Dunsanak, kakanda, adinda, anakda-kamanakanda nan ambo hormati Meneruskan postingan ambo dalam milis babarapo waktu nan lalu tentang * perlunya* catatan peristiwa PRRI ditulis oleh pelakunya untuk jadi hikmah ( http://www.nagari.or.id/?moda=tambo ) mako ambo ingin mengutipkan secara berkala judul-judul atau topik-topik peristiwa PRRI.
Judul atau topik ini sekurang-kurangnya bisa menjadi *bahan diskusi atau koreksi* di antara tulisan yang satu dengan lainnya. Judul-judul atau topik ini dikutipkan dari makalah-makalah pada Seminar Nasional PRRI dan Bahan Ajar IPS tg. 14 - 15 Maret 2009 yang diselenggarakan oleh STKIP PGRI & BPSNT Padang dengan seijin DR Mestika Zed. Dengan demikian di masa yad. sejarah PRRI ini akan tersusun secara lengkap dan objektif sebagai sumbangan suku Minang Kabau terhadap nation building bangsa Indonesia. Ada 7 orang pemakalah pada seminar tsb. yaitu: Ichlasul Amal, Mestika Zed, Syuib, Gusti Asnan, Khairul Jasmi, Sjafnir Aboe Nain, Zafri. *Topik kedua :* * Dari makalah Syuib MS. .... Masyarakat Sumatera Barat tidak mudah melupakan pengalaman perang kemerdekaan menghadapi Belanda. Dalam masa PRRI 1958 - 1961 masa krisis yang sangat berat di setiap kabupaten memilih kelompok-kelompok bersenjata yang memakai nama-nama atribut seperti dulu dalam perang kemerdekaan. Di Padang Pariaman mempunyai pasukan: Batalyon 5 Oktober, Batalyon Kuranji, Batalyon Gunung Nago, Batalyon Basoka, Batalyon Arau Pasukan Korps Komando. Di Solok Batalyon Lembang Jaya, Batalyon Kapujan, Batalyon Kupitan. Di Tanah Datar Batalyon Harimau Minang. Di Agam Batalyon Beruang Agam, Kompi Sadel Berg, Kompi Singgalang, Kompi Mawar, Kompi Melati, Pasukan Panah Beracun Batalyon Imam Bonjol di Pasaman dan satu batalyon istimewa Depot Batalyon Infantri (DBI). Sebelum perang saudara meletus di Sumatera Barat hanya ada 2 batalyon yaitu Batalyon 141 dan 140. (catatan: Kalau tidak salah Batalyon 141 dibawah pimpinan Mayor Nurmatias bergabung/memihak dengan tentara pusat/Soekarno sebelum perang terjadi). Harapan: untuk melengkapi data-data sejarah PRRI, silakan kirimkan nama-nama kelompok perlawanan lainnya yang tidak tertulis di sini. Catatan tambahan: Batalyon adalah kesatuan tentara, yang biasanya terdiri 5 sampai 6 kompi. Setiap kompi beranggotakan kira-kira 4 peleton dan 1 peleton terbagi 3 sampai 4 regu. Dengan demikian, satu batalyon beranggotakan sekitar 600 sampai 1000 orang. Antara pertengahan 1958 sampai 1961, kota Batusangkar "dikepung" oleh batalyon Harimau Minang yang dipimpin oleh Mayor Badaruddin, yang secara periodik melakukan serangan/gempuran ke kota dan ketika itu kota Batusangkar dipagari kawat dialiri listrik. Pada akhir 1961 puncak-puncak bukit strategis dijaga oleh APRI, dengan demikian gerakan gerilyawan PRRI makin terbatas. * Wassalam Abraham Ilyas 64 th. admin www.nagari.org --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ . Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama =========================================================== Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
