Kmd Yesi Elsandra dan Dunsanak di palanta nan ambo hormati. Ijinkanlah ambo nan alah punyo cucu iko, ikuik pulo memperingati Hari Anak dengan mengutipkan pantun nan Ampek, yang bisa juga diklik di: http://www.nanampek.nagari.or.id/b48.html
*Nan empat cara Lukman mendidik anak* (dikutip dari terjemahan: Alquran: Surat Lukman) * 1. Tanamkan kepercayaan Tauhid 2. Tanamkan sifat berbakti kepada orang tua 3. Tanamkan moral yang baik 4. Ciptakan suasana keagamaan dengan contoh dalam keseharian * Dalam Alquran kitab Allah Kalau dibaca serta ditafsirkan Tugas Lukman sebagai ayah Empat sifat yang ditanamkan Pertama anak diajar tauhid Itu pokok semua ilmu Harus dijaga sampai sahid Walaupun raga jadi abu Supaya selamat hidup kelak Hal kedua yang ditanamkan Berbakti pada ibu dan bapak Doa mereka Tuhan kabulkan Sifat ketiga yang dipesankan Jagalah tingkah beserta laku Setiap saat orang perhatikan Walaupun diri tidak tahu Mengajar anak dengan contoh Itu metode paling baik Ibu bapak saling mengecoh Kelak anak menjadi tengik Meskpun jauh atau dekat Jelang- menjelang, saling mengunjungi Anak diajar mengenal kerabat Ketika dewasa datang sendiri Wassalam Abraham Ilyas 64 th.admin/webmaster www.nagari.or.id Kembali ke daftar judul <http://www.nanampek.nagari.or.id/judul.php> 2009/7/23 Yesi Elsandra <[email protected]> > Dalam rangka hari anak nasional, mudah-mudahan tulisan yang sudah lama ini > masih relevan. > > http://www.eramuslim.com/oase-iman/investasi.htm > Kamis, 09/08/2007 08:11 WIB > > Investasi > > Yesi Elsandra > > Beberapa waktu lalu saya mengisi acara share and care di radio MQ FM > Bandung. Tema yang saya bawakan sebenarnya sederhana, yaitu “Anak Kita > Investasi Kita”. Kenapa saya tertarik dengan tema ini? Pertama karena anak > adalah masa depan. Saya ingin anak-anak kita tidak saja kita hantarkan > menuju gerbang cita-citanya, tapi jauh dari itu, saya berharap kita memiliki > anak yang mampu merubah wajah dan berkontribusi sebagai pengambil kebijakan > dunia kearah yang lebih baik. Kedua, Sebagai seorang yang belajar ilmu > ekonomi, saya menganggap anak sebagai investasi. Investasi yang baik adalah > investasi yang membawa keuntungan dan keberkahan. Saya berharap anak kami > bisa membawa keuntungan/keberkahan tidak saja di dunia tapi juga di akhirat. > > Pertanyaan-pertanyaan dan SMS yang masuk dari pendengar umumnya berharap > serupa, pendengar ingin anak-anak mereka membawa keuntungan di dunia dan > akhirat. Ini adalah fitrah, setiap orang tua ingin anak- anaknya menjadi > anak yang pintar, cerdas, sehat dan sholeh. Yang menjadi pertanyaan sejauh > mana kita memfasilitasi anak-anak sehingga mereka mampu menjadi anak-anak > yang pintar, cerdas, sehat dan sholeh? > > Anak-anak tidak bisa pintar, cerdas, sehat dan sholeh dengan sendirinya. > Ibu adalah madrasah pertama dan utama yang berkewajiban mendistribusikan > kepintaran, kecerdasan, kesehatan dan kesholehan kepada anak-anak mereka. > Masalahnya banyak ibu yang “terpaksa” bekerja di luar rumah membantu ayah > mencari nafkah. Atau tidak sedikit juga para ibu karena alasan > mengaplikasikan ilmu lebih mementingkan wilayah publik ketimbang domestiknya > sehingga perkara mendidik anak diserahkan kepada pembantu. Sedangkan ayah > berkwajiban menyediakan materi yang layak guna mengapai itu semua. Karena > tidak bisa dipungkiri, perlu pengorbanan materi agar “investasi” kita > menguntungkan baik di dunia maupun diakhirat, > > Di tengah kesibukan merampungkan disertasi, saya membuka kelompok belajar > dan bermain gratis di rumah untuk anak-anak tetangga yang tidak mampu. Saya > berharap kecerdasan mereka terstimulasi dengan mainan-mainan edukatif dan > buku-buku milik anak kami. Selain bermain, anak-anak belajar iqro, dan > mereka saya perbolehkan bertanya tentang PR dari sekolah. > > Satu hal yang membuat hati saya menangis adalah, ada beberapa anak yang > susah sekali menangkap pelajaran. Anak-anak yang sangat sulit menangkap > pelajaran ini ada yang orang tuanya hanya bekerja sebagai pembantu, ada juga > yang hanya sebagai buruh. Baru saja diajarkan huruf baru (baik huruf > hijaiyah maupun latin) beberapa detik kemudian mereka sudah lupa lagi. Jika > anak-anak yang baru masuk SD sekarang umumnya sudah pandai membaca dan > berhitung, (bahkan Aini 7 tahun sudah bisa menulis novel) anak-anak kurang > mampu ini belum tahu mana yang huruf a, b, c dst. Jika anak-anak perkotaan > sekarang sebelum masuk SD umumnya masuk TK terlebih dahulu, tetapi tidak > dengan anak-anak ini. Ketika saya tanyakan kenapa mereka tidak masuk TK > terlebih dahulu, mereka menjawab, “Mamah ga punya uang" > > Ketika pertama kali saya tanyakan, siapa Tuhan, Agama, Nabi dan Kitab Suci > kita, mereka menggelang karena tidak tahu. Padahal jika kita ingin anak kita > sholeh, maka pemahaman mereka terhadap agama perlu kita asah dari kecil. Dan > itu harus dilakukan terus menerus. > > Batin saya berbisik, kasihan sekali anak-anak ini. Akankah mereka bisa > menjadi investasi yang menguntungkan bagi kedua orang tuanya, jika mereka > kurang difasilitasi dalam menuntut ilmu dan mengenal Tuhannya. Kita tidak > bisa berharap 100% dari lembaga formal milik pemerintah, jiwa-jiwa mereka > menunggu uluran tangan kita. > > Saya jadi semakin ingin berbagi dan melayani. Jika anak kami belum setahun > sudah mengkonsumsi berbagai buku cerita dan ensiklopedi, alangkah tidak > adilnya jika anak-anak tetangga yang kebetulan belum beruntung dibiarkan > tumbuh dalam kegelapan cahaya ilmu. > > Anak-anak dalam status sosial apapun berhak mendapatkan pendidikan yang > bergizi. Mereka berhak menjadi pintar dan cerdas. Kewajiban kita > memperkenalkan mereka kepada Allah SWT dan Islam. Mereka berhak “Mambangkik > batang tarandam”. Untuk itu saya pancangkan azzam untuk rela menginfakkan > sebagaian waktu dan materi untuk mereka. Karena investasi saya tidak saja > anak yang lahir dari rahim saya, mereka juga adalah investasi saya. Karena > amalan yang tidak pernah terputus pahalanya adalah, doa anak yang sholeh, > ilmu yang bermanfaat dan harta yang diinfakkan di jalan fisabilillah. > Semoga…. > > ================ > > "Bersihkan hati, sucikan jiwa, raih kemenangan" > > Yesi Elsandra > Ibu 2 Anak yang masih ASI > > > > --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ . Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama =========================================================== Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
