Sangat disayangkan, seharusnya Pemrov dan Pemko Padang harus bisa menjembatani kejadian seperti ini. Apo laah panyakiknyo kini ko sampai ba ulang-ulang kejadian serti iko. Labiah lo pado keledai nampainyo, selalu maulang kejadiaan nan samo. Sabananyo sederhana sajo, semua pihak terkait duduak dan diakamodir oleh Walikota Padang, apolai beliau kan bakeh tentara lauik. Masak beliau ndak muah ma suport sektor parawiaata nan jaleh2 manambah income daerah nyo. Apolagi ka muko banyak ivent/agenda gadang nan akan diadokan di Sumatra Barat ko. Salah satunyo pado akir Oktober akan berlangsuang KONGRES I Jaringan Kota Pusaka Indonesia nan akan dihadiri oleh 32 Walikota/Bupati se Indonesia nan akan diadokan di Sawahlunto. Tantu mereka iko mambawo rombongan juo dan akan mangunjungi tampek wisata lainnyo nan teerkenal dikampuang awak. Ambo raso berita iko secapeknyo baganti manjadi "sikuia Resort memberikan sensasi dan keindahan pulau terbaik Indonesia". Awak tuntuik Walikota Padang nan mempunyai kewenangan daerahuntuk capek mambaco arah angin.
Nanang, Jkt 36 ________________________________ Dari: Nofiardi <[email protected]> Kepada: [email protected] Terkirim: Sabtu, 25 Juli, 2009 10:30:14 Judul: [...@ntau-net] Sikuai Resort Terancam Tutup, Operasional Kapal Pesiar Dihentikan Sikuai Resort Terancam Tutup, Operasional Kapal Pesiar Dihentikan PadangKini.com| Jumat, 24/07/2009, 16:05 WIB PADANG--Sikuai Resort terancam tutup akibat dihentikannya operasional Kapal Pesiar Asia, kapal yang mengangkut wisatawan menuju resort yang terletak di Pulau Sikuai itu sejak Senin (21/07/2009) lalu. Berhentinya operasional kapal pengangkut wisatawan tersebut atas keputusan pengelola resort yang gerah dengan syahbandar pelabuhan yang kerap merazia kapal padahal semua prosedur telah diikuti. Hal itu dikatakan pengelola Sikuai Resort Rikwan kepada wartawan dalam jumpa pers di AW Café dan Restoran di Pelabuhan Muaro Padang, Jumat (24/07/2009) siang. AW Café dan Restoran merupakan pintu keberangkatan para wisatawan yang hendak berkunjung ke Sikuai. Rikwan menceritakan kejadian Senin lalu yang menjadi latar belakang dihentikannya operasional kapal. Hari itu ada sekitar 80 penumpang yang hendak diberangkatkan ke Pulau Sikuai, 20 orang diantaranya adalah rombongan wisatawan dari China. "Kapal tersebut berdaya angkut 15 orang namun diizinkan mengangkut 60 orang tiap berangkat," kata Rikwan. Namun Senin itu jumlah penumpang membludak hingga 80 orang, mungkin karena hari itu libur nasional. Syahbandar lalu tak mengizinkan kapal berangkat karena melebihi kapasitas. "Padahal petugas syahbandar yang menghitung sendiri jumlah penumpang yang naik ke kapal, kalau sudah sampai 60 orang mengapa tidak distop saja, mengapa setelah semua penumpang naik, lalu diminta turun lagi yang 20 orang, siapa yang mau," katanya. Karena pihak syahbandar tidak mengizinkan kapal berangkat akhirnya pengelola terpaksa hanya memberi pengertian kepada wisatawan termasuk kepada 20 orang rombongan wisatawan China. Sejak itulah hingga hari ini, pengelola Sikuai Resort menghentikan operasional kapal untuk reservasi wisatawan baru. "Kami hanya jalan untuk wisatawan yang sudah memesan sebelum kejadian itu," kata Rikwan. Menurut Rikwan, kejadian itu tidak hanya sekali dua kali dialami pengelola Sikuai Resort. "Ini sering terjadi, mulai dari masalah di syahbandar hingga sampai dihadang patroli di laut, kejadian ini merupakan puncaknya, padahal semua prosedur sudah kami ikuti, bahkan "uang sekolah" juga telah diberi," kata Rikwan. Kejadaian lainnya saat digelar Sumatera International Travel Fair (SITF) lalu dimana kapal pengangkut 25 peserta SITF dirazia patroli ditengah lautan oleh Pol Airud, 5 Juni lalu. Karena itu Rikwan selaku pengelola meminta pemerintah daerah memfasilitasi pertemuan dengan instansi terkait seperti Administrator Pelabuhan, Dinas Pariwisata dan Dinas Perhubungan. Sebelum ada kejelasan, pihaknya tidak akan menerima wisatawan lagi kecuali yang sudah terlanjur reservasi. Menurut Rikwan, jumlah wisatawan yang berkunjung ke Sikuai Resort rata-rata 2000 orang perbulan dan 10 persen diantaranya turis asing.. Setidaknya kapal pesiar pengangkut wisatawan bisa jalan 2-4 kali sehari ke pulau yang berjarak 1 jam perjalanan dari kota Padang ini. (w/o) http://www.padangkini.com/wisata/single.php?id=5602 The above message is for the intended recipient only and may contain confidential information and/or may be subject to legal privilege. If you are not the intended recipient, you are hereby notified that any dissemination, distribution, or copying of this message, or any attachment, is strictly prohibited. If it has reached you in error please inform us immediately by reply e-mail or telephone, reversing the charge if necessary. Please delete the message and the reply (if it contains the original message) thereafter. Thank you. Apakah wajar artis ikut Pemilu? Temukan jawabannya di Yahoo! Answers. http://id.answers.yahoo.com --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ . Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama =========================================================== Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
