Kmd. Yesi Elsandra yth. Salam kenal dari ambo.
*Tetang masalah penggunaan ASI ini ada kaitannya dengan status gizi balita.* *Dan status gizi balita berkaitan dengan kecerdasan SDM di masa depan.* Di Kep Mentawai yang kemungkinan ibu-ibu seluruhnya selalu memberikan ASI kepada bayinya maka persentse bayi kekurangan gizi jauh lebih sedikit dari kabupaten-kabupaten lainnya di Sumbar. Silakan lihat di http://www.nagari.or.id/?moda=sumbar&halaman=7 Di Mentawai hanya 10.5 % balita yang kurang gizi th 2002, sedangkan di Kab. Pd. Pariaman 34.9 % dan di Kota Padang yang modern 32 % Apabila diberi kesempatan dan kondisi yang sama dalam bidang pendidikan maka persentase anak-anak cerdas dari saudara kita di mentawai nantinya akan lebih besar daripada kabupaten lainnya di SB ...! Bertahun-bertahun program promosi ASI ini dijadikan proyek oleh Depkes, tapi hasilnya tidak ada kemajuan. Maklumlah orang berpikir dibalik proyek ada objek. *Hanya anak-nagarilah yang mungkin bisa melihat masalahnya kalau kesadaran banagari ada di setiap komunitas nagari* Wassalam Abraham Ilyas 64 th. admin&webmaster www,nagari.org On 7/17/09, Yesi Elsandra <[email protected]> wrote: > > http://www.eramuslim.com/suara-kita/pemuda-mahasiswa > Selasa, 14/07/2009 08:14 WIB > > > Saat ini kita boleh bersyukur karena banyak wanita Indonesia yang > berpendidikan tinggi dan bekerja di wilayah publik. Ada yang menjadi mentri, > pimpinan tertinggi BUMN, sutradara, penulis, dokter, dosen, hakim, bahkan > ada yang pernah menjadi presiden. Kita berharap suatu saat Indonesia > memiliki wanita-wanita yang kuat, wanita-wanita terdidik dengan ilmu > pengetahuan, wanita-wanita sholehah. Istri yang meneguhkan suaminya untuk > giat dan jujur bekerja serta ibu yang melahirkan anak-anak yang sehat dan > sholeh. > > > Dibalik kemajuan wanita-wanita Indonsia hari ini ada satu yang hilang dari > diri wanita Indonesia, yaitu rendahnya kesadaran memberikan ASI (Air Susu > Ibu) seperti yang disampaikan Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan (Menneg > PP) Meutia Hatta Swasono (http://www.menegpp.go.id) . Hanya 14% ibu di > Tanah Air yang memberikan air susu ibu (ASI) eksklusif kepada bayinya sampai > enam bulan (http://www.indonesia.go.id). > > > Mengapa saya menulis masalah ASI karena orang tua yang memiliki bayi saat > ini adalah usia produktif alias pemuda. Mereka yang berusia 40 tahun ke atas > saaat ini sudah jarang sekali memiliki bayi. Banyak juga mahasiswa baik itu > S1 dan pascasarjana yang kuliah sambil punya bayi. > > > Saya telah melakukan survey kecil-kecilan. Sebagian besar teman-teman > kuliah di pascasarjana atau teman-teman yang bekerja tidak memberi ASI > ekslusif kepada bayinya. Dan kenyataan pahitpun didapat, anak-anak yang > tidak medapatkan ASI ekslusif itu daya tahan tubuhnya lemah dan sering > terkena penyakit. > > Menurut Ibu Meutia Hatta diantara penyebabnya adalah faktor sosial budaya, > kurangnya pengetahuan akan pentingnya ASI, serta jajaran kesehatan yang > belum sepenuhnya mendukung. Kurangnya dukungan institusi, dikatakan Meutia, > mempunyai kontribusi cukup besar terhadap rendahnya para ibu memberikan ASI > kepada bayinya. Kurangnnya kesadaran dan kesempatan memberi ASI menurut saya > merupakan factor utama rendahnya para Ibu memberi ASI kepada bayinya. > Apalagi bagi ibu-ibu yang bekerja. Masa cuti yang hanya 3 bulan tentu tidak > cukup memberi ASI ekslusif di rumah. > > > *“Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang > ibu-bapanya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang > bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepadaKu > dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu”.* (QS. > Luqman, 31:14) > > > Tak ada yang dapat membantah tantang kehebatan ASI. Allah SWT menciptakan > ASI untuk memenuhi kebutuhan gizi bayi dan melindunginya dalam melawan > kemungkinan serangan penyakit. Keseimbangan zat-zat gizi dalam air susu ibu > berada pada tingkat terbaik dan air susunya memiliki bentuk paling baik bagi > tubuh bayi, ASI juga sangat kaya akan sari-sari makanan yang mempercepat > pertumbuhan sel-sel otak dan perkembangan sistem saraf. Susu formula semahal > apapun dan secanggih apapun pabriknya tidak mampu menandingi keunggulan dan > kehebatan makanan ajaib ini. > > > Kita sebagai pemuda apalagi mereka yang diberikan kesempatan oleh Allah SWT > berpendidikan tinggi tentu dapat memikirkan bahwa ASI Allah ciptakan bukan > secara kebetulan. Allah telah menciptakan sedemikina rupa agar generasi kita > menjadi kuat dan cerdas. Setinggi apapun pendidikan kita, sehebat apapaun > jabatan kita, sebesar apapaun gaji kita, kita memiliki kewajiban mendidik, > mengasuh dan melindungi anak-anak kita. > > Jika masa cuti sudah habis, kita tetap dapat memberikan ASI ekslusif dengan > cara memerah ASI kemudian berikan kepada bayi saat kita tak berada di > sisinya. Ada sebuah metode bernama “Marmet’ yang dapat memerah ASI dalam > jumlah yang banyak hanya mengunakan tangan. Jangan jadikan kuliah dan > pekerjaan sebagai alasan kita tak memberikan hak bayi. Jangan pula merasa > ASI kita kurang lantas kita beralih memberi bayi susu formula. Karena rumus > ASI itu adalah seperti mata air, semakin disedot maka semakin banyak > keluarnya. Jika tidak disedot maka akan berkurang kuantitasnya. > > > Saya yakin kita sepakat untuk melahirkan generasi rabbani, generasi kuat > dan cerdas, generasi yang akan meneruskan risalah para nabi. ASI sudah > terbukti membuat anak-anak cerdas dan kuat. Tegakah kita membekali anak-anak > dengan daya tahan tubuh yang rendah? Kita ingin melihat anak-anak kita hari > ini adalah pemimpin masa depan. Salah satu karakter pemimpin adalah tangguh, > kuat, cerdas dan sholeh. Persiapkanlah pemimpin itu sejak sekarang > bagaimanapun sibuknya kita… > > * > Yesi Elsandara; Alumnus program doktor universitas Padjadjaran Bandung. > Lahir 12-12-1974. Pekerjaan Ibu rumah tangga, dosen, konsultan bisnis dan > manajemen, penggiat ASI. Aktivitas lain, ketua Kelompok Kajian Sayang Ibu > dan Buah Hati di Bandung. Menyelesaikan program doktor tanpa lupa memberi > ASI kepada kedua batitanya. Alhamdulillah anak-anak tumbuh sehat dan cerdas, > jarang sekali sakit. Anak yang ke dua (21 bulan) belum pernah ke dokter. * > > > ================== > > "Bersihkan hati, sucikan jiwa, raih kemenangan" > > Yesi Elsandra. 34 th > > > > > > --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ . Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama =========================================================== Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
