Assalamu 'alaikum,
 
Anak saya drg Mira Fithria ikut membuktikan "Kuliah atau Bekerja Bukan 
Penghalang ASI".
Waktu dia mengikuti pendidikan spesialis SpKG - spesialis konservasi gigi  di 
Universitas Indonesia, ia melahirkan anak laki-laki. Dia jalankan program ASI 
Eklusif 6 bulan, setelah itu bayi diberikan makanan tambahan dan ASI tetap 
diberikan. Sekarang anaknya berumur 10 bulan. Rencananya feeding ASI akan 
dijalankan sampai berumur 2 tahun.
 
Yang repot memang dalam 6 bulan pertama, sebelum berangkat ke kampus sudah 
disediakan ASI. Bahkan waktu pergi seminar ke Hongkong selama 5 hari 
perjalanan, ASI sudah di-stock. Beruntung kakaknya yang dokter gigi juga 
mempunyai bayi 40 hari lebih tua. Waktu itu bayi terpaksa diinapkan di rumah 
kakaknya.
 
Hari ini Mira menjalani ujian kompre dan dinyatakan lulus sebagai SpKG.
 
Yang lebih lagi adalah kakek dan neneknya. Kami bekerjasama menjaga bayi untuk 
mendukung Mira. Pokoknya konsentrasi saja saja kepada program dan selesaikan 
pada waktunya. Alhamdulillah selesai juga, on time.
 
Demikian Pak Abraham Ilyas, Drg.

Wassalam,
 
Muchlis Hamid


From: alang palabah <[email protected]>
Subject: [...@ntau-net] Re: Kuliah atau Bekerja Bukan Penghalang ASI
To: [email protected]
Date: Tuesday, July 21, 2009, 6:42 PM



Tarimo kasi banyak atas doa bu doktor. Walaupun sekedar ka keluarga,
kawan2, dan tetangga, isyaallah kami ikut mangkampanyekan ASI Eklusif
6bln. Jo manyusuan anak salamo 2 tahun.
Katiko awak sadonyo ikut mangkampanyekan manyusuan anak salamo 2 thn,
berarti awak sadonyo lah dakwah manyampaikan Al-quran. Karano perintah
manyusuan salamo 2 thn ado dalam Al-quran. Bu doktor lah mangutip
ayatnyo.
Salam,
alang palabah, 31, L, bima-ntb

Pada tanggal 21/07/09, Abraham Ilyas <[email protected]> menulis:
> Kmd. Yesi Elsandra Yth.
>
> Dulu ketika *pemerintahan di bawah pimpinan Bpk. Presiden Suharto* ada yang
> namanya program Rumah Sakit Sayang Ibu.
> Ketika itu setiap tahun diadakan lomba rumah sakit untuk mempromosikan
> pemakaian ASI eksklusif ini.
>
> Dikter-dokter anak dan dokter kandungan tidak ketinggalan ditatar untuk
> mempromosikan ASI eklusif ini.
>
> Penilaian untuk menjadi RS Sayang Bayi cukup ketat; salah satu diantaranya
> ialah apabila di rumah sakit tersebut ditemukan kalender yang berisi gambar
> promosi susu formula, maka RS tsb. dinyatakan tidak memenuhi syarat untuk
> disebut Sayang Bayi.
>
> *Kini di jaman reformasi*, rumah sakit bebas mendistribusikan sampel susu
> formula kepada ibu-ibu yang baru melahirkan.
>
> Salah satu yang sangat prinsipil menurut pendapat saya ialah; pemakaian susu
> kental manis.
> Masyarakat awam menilai susu kental manis tersebut adalah susu asli, padahal
> kenyataannya minuman tersebut lebih banyak gulanya dari pada susu..!
>
> wassalam
>
> Abraham Ilyas, 64
>
>
> admin/webmaster www.nagari.org
>
> >
>





      
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
===========================================================
Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] 
Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke