Assalamu'alaikum W W
Adi Dunsanak salingka Palanta RantauNet sarato palanta lain nan dimuliakan
....
Mambaco opini Uda Darman Moenir di Padang Ekspres nan di posting sanak
Hendra Makmur, tergelitik pulo ambo nak maningkahi.
Ambo tidak untuak mengkritisi kecaman Pak Gubernur tentang DEMO, hanya lebih
pada inti tulisan tersebut, satantang UDA - UNI.
Pun ambo juo tidak akan mempertajam kritikan beliau terhadap ADAT
(MINANGKABAU) dan AGAMA (ISLAM). Hanya pada masalah yang lebih dangkal lagi,
yaitu tentang tata pergaulan sehari-hari dari hasil pemilihan UDA-UNI
tersebut.

Namun, ambo sangat setuju jo isi tulisan baliau tersebut, bahwa kenapa
masalah DEMO nan sabana no adalah implementasi dari demokrasi di kecam,
samantaro penyelenggaraan UDA-UNI nan tujuannyo sampai kini indak jaleh di
biarkan??

Dunsanak !!!!

Mungkin dalam proposal penyelenggaraan UDA/UNI Sumbar dan penyelenggaraan
serupa di Kab/Kota pasti ada misi ideal nan tertuang. Misalnya, untuk
menunjang promosi wisata atau membuat kebanggaan generasi muda terhadap
identitas MINANG, dll.

Tapi jika dilihat pada realita yang terjadi dari hasil penyelenggaraan itu?,
Rasanya ”jauah panggang dari api”.

Apa misalnya?

Contoh sederhana dalam pergaulan sehari-hari.

Saya punya kawan (boleh dikatakan Adik sebenarnya) yang adalah salah seorang
pemenang dari LOMBA UDA - UNI ini. Ternyata dalam pergaulan sehari-hari nya,
dia lebih suka dipanggil ABANG oleh kawan-kawan yang notabene dibawah
umurnya. Pun untuk seorang UNI, mereka lebih suka dipanggil KAKAK oleh
adik-adiknya.

Walhasil, penyelenggaraan UDA-UNI menghasilkan banyak nya BANGKAK – BANGKAK
setiap tahun.

Satu contoh lagi, ketika saya ikut menghadiri sebuah alek gadang di SUMBAR
yang mengundang ratusan orang rantau, para UDA-UNI yang di kerahkan PIHAK
PEMNDA untuk jadi pemandu dan ”pemanis” ini, lebih suka menyebut MAS dan
MBAK pada orang rantau tersebut dibanding menyebut UDA – UNI.....

(Padahal rang rantau tersebut (termasuk ambo) jelas-jelas berbahasa MINANG
pada acara tersebut.)

Walhasil lagi, BANGKAK-BANGKAK itu pun kemudian menghasilkan MAS-MBAK....

Kalau mau jujur, serasa tak ada pengaruhnya penyelenggaraan UDA-UNI ini
terhadap tata pergaulan generasi muda MINANG di SUMBAR kini. Bahkan kalau
mau meneropong lebih dalam, akan banyak ditemui kejanggalan-kejanggalan lain
terhadap penyelenggaraan PESTA UDA-UNI.

Tidakkah kita lihat acara tersebut hanya sebuah acara LATAH-LATAH AN, oleh
pihak Pemerintah Daerah. Meniru induknya penyelenggaraan Putri Indonesia
atau Miss Indonesia, di tingkat Nasional, atau miss World atau Miss Universe
di tingkat Internasional, seperti tulisan uda Darman??

Padahal untuk setiap penyelenggaraan kontes UDA-UNI ini, berapa ratus juta
dana dihabiskan, kemudian ratusan juta lagi pitih di ”buang” untuk
memfasilitasi sang ”JUARA” uda-uni ini berkeliling SUMBAR bahkan MANCANEGARA
untuk berleha-leha

Ibaratnya ”Pitih abih, samba dak lamak.....”  (???)

Mungkin saya salah dalam meneropong,

Atau mungkin bagi pihak penyelenggara, PEMILIHAN UDA/UNI ini adalah agenda
yang tak bisa diganggu gugat, karena akan banyak ”pitih masuak”,

Dan mungkin masih banyak mungkin-mungkin yang lain....

Ada kah pihak berkompeten yang bisa membantu pencerahan terhadap masalah
ini?

Mohon maaf jika ada yang tak berkenan.

Wassalam bil Maaf...


Arief B, Rangkayo Mulia


Pada 4 Agustus 2009 22:29, Hendra Makmur <[email protected]> menulis:

>
> Menarik juga tulisan Pak Darman di bawah ini..:)
>
> Padang Ekspres:
> Selasa, 04 Agustus 2009 , 13:48:00
> Gamawan Kecam Demo tetapi Uda-Uni?
>
> Darman Moenir Sastrawan
>
> Gubernur Sumbar Gamawan Fauzi mengecam sejadi-jadinya aksi demonstran
> yang belakangan marak di Sumbar. Gamawan menyampaikan kecaman ketika
> membuka acara Gerakan Bulan Bakti Gotong Royong Masyarakat (GBBGRM) di
> Saribulan, Sawahpadang, Kecamatan Payakumbuh Selatan. (Padang Ekspres,
> Kamis, 30/7, hal 13). Menurut Gamawan, demonstrasi adalah budaya
> barat, tidak sesuai budaya Minangkabau. Di Minangkabau, masih menurut
> Gamawan, yang dikedepankan adalah kebersamaan, bukan demonstrasi.
> Aneh, hemat Gamawan kalau di Sumbar ada demonstrasi. Di Minangkabau
> kata gubernur juga tidak ada unjuk rasa, yang ada hanya unjuk nasi.
>
> Kecaman gubernur terhadap demonstran menarik untuk disiasati secara
> lebih jeli dan dibandingkan dengan pembiaran yang dia lakukan terhadap
> aksi pemilihan uda-uni di seantero provinsi. Pemilihan uda-uni, dengan
> beberapa nama lain di kota dan kabupaten di Sumatera Barat, bukankah
> tidak sesuai bahkan sama sekali tidak ada dalam budaya Minangkabau?
> Tidak sebaris pun kitab tambo atau buku-buku Minangkabau menerakan
> risalah pemilihan uda-uni. Betapa lagi kalau dirujuk agama Islam.
>
> Tidak seayat pun Kitab Suci Al Quran membolehkan bujang dan gadis
> melenggang-lenggok di pentas terbuka, ditonton oleh ribuan pasang
> mata!
> Gubernur Gamawan Fauzi seharusnya juga memperhatikan fenomena ini
> secara lebih kritikal. Bukankah ajang pemilihan uda-udi berasal dan
> berinduk dari pemilihan ratu-ratuan di tingkat nasional, dan Miss
> World atau Miss Universe di tingkat dunia? Dan tidakkah pernah
> tertonton di televisi atau terlihat di foto media-cetak atau,
> sekarang, di internet, bagaimana penampilan Ratu Sejagad itu yang
> tidak dapat tidak bertentangan dengan kacamata adat, apalagi kacamata
> Islam?
>
> Secara pribadi, mengacu pada adat (Minangkabau) dan agama (Islam)
> dalam pelbagai kesempatan saya menyampaikan, pemilihan uda-uni tidak
> perlu diselenggarakan di daerah ini. Apa apa pun kredonya! Saya pernah
> menulis hal ini di media-cetak, bercuap-cuap di radio dan televisi,
> berkering air ludah di beberapa diskusi, termasuk dalam seminar RPJM
> Sumatera Barat di Bukittinggi.
>
> Saya tahu persis, suara saya takkan terdengar. Dan saya paham, apalah
> arti seorang Darman Moenir. Saya bukan sok bermoral. Tetapi saya juga
> tidak tega melihat dai dan ulama berkhutbah di mimbar-mimbar religi
> tentang ABS-SBK, tentang bagaimana harus menyelamatkan generasi muda,
> tentang betapa penting kita hidup harus sesuai acuan adat dan agama.
>
> Di Kota Padang, sebagai contoh, benar-benar berpeluh Wali Kota Fauzi
> Bahar menyemarakkan Didikan Subuh, Pesantren Ramadhan, Wirid Remaja,
> Subuh Mubaraqah dan bahkan menyelenggarakan Lomba Baca Asmaul Husna
> dan Juz Ama. Tetapi serta-merta Dinas Pariwisata Kota Padang pun
> memilih uda-udi. Dus kerja keras Fauzi Bahar tersandung kepentingan
> budaya barat yang bertentangan dengan ajaran Islam!
>
> Siapa pun tahu, belum pernah terdengar ada gerakan antipemilihan uda-
> udi dari Bundo Kanduang, LKAAM, MTKAAM, MUI atau LSM-LSM yang sering
> amat komit terhadap kepentingan agama dan adat. Saya tidak mengatakan,
> dan memang takkan serampangan menuduh, bahwa lembaga-lembaga itu
> bersetuju dengan aksi pemilihan uda-uni. Saya juga tahu, ada, maaf,
> bahkan guru besar, dan ulama kondang, pernah menjadi juri, menilai,
> penampilan uda-uni. Apalagi dalam ajaran Kitab Suci Al Quran dan Sunah
> Nabi Besar Muhammad SAW: tidak seayat atau sehadis pun tersua
> petunjuk, bahwa umat (dalam hal ini urang awak) boleh memilih uda-uni.
> Jadi kontraproduktif dan dilema berkepanjangan bila gubernur masih
> membiarkan pemilihan uda-udi diselenggarakan. (***)
>
> dikutip darI:
> http://padangekspres.co.id/index.php?mib=berita.detail&id=9341
>
> >
>


-- 
Arief Rangkayo Mulia....
39 Th/ Asa Pakan Kamih /Tilatang Kamang / Agam
Perwakilan Bukittinggi TV - JAKARTA
HP : 0813 1600 7756

--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
===========================================================
Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] 
Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke