Saya setuju dengan analisis Dr. Yesi Elsandra., SE, MSi di bawah ini. Tentu bisa kita telaah lagi, faktor apa yang menyebabkan JK terlambat membangun citra dan 'political marketing' itu. Menurut penglihatan saya, karena semula beliau beranggapan bahwa 'duet'-nya dengan SBY bisa berlanjut. Tapi, ya sudah, semua sudah jadi sejarah. Jika diinginkan, masih ada kesempatan lagi tahun 2014 yang akan datang, dengan lawan -- mungkin -- Prabowo. SBY pasti tak boleh mencalonkan diri lagi, karena sudah dua kali masa jabatan..
Wassalam, Saafroedin Bahar (L, masuk 72 th, Jakarta) --- On Wed, 7/8/09, Yesi Elsandra <[email protected]> wrote: From: Yesi Elsandra <[email protected]> Subject: [...@ntau-net] JK Terlambat Membangun Citra dan Political Marketing To: [email protected] Date: Wednesday, July 8, 2009, 10:09 PM JK Terlambat Membangun Citra dan Political Marketing Kita baru saja melaksanakan hajatan besar yaitu pemilihan presiden dan wakil presiden. Berdasarkan perhitungan cepat (quick count) beberapa lembaga survey menempatkan SBY-Budiono sebagai pemenang. Perolehan suara SBY-Boediono di atas 50%. Walau hasil ini belum bisa dijadikan patokan tetapi biasanya hasil quick count tidak akan berbeda jauh dengan hasil perhitungan KPU seperti pada pemilu legislatif bulan April lalu. Perolehan suara SBY-Boediono tidaklah mengejutkan. Banyak pihak telah memprediksi kemenangannya. Siapapun calon yang akan disuntingnnya banyak pihak yakin SBY tetap akan menang. Selain didukung oleh 21 partai politik, citra SBY dinilai dominan menentukan sikap pemilih. Ia berhasil menciptkan konstituen yang loyal berkat kepiawaiannya mempraktekkan political marketing. Dalam political marketing salah satu variabel yang penting untuk diperhatikan adalah produk yang ditawarkan kandidat. Berbeda dengan produk dalam pemasaran bisnis, produk dalam political marketing menurut Niffenegger (1989) adalah pertama, platform candidate, yaitu berisi konsep, identitas ideologi dan program kerja kandidat. Kedua, past record, biasanya memuat apa saja yang telah dilakukan oleh kandidat dimasa lalu. Kinerja kandidat dimasa lalu sangat menentukan keberhasilan kandidat menjual produknya kepada masyarakat. Ketiga, personal character, karakter kandidat akan memberikan citra, simbol dan kredibilitasnya. Produk SBY tampaknya lebih diminati oleh masyarakat Indonesia. SBY mampu menciptakan positioning sebagai pribadi yang religius-nasionalis. Hal ini dapat kita lihat dari pidato-pidato maupun iklan-iklannya di media. Hasil kerja SBY selama 5 tahun lalu walau masih ada kekuarangan tetapi tidak terlalu mengecewakan. Begitupun karakternya, ia memiliki citra yang sangat baik, citra ini mampu ia pertahankan. Bagaimana dengan Mega dan JK? Jika digabungkan perolehan suara pemilu legislatif antara PDIP dan Gerindra jumlahnya sekitar 18-19%. Berdasarkan hasil quick count beberapa lembaga survei perolehan suara Mega pada pilpres kali ini mencapai lebih dari 26%. Itu artinya pendukung Mega meningkat. Dari mana peningkatan suara ini? Seharusnya JK memperoleh suara tidak kurang dari 19%-20% yang berasal dari pengabungan suara Golkar dan Hanura pada pileg bulan April 2009. Tetapi kenyataanya (lagi-lagi berdasrkan hasil quick count) hanya berkisar 12%-13% saja. Kenapa suara partai Golkar dan partai Hanura tidak semua pergi ke JK? Dan kemana hilangnya suara ini? Bisa jadi suara mereka berpindah ke Mega. Keberhasilan SBY memenangkan pilpres mungkin bukan sebuah kejutan.Yang mengejutkan adalah rendahnya perolehan JK dibanding Mega. Secara hitung-hitungan seharusnya suara JK lebih besar dari Mega. Apalagi ditingrai ada pendukung SBY yang mengalihkan dukungan kepada JK. Citra kandidat ternyata sangat menentukan pilihan rakyat. JK terlambat membangun citranya. Jika ingin memenangkan sebuah kompetisi apakah itu pileg, pilpres atau pilkada seorang kandidat seharusnya sudah membangun citranya jauh sebelum kompetisi itu dimulai. Kepastian JK mengajukan diri menjadi presiden paling lambat dibandingkan SBY dan Mega. Jabatan sebagai wakil preiden 5 tahun kemaren belum sempurna mengangkat citra JK. Termasuk iklan-iklannya yang selama ini cukup edukatif dan juga debat-debat yang menunjukkan JK seorang yang cerdas belum bisa secepat kilat mengubah pilihan konstituen Indonesia. Jika JK mengibarkan bendrera capres dan mempraktekkan political marketing jauh sebelum pileg mungkin hasil pemilu kali ini akan berbeda. Karena secara kualitas JK tidak kalah dengan SBY. Hanya saja ketokohan dan citra JK belum menyebar ke seluruh lapisan masyarakat Indonesia. Hasil pilpres ini setidaknya bisa menjadi ”spion” bagi mereka yang ingin berkompetisi memperebutkan kursi gubernur Sumbar yang tidak lama lagi juga akan digelar. Jika ingin serius menjadi kandidat cagub ada baiknya dari sekarang mempersiapkan diri, financial, membangun citra, mempersiapkan visi, misi, program kerja serta relationship yang baik dengan konstituen, tokoh masyarakat, ormas, media cetak dan elektronik. Selamat kepada SBY, semoga janji-janji semasa kampanye dapat direalisasikan. Kepada yang kalah, bukan berarti mereka tidak baik. Semoga yang kalah dan yang menang dapat membangun Indoesia ke depan menjadi lebih baik, bermartabat dan mensejahterakan rakyat. Dr. Yesi Elsandra., SE, MSi Dosen Tetap STIE Dharma Andalas Padang ================================= "Bersihkan hati, sucikan jiwa, raih kemenangan" Yesi Elsandra --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ . Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama =========================================================== Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
