"Tema itu diambil dari salah satu tradisi kebudayaan Indonesia yakni tanah 
Minangkabau"

"film ini memamerkan kecantikan alam Bukit Tinggi.Ngarai Sihanouk yang terkenal 
dan perkampungan khas Minang yang cantik penuh warna"

Mudah2-an bisa jadi media promosi wisata minangkabau.

wassalam,
harman st. idris - Koto (36th)

Silat Harimau dalam Aksi Layar Lebar  
Thursday, 02 July 2009  

SEBUAH film action akan meramaikan wajah perfilman Indonesia saat 
ini.Dilatarbelakangi kebudayaan Minangkabau,film Merantau,dijagokan bisa 
mengangkat kembali pamor ilmu silat,sebagai ilmu bela diri asli Indonesia.

Seperti apa bentuknya? Sesuai judulnya, film Merantau mengambil tema cerita 
tentang merantau. Tema itu diambil dari salah satu tradisi kebudayaan Indonesia 
yakni tanah Minangkabau. Dalam tradisi itu, seorang anak lelaki yang cukup 
umur, harus pergi dari kampung halamannya. Sebelum meninggalkan kampungnya 
tersebut,biasanya mereka dibekali ilmu bela diri yang disebut Silat Harimau. 

Tradisi Minang inilah yang melatarbelakangi sebagian besar ide cerita dalam 
film karya sutradara Gareth Evans yang berkebangsaan Inggris ini.Film produksi 
Merantau Films itu digarap secara serius melalui riset panjang, dan diharapkan 
bisa melahirkan ikon jagoan baru di Asia melalui sebuah film bergenre 
action.”Film silat zaman dulu, ketinggalan zaman. Gengsi silat di zaman ini 
juga kurang. Selama bertahun-tahun ini tidakadasosokherountukanak- anak dan 
remaja.

Sosok hero yang dimaksudkan bukan hanya dalam film, juga kehidupan 
sehari-hari,” tutur produser Merantau Films Ario Sagantoro kala bertandang ke 
kantor redaksi Harian Seputar Indonesia, beberapa waktu lalu. Sosok yang 
diusung bakal menjadi hero atau tokoh panutan adalah Yuda. Diperankan oleh Iko 
Uwais, pria berdarah Betawi ini memang pesilat sungguhan.Murid perguruan Silat 
Tiga Berantai ini sudah sering melakukan ekshibisi ke luar negeri. Ihwal 
pertemuan Iko dan Gareth adalah saat mereka terlibat sebuah proyek film 
dokumenter tentang martial art bertajuk Land of Moving Shadows.

 ”Saya dan Christine Hakim membuat sebuah film dokumenter. Kami menonton 
beberapa siswa perguruan silat berlatih, Iko salah satunya. Secara tidak 
sengaja, ada banyak adegan Iko yang terekam. Setelah proyek film dokumenter 
itu, kami tetap berhubungan, dan sedikit banyak karakter Yuda bertumbuh bersama 
dengan keterlibatan Iko,”tutur Gareth. Bagi Gareth pribadi,menyutradarai film 
Indonesia bukan masalah besar.Karena pada intinya, dia mencintai martial art. 

Salah satunya silat. Hal ini menjadi sangat menarik ketika kemudian 
“dikawinkan” dengan kebudayaan Minangkabau. ”Saya sendiri datang dari United 
Kingdom (UK),tidak memiliki dasar ilmu silat,namun ada ketertarikan dalam diri 
saya untuk mengenal budaya orang lain.Menjadi bagian dari kultur dengan masuk 
ke dalam cerita itu, lantas melakukan persiapan yang matang dalam segi 
action-nya,”imbuh Gareth. Sejauh ini film Merantausudah dijadwalkan untuk 
menutup Pusan International Film Festival dan membuka ajang Jogja Netpac Asian 
Film Festival. 

”Film ini juga akan didistribusikan ke pasar internasional, Hong Kong,Amerika 
Utara, dan lain-lainnya.Juga kami bawa ke Cannes,”ungkap Ario Sagantoro. Budaya 
Minang begitu menarik bagi beberapa sineas. Sebut saja Riri Riza yang 
mengangkat tema Minang dalam film Eliana-Eliana. Namun, dalam film itu, Riri 
hanya menitikberatkan pada hubungan anak perempuan dan ibunya. Sedangkan film 
Indonesia yang menawarkan tokoh hero belum banyak.

 Tema film drama,cinta,horor, komedi masih sangat mendominasi. Baru dalam 
beberapa bulan terakhir, muncul film-film inspiratif tentang sosok-sosok 
berprestasi seperti pebulu tangkis Liem Swie King dalam film King, atau mimpi 
anak-anak Indonesia dalam film Laskar Pelangi, juga film Garuda di Dadaku. 
Kehadiran film Merantau dalam dunia film hendaknya menjadi sebuah warna 
baru,breaktroughdalam industri film Indonesia. Beberapa tahun lalu ada film 
Badwolves karya Richard Buntario yang disebut mengambil genre action.Kemudian 
ada juga film 9 Naga yang memaparkan kehidupan seorang pembunuh bayaran, 
bergenre drama action.

Namun baru kali ini film Merantau hadir sebagai film dominasi actiondengan 
sentuhan drama. Dalam penggarapan film Merantauini, Ario mengaku,pihaknya telah 
melakukan serangkaian proses dan digarap dengan serius.”Persiapan koreografi 
dan kesiapan pemain saja, memakan waktu enam bulan. Jangka waktu cukup lama 
dari proses praproduksi, produksi dan pascaproduksi,”kata Ario. Iko menanggapi 
positif karakter Yuda tersebut.Pengalaman pertama sebagai aktor tidak begitu 
sulit karena dia memiliki latar belakang silat yang kuat.Berbicara tentang 
silat, Iko merasa yakin olahraga bela diri ini bisa kembali digemari kaum muda. 

Film Merantau diperkuat dengan akting bintang senior Christine Hakim,pendatang 
baru Donny Alamsyah, Sisca Jessica, Alex Abbad, dua aktor asing Mads Koudal dan 
Lauren Lohan Buson. Selain menampilkan jurus-jurus silat apik, film ini 
memamerkan kecantikan alam Bukit Tinggi.Ngarai Sihanouk yang terkenal dan 
perkampungan khas Minang yang cantik penuh warna. Eksotika Kota Jakarta 
diangkat dalam sisi gelap Go Go Dance Club yang kemudian menjurus pada 
petualangan Yuda menyelamatkan kehidupannya di perantauan itu. Diyakini, film 
ini akan diapresiasi masyarakat karena pemilihan tema yang unik namun tetap 
membumi. Lagi pula penonton Indonesia sudah kian cerdas untuk memilih tontonan 
berkualitas. Film Merantau akan dirilis pada bulan Agustus mendatang.(johana 
purba)


      

--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
===========================================================
Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] 
Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke