AssWrWb,
Mungkin sanak2 bisa mencarikan jalan keluarnya. Wass. MzTanjung

Selasa, 11 August 2009
Juara Olimpiade tak Punya Uang

LULUS SNMPTN

TRIO JENIFRAN

*BUKITTINGGI* - Pagi buta itu Desi Oktavia, 19, dengan sabar menunggu
abangnya, Yenmes Pidamri, 27, selesai Salat Subuh. Ia duduk murung di kursi
depan rumah kayunya, sembari ditemani secangkir kopi hangat yang telah ia
persiapkan untuk abangnya itu.
Hatinya was-was, pikirannya galau. Masa depannya tengah di ujung tanduk.
Tidak berselang lama, Yenmes selesai salat dan menghampiri adiknya. Ia
menyeruput kopinya sebelum membuka pembicaraan. “Bia bang cari pitih siang
ko, mudah-mudahan bisa abang dapek
pinjaman” (Biar abang cari uang siang ini, mudah-mudahan bisa abang dapat
pinjaman),” ujar si abang tenang.
Yenmes berusaha menghilangkan kegalauan hati adik kesayangannya itu, meski
pikirannya tengah gundah. Ia berusaha tetap tegar lantaran ia adalah tumpuan
harapan keluarganya.
Setelah menghabiskan kopinya, Yenmes menstarter sepeda motornya dan berlalu.
Sebagai seorang loper koran, setiap pagi ia harus mengantarkan koran kepada
para pelanggan.
Selama perjalanan, ia menguras otak, berpikir kemana bisa meminjam uang,
agar adiknya bisa melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi. Apalagi,
adiknya itu telah dinyatakan lulus setelah mengikuti Seleksi Nasional Masuk
Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) beberapa waktu lalu. Desi diterima di
Jurusan Pendidikan Ekonomi Universitas Negri Padang (UNP).
Yenmes tidak ingin adiknya putus sekolah. Biarlah ia berjibaku mencari uang,
agar nanti adik-adiknya bisa mendapat kehidupan yang lebih layak. Terlebih,
Desi ini adalah siswi yang pintar. Di sekolahnya dulu, ia selalu juara
kelas. Bahkan, ia juga pernah meraih juara II dalam Olympiade Sains Ekonomi
tingkat Sumbar pada 2007 lalu dan ikut juga di tingkat nasional setelah itu.
Meski pada tingkat nasional yang digelar di Makassar itu ia tidak mendapat
juara. Namun Desi tetap hebat bukan buatan. Sangat sayang jika kemampuan
seperti itu disia-siakan, hanya karena kekurangan uang untuk masuk perguruan
tinggi.
Yenmes anak pertama dari empat bersaudara. Ialah yang bertanggungjawab
menafkahi keluarganya. Sebab kedua orangtuanya yang tinggal di Hiliran
Gumanti Kabupaten Solok, perekonomiannya sangat susah.
Kedua orangtuanya hanyalah buruh tani dengan penghasilan yang tidak
mencukupi. Tempat tinggalnya pun hanya sebuah rumah kayu yang dibangun atas
swadaya masyarakat sekitar.
Karenanya, Yemnes merantau ke Bukittinggi dengan harapan bisa membantu
meringankan beban orangtuanya. Selama enam tahun menjadi loper,
menyekolahkan ketiga adiknya. Bahkan, satu di antaranya telah bisa
berkuliah.
Namun, sekarang datang persoalan lain. Satu lagi adiknya telah lulus SMA dan
diterima di PTN. Karenanya, ia harus kembali bersitungkin untuk membayar
uang pendaftaran yang tidak sedikit jumlahnya.
“Untak masuk kuliah, awak harus mambayar Rp2,8 juta. Mancari uang sabanyak
itu sangat susak. Tapi kalau untuk biaya semester, bisa lah diusahakan,”
sebut Yenmes kepada Singgalang, Senin kemarin.
Sebelumnya, Yenmes sudah mengadu ke pemerintah daerah dan Badan Amil Zakat
(BAZ). Tapi semua harus butuh proses dan birokrasi yang memakan waktu lama.
Padahal, uang masuk itu harus segera dibayarkan menjelang Senin (10/8).
Karena itu, Yenmes berupaya mencari pinjaman kiri kanan. Akhirnya ia bisa
mengumpulkan cukup uang sehingga adiknya bisa mendaftar. Tapi, masalahnya
belum selesai begitu saja. Uang pinjaman itu haruslah dibayar. Apalagi sang
peminjam cuma memberi tenggat waktu seminggu.
Karenanya, Yemnes berharap ada uluran tangan dari semua pihak. Agar
pendidikan adiknya yang berprestasi itu tidak terganggu akibat lemahnya
perekonomian keluarga. (*)

--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
===========================================================
Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] 
Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke