Selamat Jalan, Mbah Surip!
(Indra J. Piliang)
Hari ini kau meninggalkan dunia yang fana ini. Tentu dalam keadaan tersenyum.
Selamat jalan, Mbah. Pada saat bangsa ini dilamun oleh lanun ketidakpastian dan
keberingasan, engkau hadir menawarkan kejenakaan. Dengan modal gitar, nyanyian
jiwa, rambut yang tertata dari zaman entah yang mana, engkau melaju bersama
asistenmu di atas motor. Kemana-mana. Ke hotel berbintang, stasiun televisi,
dandutan jalanan, atau tempat-tempat tanpa strata, tanpa kelas. Engkau jelas
penghibur kelas satu.
Barangkali karena itu juga engkau tidak memerhatikan kesehatanmu. Ketika engkau
katakan ingin membeli segelas kopi seharga 1 Milyar, aku mulai khawatir satu
hal dalam dirimu: kesehatanmu. Apalagi engkau siang malam berdendang,
kemana-mana. Aku ingat dulu, bagaimana Gombloh yang juga meninggal setelah
hitnya Kebyar-Kebyar meluluh-lantakkan seluruh hari pada bulan Agustus.
Mbah, aku ingin sekali menganalisa seluruh teks lagumu lewat ilmu yang
kupelajari di kampus. Tetapi biarlah itu dikerjakan oleh yang lain. Sejarah
hidupmu begitu renyah, karena lahir dari imajinasi. Kau mengatakan veteran di
banyak negara. Ya, inilah yang hidup di banyak kaum hippies, ketika mereka
melawan batas-batas negara. Kaum hippies hidup dari satu jalanan ke jalanan
yang lain. Batasnya hanyalah langit. Batas tak berbatas. Satu hal yang mereka
perjuangkan: hilangkan kewarganegaraan di muka bumi.
Falsafah hidupmu tentu sulit dimengerti sebagian orang yang terbiasa dengan
bingkai-bingkai aturan. Seperti soal strata sosial, bagimu itu tidak ada.
Tidurpun kau perlakukan dengan layak, karena setelah tidur, ya, engkau tidur
lagi. Tidak perlu menggosok gigi atau senam pagi. Engkau mewakili kealamian,
kebumian, juga kemurnian kemanusiaan. Sungguh engkau manusia sejati.
Mbah, ijinkan aku cemburu kepadamu. Ijinkan juga aku berguru pada hidupmu yang
sebebas angin itu. Telah kau depa perjalanan demi perjalanan, hingga sampai
pada sebuah akhir. Barangkali akhir dari bekerjanya jantungmu memompa darah ke
seluruh nadi. Tetapi bagi orang-orang yang masih hidup, barangkali inilah awal
dari sebuah pelajaran penting bagi kemanusiaan zaman ini.
Mbah, hanya teks ini yang bisa kusampaikan kepadamu, ketika seluruh hidupmu
telah terurai menjadi keringan bagi kami. Hanya sedikit waktu barangkali
kusediakan untuk memejamkan mata untuk mengingat kembali wajahmu, juga
penampilanmu.
Dulu, aku merekam lagu-lagumu di hpku, ketika kita sama-sama hadir di acara
Kenduri Cinta Emha Ainun Nadjib di Taman Ismail Marzuki. Pada malam menjelang
pagi, ketika orang-orang barangkali sudah tertidur pulas. Yang kuingat waktu
itu, engkau seperti malaekat, karena bisa langsung nyanyi ketika dibangunkan
dari tidurmu. Ya, kau mengisi acara ketika semua orang yang berkata-kata
berhenti berkata-kata, lantas mempersilakan engkau menyanyi, lalu mengeluarkan
kemampuanmu untuk mentertawakan kata, membebaskan kata, dari makna pengucapnya.
Ketika orang-orang mulai berkata-kata lagi, termasuk aku tentunya, engkau tidur
mendengkur lagi dengan memeluk gitar.
Engkaulah sufi itu. Sufi yang hidup ketika peradaban semakin gersang dari
kemurnian nurani. Terbanglah, Mbah. Engkau tidak pernah terbenam dan tenggelam.
Engkau hanya berubah menjadi medan-medan energi yang hidup di dada setiap
orang. Tertawalah. Tertawalah.
Jakarta, 04 Agustus 2009.
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
1. Email besar dari 200KB;
2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi;
3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama
===========================================================
Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected]
Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---