Bung IJP
Bagus dan Humanish sekali tulisan Bung IJP mengenang sosok Mbah Surip
Ya saya harus akui dengan seni , berbicara dengan bahasa hati dan
kehalusan Jiwa maka :
Setiap gerakan adalah tarian yang indah seperti sepasang angsa yang
sedang bercumbu didanau yang teduh dengan kecipakan sayap dan liukan
lehernya membelai satu sama lain
Setiap suara dan teriakan adalah nyanyian yang mengalun menembus relung
hati
Ketika itu dimainkan ditengah gurun gersang tandus, panas, terik dan
tidak berujung tapi Seni yang halus itu akan tetap ada yang mendengar,
menyaksikan, melihatnya..
Trims atas tulisannya ini saya sangat menikmati
Wass-Jepe
----- Original Message -----
Subject: [...@ntau-net] Selamat Jalan, Mbah Surip!
Date: Tue, 4 Aug 2009 6:09:20
From: Indra Jaya Piliang <[email protected]>
To: <[email protected]>,
<[email protected]>
Selamat Jalan, Mbah Surip!
(Indra J. Piliang)
Hari ini kau meninggalkan dunia yang fana ini. Tentu dalam keadaan
tersenyum. Selamat jalan, Mbah. Pada saat bangsa ini dilamun oleh lanun
ketidakpastian dan keberingasan, engkau hadir menawarkan kejenakaan.
Dengan modal gitar, nyanyian jiwa, rambut yang tertata dari zaman entah
yang mana, engkau melaju bersama asistenmu di atas motor. Kemana-mana.
Ke hotel berbintang, stasiun televisi, dandutan jalanan, atau
tempat-tempat tanpa strata, tanpa kelas. Engkau jelas penghibur kelas
satu.
Barangkali karena itu juga engkau tidak memerhatikan kesehatanmu. Ketika
engkau katakan ingin membeli segelas kopi seharga 1 Milyar, aku mulai
khawatir satu hal dalam dirimu: kesehatanmu. Apalagi engkau siang malam
berdendang, kemana-mana. Aku ingat dulu, bagaimana Gombloh yang juga
meninggal setelah hitnya Kebyar-Kebyar meluluh-lantakkan seluruh hari
pada bulan Agustus.
Mbah, aku ingin sekali menganalisa seluruh teks lagumu lewat ilmu yang
kupelajari di kampus. Tetapi biarlah itu dikerjakan oleh yang lain.
Sejarah hidupmu begitu renyah, karena lahir dari imajinasi. Kau
mengatakan veteran di banyak negara. Ya, inilah yang hidup di banyak
kaum hippies, ketika mereka melawan batas-batas negara. Kaum hippies
hidup dari satu jalanan ke jalanan yang lain. Batasnya hanyalah langit.
Batas tak berbatas. Satu hal yang mereka perjuangkan: hilangkan
kewarganegaraan di muka bumi.
Falsafah hidupmu tentu sulit dimengerti sebagian orang yang terbiasa
dengan bingkai-bingkai aturan. Seperti soal strata sosial, bagimu itu
tidak ada. Tidurpun kau perlakukan dengan layak, karena setelah tidur,
ya, engkau tidur lagi. Tidak perlu menggosok gigi atau senam pagi.
Engkau mewakili kealamian, kebumian, juga kemurnian kemanusiaan. Sungguh
engkau manusia sejati.
Mbah, ijinkan aku cemburu kepadamu. Ijinkan juga aku berguru pada
hidupmu yang sebebas angin itu. Telah kau depa perjalanan demi
perjalanan, hingga sampai pada sebuah akhir. Barangkali akhir dari
bekerjanya jantungmu memompa darah ke seluruh nadi. Tetapi bagi
orang-orang yang masih hidup, barangkali inilah awal dari sebuah
pelajaran penting bagi kemanusiaan zaman ini.
Mbah, hanya teks ini yang bisa kusampaikan kepadamu, ketika seluruh
hidupmu telah terurai menjadi keringan bagi kami. Hanya sedikit waktu
barangkali kusediakan untuk memejamkan mata untuk mengingat kembali
wajahmu, juga penampilanmu.
Dulu, aku merekam lagu-lagumu di hpku, ketika kita sama-sama hadir di
acara Kenduri Cinta Emha Ainun Nadjib di Taman Ismail Marzuki. Pada
malam menjelang pagi, ketika orang-orang barangkali sudah tertidur
pulas. Yang kuingat waktu itu, engkau seperti malaekat, karena bisa
langsung nyanyi ketika dibangunkan dari tidurmu. Ya, kau mengisi acara
ketika semua orang yang berkata-kata berhenti berkata-kata, lantas
mempersilakan engkau menyanyi, lalu mengeluarkan kemampuanmu untuk
mentertawakan kata, membebaskan kata, dari makna pengucapnya. Ketika
orang-orang mulai berkata-kata lagi, termasuk aku tentunya, engkau tidur
mendengkur lagi dengan memeluk gitar.
Engkaulah sufi itu. Sufi yang hidup ketika peradaban semakin gersang
dari kemurnian nurani. Terbanglah, Mbah. Engkau tidak pernah terbenam
dan tenggelam. Engkau hanya berubah menjadi medan-medan energi yang
hidup di dada setiap orang. Tertawalah. Tertawalah.
Jakarta, 04 Agustus 2009.
Mencari semua teman di Yahoo! Messenger? Undang teman dari
Hotmail, Gmail ke Yahoo! Messenger dengan mudah sekarang!
http://id.messenger.yahoo.com/invite/
The above message is for the intended recipient only and may contain
confidential information and/or may be subject to legal privilege. If you are
not the intended recipient, you are hereby notified that any dissemination,
distribution, or copying of this message, or any attachment, is strictly
prohibited. If it has reached you in error please inform us immediately by
reply e-mail or telephone, reversing the charge if necessary. Please delete the
message and the reply (if it contains the original message) thereafter. Thank
you.
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
1. Email besar dari 200KB;
2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi;
3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama
===========================================================
Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected]
Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---