Tanggapan ambo untuk sanak Alang Palabah: Kualitas ASI setiap ibu tentu berbeda-beda, tergantung kualitas makanan yang dikonsumsi sang ibu. Menurut saya ibu yang menyusui sebaiknya betul-betul memperhatikan apa yang dikonsumsinya. Yang penting menu seimbang. Ada karbohidrat, protein, vitamin. Agar ASI melimpah (sesuai pengalaman) banyak-banyak makan sayuran berklorofil, seperti bayam, brokoli. Pikiran harus tenang, tidak boleh stres. Satu lagi yang juga mmepengaruhi ASI adalah hormon. Kalau bisa jangan pakai KB yang mempengaruhi hormon (seperti pil, suntik). Sesuai rekomendasi WHO berikan HANYA ASI SAJA sampai usia 6 bulan. JANGAN kasih cairan atau makanan lain secuilpun. JUST ASI.Setelah itu ibu dapat melnajutkan dengan MPASI (makanan pendamping ASI) bentuknya harus lembut (jangan langsung kasih nasi, kasihan nanti pencernaanya belum siap). MPASI juga berpedomana pada menu seimbang, ada karbohidrat, vitamin, protein.
Seburruk apapun kualitas ASI itu lebih baik dari pada sehebat apapun pabrik atau semahal apapun harga susu formula.... Pengalaman saya, saat bayi mulai MPASI mohon untuk TIDAK memberi makanan instan seperti "N....", "S..." dll yang banyak diiklankan di media. Sebaiknya buatan tangan ibu sendiri.Kenapa, karena makanan kemasan itu sangat gurih, ketika anak mulai beralih ke nasi (setelah 12 bulan) biasanya lidahnya tidak mau lagi memakan makanan yang tidak gurih seperti nasi dan lauk pauknya, kecuali kalau ibu tega mmeberi MSG yang membuat makanan jadi gurih, bahayakan.....semoga ibu dan bayi sanak diberikan kesehatan yang berlimpah oleh Allah SWT, dan anaknya menjadi anak yang sholeh, generasi rabbani yang meneguhkan langit dan bumi dengan kalimat "La Ilahaillallah"...amin....ambo rang solok lo mah ANDESBA (ANak DEsa SaniangBAka) Tangggapan untuk Bapak Abraham Ilyas.... Apa nan Bapak paparkan itu adalah realita yang terjadi di masyarakat kita hari ini. Gizi buruk tidak hanya menyerang anak-anak miskin yang tinggal diperkampungan kumuh. Tapi juga di kota-kota besar. Padahal menurut WHO pemberian ASI ekslusuf (Hanya ASI saja sampai 6 bulan) akan mampu mengurangi angka kematian pada bayi dan melindungi bayi dari resiko gizi buruk..... Saya prihatin, prihatin sekali......temen2 yang bekerja tidak sepenuhnya bisa memberi ASI secara ekslusif kepada bayi mereka. Dan faktanya tidak meleset. Anak-anak yang tidak mendapat ASI eklusif daya tahan tubuhnya sangat lemah dan rentan terhadap penyakit..... Berangkat dari keprihatinan yang mendalam itu, saya memutuskan (ditengah kesibukan saya di wilayah publik lainnya) untuk menjadi KONSELOR ASI yang bersertifikasi dengan modul dari WHO dan UNICEF..... Ada banyak cara yang bisa dilakukan ibu bekerja untuk memberi ASI kepada bayinya. Di tengah kesibukan saya menyelesaikan program doktor dan juga aktivitas lainnya, alhamdulillah saya berhasil, saya bisa memberi kedua anak saya ASI ekslusif selama 6 bulan bahkan sekarangpun anak2 kami tidak mengkonsumsi susu formula (lumayan ngirit).....:) kalau saya bisa, tentunya ibu-ibu yang bekerja lainnyapun pasti bisa. Asal ada dukungan dari keluarga, suami, orang tua, tetangga.....dll JIka saya ada waktu, saya membuka tangan saya selebar-lebarnya jika ada yang ingin sharing mengenai ASI....gratis, ga usah bayar......semoga menjadi pemberat timbangan dan memudahkan saya ke syurganya Allah SWT...amin..... semoga bermanfaat....:) =================== "Bersihkan hati, sucikan jiwa, raih kemenangan" Dr. Yesi Elsandra. Ibu 2 anak, 34 tahun Bandung..... -----Original Message----- From: alang palabah [mailto:[email protected]] Assalamualaikum. Batanyo ciek ni, apo sadonyo ASI samo kualitasnyo atau dipangaruhi dari makanan ibu2 nan manghasilkan ASI tu? Makanan apose nan rancak dimakan tapi murah ni? Mokasi ni. Salam, alangpalabah, 31th. Asal solok,Tingga di bima Pada tanggal 18/07/09, Abraham Ilyas <[email protected]> menulis: > Kmd. Yesi Elsandra yth. > > Salam kenal dari ambo. > > *Tetang masalah penggunaan ASI ini ada kaitannya dengan status gizi balita.* > *Dan status gizi balita berkaitan dengan kecerdasan SDM di masa depan.* > > Di Kep Mentawai yang kemungkinan ibu-ibu seluruhnya selalu memberikan ASI > kepada bayinya maka persentse bayi kekurangan gizi jauh lebih sedikit dari > kabupaten-kabupaten lainnya di Sumbar. > Silakan lihat di http://www.nagari.or.id/?moda=sumbar&halaman=7 > ========CUT by Rang Dapua======== --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ . Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama =========================================================== Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
