assalamu'alaikum ..mamak sarato bundo kanduang nan ambo hormati..sakalian 
dunsanak kasadonyo..manyambuang pamaparan nan alah disampaian dek uni zaibah 
(maaf kalau salah..maklumlah alah lamo indak aktif di milis ko), ambo ado pulo 
saketek pandapek tentang debat capres 
kapatang...================================================Debat Capres Final

Usai sudah 3 kali debat capres dan 2 kali debat cawapres yang diadakan oleh 
KPU. Debat terakhir yang barusan disiarkan oleh RCTI konon disaksikan kurang 
lebih 80-an juta rakyat Indonesia di seluruh nusantara, mendekati setengah 
pemilih yang terdaftar di DPT (170-an juta).

Debat terbuka antara para kandidat hanyalah rangkaian dari kampanye yang telah 
berjalan satu bulan ini.  Telah banyak janji diberikan. Ratusan bahkan ribuan 
iklan menjejali media, sebagai bagian pencitraan masing-masing calon.

Kita telah melihat bagaimana kapabilitas, dan juga sepak terjang 
Capres-Cawapres beserta team suksesnya. Janji demi janji telah diumbar sampai 
kampanye hitampun dilakukan. Dari isu rasial, agama, sampai masalah 
gambaran-gambaran keberhasilan semu penuh penipuan.

Arena politik, memang arena para politisi untuk merebut dukungan rakyat. Ketika 
cara-cara baik tidak cukup, maka pembohongan publikpun dilakukan. Sebagaimana 
yang dikatakan oleh Pak Ganjar Pranowo, ketika KPK dinilai sukses oleh banyak 
pihak, SBY mengklaim sebagai keberhasilan pemerintah. Tapi ketika DPT menjadi 
persoalan serius Pemilu, SBY mengatakan itu adalah urusan KPU.

Beberapa minggu belakangan masyarakat dijejali iklan “satu putaran saja”. Jelas 
gambar SBY-Boediono dengan slogan “Lanjutkan” terpampang dalam iklan itu. Tapi 
kenapa SBY tidak mengakui itu adalah iklannya?? Pembohongan macam apa ini.

Tepatlah apa yang disampaikan Sujiwo Tedjo, “Kalau masyarakat tidak munafik 
akan mendapat pemimpin tak munafik”. Waktu tinggal 6 hari lagi. Masih ada waktu 
untuk berpikir dan menentukan mana pemimpin yang terbaik. Janganlah hanya 
terpesona dengan wajah memelas dan pesona kewibawaan. Karena hal-hal yang 
artifisial tidak akan berguna untuk kemajuan bangsa ini.

http://grelovejogja.wordpress.com/2009/07/02/debat-capres-final/====================================================Masalah
 Etis dalam Debat Capres

“Menurut Tifatul, penampilan JK tergolong bagus, tetapi JK terlihat terlalu 
ambisius. Apalagi, di tengah kultur masyarakat yang belum terbiasa dengan 
kebiasaan menyanggah orang di depan umum.” (Kompas Online 2 Juli 2009)

Ada yang menarik mencermati kutipan di atas. Ungkapan ini beredar pada arena 
perdebatan etis atau tidak etis. Ada 2 tafsiran dari apa yang diungkapkan oleh 
Tifatul:
Menyanggah orang di depan umum adalah perbuatan yang tidak etis.
Mengeneralisasi bahwa masyarakat Indonesia belum terbiasa dengan kebiasaan 
menyanggah orang di depan umum.

Hal pertama, Tifatul hendak memadamkan keunggulan JK yang berani berinisiatif 
membuka perdebatan dengan melandaskan kepada adat istiadat masyarakat 
Indonesia. Dalam hal ini ada konteks yang dilupakan oleh Tifatul. Acara yang 
sedang berlangsung adalah “Debat”. Dalam debat tentu ada momen saling kritik di 
antara orang yang berdebat. Tentu aneh jika judul yang diangkat adalah “Debat 
Capres” tapi yang terjadi hanya suasana adem ayem saling setuju. Yang kedua, 
kenapa dalam kampanye-kampanye internal dan juga pemberitaan media yang 
menampilkan bukan lagi debat, tapi cercaan, hinaan, dan celaan antar kandidat 
termasuk yang dilakukan oleh team sukses SBY, tidak dikatakan sebagai hal yang 
tidak etis? Mengapa dibuat parameter yang berbeda? Padahal iklan, press rilis 
dan debat adalah bagian dari kampanye.

Kedua tentang pernyataan ” masyarakat Indonesia belum terbiasa dengan kebiasaan 
menyanggah orang di depan umum”. Pandangan ini selalu menyandarkan pada 
adagium, “kita adalah bangsa timur yang mengedepankan sopan-santun dan 
kelembutan tutur bicara”. Apakah memang benar demikian? Sejak era reformasi, 
setiap orang bebas berbicara. Sanggahan dan kritik telah menghiasi setiap 
diskusi dan berita di media. Apakah memang masyarakat kita masih bermental 
feodal. Yang membungkam mulut meski telah ditindas dan dizalimi oleh penguasa?

Lagi-lagi pencitraan sebagai pihak yang diserang dan dirugikan, menjadi senjata 
team sukses SBY. Dan pernyataan Tifatul adalah bagian dari strategi ini. Sudah 
saatnya rakyat tidak dikibuli dengan tampan memelas dan berlagak kasihan, 
sementara kebijakan yang diambil menyengsarakan rakyat. Bak pepatah melayu 
“lebih baik berpahit-pahit di awal, sehingga sama-sama enak di akhir. Daripada 
bermuka manis di depan, tapi menikam di belakang.

Waktu semakin dekat. Tinggal 6 hari lagi menuju pilpres 2009. Pilihan harus 
dimatangkan. Jangan hanya terpukau oleh hal-hal artifisial. Saatnya memilih 
dengan cerdas sebagaimana yang disampaikan oleh 
KPU.http://grelovejogja.wordpress.com/2009/07/02/masalah-etis-dalam-debat-capres/======================================================ttdanggun
 gunawanmahasiswa s1 filsafat ugmasrama mahasiswa sumatera barat "merapi 
singgalang"jogjakarta...http://anggun.cjb.net


--- On Thu, 7/2/09, [email protected] <[email protected]> wrote:

From: [email protected] <[email protected]>
Subject: [...@ntau-net] DEBAT CAPRES
To: [email protected]
Date: Thursday, July 2, 2009, 4:07 PM







Kalau dicaliak debat capres kasadonyo, smakin nampak sia nan
bisa berjiwa demokrasi dan sia nan sombong, sia nan bana2 punyo niek baik untuk
bangsa,  sia nan konsisten dengan kata
dan perbuatan, si nan sabana pimpinan berjiwa muslimdan sia nan paliang cerdas. 

1.     Berjiwa
Demokrasi 

Tampak
jaleh dari perdebatan tadi malam capres nan ma yang saling menghargai pandapek
nan lain dan bisa manarimo kritik dg menyampaikan alternatif jalan keluar. Dan
barani pulo mangakui kekukrangan dan manyampaikan kebenaran. 

2.    
Indak Sombong 

Tampak  calon yang pandai mangaritik, tapi indak
namuah introspeksi diri. Maraso dirikolah nan ka manang. 

   

3.    
Niek Baiak Untuak Bangsa 

Dari tigo capres itu kalau kalah ado
yang tetap mengabdi untuak bangsa dan ado nan mangabdi untuak kampuangnyo.
Disiko nampak nan ma capres nan sabana baniek baik untuak bangsa. 

   

4.    
Konsisten Kato jo Perbuatan 

Kalo dicaliak kampanye2 capres
ampia sadonyo manyatokan harus baimek jo pitihko, tapi kapatang tuh adolo calon
nan pantiang demokrasi, bialah banyak abih pitih .  Nan jaleh kalo banyak pitih 
bangso ko kalua,
nan ka miskin tambah miskin inyo nan kayo tantu aman nan paralu bisa bakuaso.
Padohal pitih itu kalo diimek kan bisa digunakan untuak mangurangi kemiskinan. 

   

5.     Berjiwa
Muslim 

Dari  tigo capres itu
samakin jaleh sia nan bisa dikatokan sebagai pemimpin muslim.  Kato sasuai 
dengan perbuatan, Slalu
menyatokan ALLAH lah yang manantukan sadonyo oleh krn itu harus dengan RIDONYA,
 

6.     Cerdas 

Semakin jaleh dari tigo capres tu, sia nan cerdas, dan sia
nan selalu kato dan perbuatannyo disampaikan dengan sistematis, taktis dan
strategis, sahinggo  tampak jaleh nan
ma  nan alah punyo konsep yang matang
dalam mambangun bangsa bukan mambangun daerahnyo sajo 

   

Kini tingga kito nan bisa manilai dengan kecerdasan dan nurani
masiang2 dan kamudian kito tantu akan mamiliah capres yang batuah2 demokrasi, 
indak
sombong,  batuah2 punyo niek baiak ntuak
bangso, konsisten ,sasuai kato jo perbuatan,  berjiwa muslim 
dan cerdas. 



        Akses email lebih cepat. 
 Yahoo! menyarankan Anda meng-upgrade browser ke Internet Explorer 8 baru yang 
dioptimalkan untuk Yahoo! Dapatkan di sini! (Gratis)







      
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
===========================================================
Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] 
Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke