Menarik juga tulisan Pak Darman di bawah ini..:) Padang Ekspres: Selasa, 04 Agustus 2009 , 13:48:00 Gamawan Kecam Demo tetapi Uda-Uni?
Darman Moenir Sastrawan Gubernur Sumbar Gamawan Fauzi mengecam sejadi-jadinya aksi demonstran yang belakangan marak di Sumbar. Gamawan menyampaikan kecaman ketika membuka acara Gerakan Bulan Bakti Gotong Royong Masyarakat (GBBGRM) di Saribulan, Sawahpadang, Kecamatan Payakumbuh Selatan. (Padang Ekspres, Kamis, 30/7, hal 13). Menurut Gamawan, demonstrasi adalah budaya barat, tidak sesuai budaya Minangkabau. Di Minangkabau, masih menurut Gamawan, yang dikedepankan adalah kebersamaan, bukan demonstrasi. Aneh, hemat Gamawan kalau di Sumbar ada demonstrasi. Di Minangkabau kata gubernur juga tidak ada unjuk rasa, yang ada hanya unjuk nasi. Kecaman gubernur terhadap demonstran menarik untuk disiasati secara lebih jeli dan dibandingkan dengan pembiaran yang dia lakukan terhadap aksi pemilihan uda-uni di seantero provinsi. Pemilihan uda-uni, dengan beberapa nama lain di kota dan kabupaten di Sumatera Barat, bukankah tidak sesuai bahkan sama sekali tidak ada dalam budaya Minangkabau? Tidak sebaris pun kitab tambo atau buku-buku Minangkabau menerakan risalah pemilihan uda-uni. Betapa lagi kalau dirujuk agama Islam. Tidak seayat pun Kitab Suci Al Quran membolehkan bujang dan gadis melenggang-lenggok di pentas terbuka, ditonton oleh ribuan pasang mata! Gubernur Gamawan Fauzi seharusnya juga memperhatikan fenomena ini secara lebih kritikal. Bukankah ajang pemilihan uda-udi berasal dan berinduk dari pemilihan ratu-ratuan di tingkat nasional, dan Miss World atau Miss Universe di tingkat dunia? Dan tidakkah pernah tertonton di televisi atau terlihat di foto media-cetak atau, sekarang, di internet, bagaimana penampilan Ratu Sejagad itu yang tidak dapat tidak bertentangan dengan kacamata adat, apalagi kacamata Islam? Secara pribadi, mengacu pada adat (Minangkabau) dan agama (Islam) dalam pelbagai kesempatan saya menyampaikan, pemilihan uda-uni tidak perlu diselenggarakan di daerah ini. Apa apa pun kredonya! Saya pernah menulis hal ini di media-cetak, bercuap-cuap di radio dan televisi, berkering air ludah di beberapa diskusi, termasuk dalam seminar RPJM Sumatera Barat di Bukittinggi. Saya tahu persis, suara saya takkan terdengar. Dan saya paham, apalah arti seorang Darman Moenir. Saya bukan sok bermoral. Tetapi saya juga tidak tega melihat dai dan ulama berkhutbah di mimbar-mimbar religi tentang ABS-SBK, tentang bagaimana harus menyelamatkan generasi muda, tentang betapa penting kita hidup harus sesuai acuan adat dan agama. Di Kota Padang, sebagai contoh, benar-benar berpeluh Wali Kota Fauzi Bahar menyemarakkan Didikan Subuh, Pesantren Ramadhan, Wirid Remaja, Subuh Mubaraqah dan bahkan menyelenggarakan Lomba Baca Asmaul Husna dan Juz Ama. Tetapi serta-merta Dinas Pariwisata Kota Padang pun memilih uda-udi. Dus kerja keras Fauzi Bahar tersandung kepentingan budaya barat yang bertentangan dengan ajaran Islam! Siapa pun tahu, belum pernah terdengar ada gerakan antipemilihan uda- udi dari Bundo Kanduang, LKAAM, MTKAAM, MUI atau LSM-LSM yang sering amat komit terhadap kepentingan agama dan adat. Saya tidak mengatakan, dan memang takkan serampangan menuduh, bahwa lembaga-lembaga itu bersetuju dengan aksi pemilihan uda-uni. Saya juga tahu, ada, maaf, bahkan guru besar, dan ulama kondang, pernah menjadi juri, menilai, penampilan uda-uni. Apalagi dalam ajaran Kitab Suci Al Quran dan Sunah Nabi Besar Muhammad SAW: tidak seayat atau sehadis pun tersua petunjuk, bahwa umat (dalam hal ini urang awak) boleh memilih uda-uni. Jadi kontraproduktif dan dilema berkepanjangan bila gubernur masih membiarkan pemilihan uda-udi diselenggarakan. (***) dikutip darI: http://padangekspres.co.id/index.php?mib=berita.detail&id=9341 --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ . Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama =========================================================== Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
