasi di pelbagai kota, belum diiring dengan anggaran
pembangunan sanitasi yang maksimal. Di masing-masing kabupaten kota di
berbagai provinsi, hanya menganggarkan dana pembangunan sanitasi sekitar
2 persen dari APBD. Sedangkan dalam kurun waktu 30 tahun terakhir,
pemerintah hanya menyediakan dana sekitar 820 juta dolar Amerika, untuk
sanitasi. Atau sekitar Rp200/orang/tahun.
"Dana tersebut sangat jauh dari harapan. Sedangkan dana yang dibutuhkan
tiap tahunya Rp47 ribu/orang," sebut Syarif.
Menurutnya, dana yang dianggarkan pemerintah untuk sanitasi memang
sangat minim, jika dibanding dengan anggaran sektor air bersih, yang
besarnya lebih dari Rp6 miliar dolar Amerika, untuk priode yang sama.
Padahal kedua sektor tersebut memiliki ketergantungan yang erat. 
Selain sanitasi yang buruk, 100 kota di Indonesia juga tergenang banjir
setiap tahunnya. Padang termasuk kota yang selalu digenangi air. Hal itu
dinilai kritis dan pengelolaannya harus selesai pada 2014 mendatang. 
"Dengan adanya pengelolaan sanitasi yang baik, diharapkan mampu
mengurangi angka kemiskinan. Sebab jika sanitasi baik, otomastis
mengurangi pengeluaran keuangan karena penyakit yang ditimbulkan
sanitasi buruk," jelas Syarif.
Tapi katanya, penurunan angka kemiskinan itu tidak bisa dilaksanakan
secara langsung. Karena masih rendahnya anggaran yang tersedia di
berbagai daerah. Di Sumbar, daerah yang memiliki sanitasi bagus adalah
Kota Payakumbuh. Kota galamai tersebut menjadi salah satu contoh bagi
kota-kota lainnya di tingkat nasional. Hal itu bisa tercipta karena
tingginya keinginan pemerintahnya, untuk menciptakan lingkungan yang
bersih dan sehat bagi masyarakatnya. 
Masalah sanitasi dulunya kata Syarif, memang menjadi tanggung jawab
pribadi. Tapi sekarang masalah sanitasi merupakan tanggung jawab
bersama, mulai dari masyarakat, pemerintah, pihak swasta dan lainnya.
(107)

http://www.hariansinggalang.co.id/index.php?mod=detail_berita.php&id=228
8

 


The above message is for the intended recipient only and may contain 
confidential information and/or may be subject to legal privilege. If you are 
not the intended recipient, you are hereby notified that any dissemination, 
distribution, or copying of this message, or any attachment, is strictly 
prohibited. If it has reached you in error please inform us immediately by 
reply e-mail or telephone, reversing the charge if necessary. Please delete the 
message and the reply (if it contains the original message) thereafter. Thank 
you.

--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
===========================================================
Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] 
Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke