“Hormat
Pedang Kapten Inf Irdhan Suheimi”

By : Jepe

 

 

 

Lupakan dulu perbincangan yang
cukup hangat di masyarakat seputar upacara detik-detik proklamasi HUR RI yang
ke 64 yang dilansungkan di Istana Negara dengan Inspektur Upacara dipimpin
lansung oleh Presiden kita Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dengan jargon
kampanye Pilpresnya yang terkenal “Lanjutkan”, begitu juga kiranya kelihatannya
Pak SBY dalam memimpin peringatan detik-detik Proklamasi Negara kita pada pagi
hari ketika Komandan Upacara melapor ke Inspektur Upacara maka SBY berkata
singkat “Lanjutkan” dan sore harinya begitu juga masih berkata “Lanjutkan”
ketika Komandan Upacara melapor saat upacara penurunan bendera pusaka merah
putih. Saya pikir ini keluar dari “pakem” seperti kebanyakan upacara-upacara
resmi yang dilaksanakan baik diinstitusi, organisasi dan lembaga-lembaga
pemerintah dan swasta lazimnya ketika Komandan Upacara melapor kepada Inspektur
Upacara maka jawaban singkatnya adalah “Laksanakan”. Ya sudah saya hanya
menikmatinya saja, malah saking menikmati orang-orang yang ikut saat upacara
penurun bendera di istana Negara sore itu ketika SBY berkata
“Lanjutkan”..walah..walah apa yang terjadi “bertepuk tangan” para pembaca
tulisanku.

 

Saya memang menikmati upacara HUT RI
yang ke 64 ini yang berlansung di Istana Negara baik pada pagi hari maupun sore
hari secara lansung melalui layar kaca yang disiarkan oleh salah satu stasiun
televise swasta kita. Tentunya yang menjadi pusat perhatian saya ingin juga
rasanya menyaksikan salah satu putra terbaik Ranah Minang yaitu Kapten Inf
Irdhan Suheimi dan merupakan putra kebanggaan pasangan Prof dr K Suheimi SpOG
dengan  dr. Zurtias yang terpilih
mengemban tugas Negara yang teramat penting, Kapten Inf Irdhan bertugas sebagai
komandan pasukan (Danki) yang menurunkan bendera pusaka Merah Putih pada sore
hari di Istana Negara Jakarta. Dari beberapa rangkaian acara  yang menarik bagi 
saya adalah cara seorang
tentara melakukan hormat pedang, jika baris berbaris itu sudah biasa dan memang
sudah menjadi  “makanan” sehari-hari
seorang tentara  dengan gerakan langkah
yang rapi, teratur, tegas serta irama langkah yang serentak dengan keindahan
yang sangat halus.

 

Tentang baris berbaris tentara dengan
putra putri terbaik dari 33 Propinsi di Indonesia pada HUT RI yang begitu
memesona ini,  saya jadi ingat sebuah
ungkapan pergaulan di ranah minang dengan teman-teman sebaya dari dulu sampai
saat ini, begini ungkapan tersebut “Jaan waang ajaan lo tantara babarih” sebuah
ungkapan yang bermakna “Jika sesuatu pekerjaan yang dilakukan oleh ahlinya
sebaiknya jangan kita ajarkan lagi mereka” begitu kira-kira maknanya.Bagi saya
sungguh memesona melihat seorang tentara melakukan hormat pedang kepada
Inspektur Upacara, seperti yang dilakukan oleh Kapten Irdhan saat melakukan
penghormatan pedang kepada Inspektur Upacara pada HUT RI ke 64 saat
upacara  penurunan bendera di halaman
Istana Negara.

 

Gerakan hormat pedangnya begitu
tegas, lugas, keras tapi tetap dengan keindahan yang halus dan berseni baik
ketika saat pedang ditarik kedada maupun saat ditebaskan kebawah dengan satu
gerakan otomatis yang terlatih…set..set..set…sangat sempurna dengan kelebat
pedang yang mengkilau. Begitu juga saat selesai penghormatan maka pedang
tersebut kembali di tarik oleh Kapten Irdhan kesisi pinggang sebelah kanannya
dengan pedang terhunus ujungnya keudara lalu dibawa melenggang berbaris dengan
langkah yang tegap dan teratur sambil seirama dengan gerakan pedang yang
dipegang tangan kanannya dengan cengkaraman yang kuat, inilah sebuah
“kekerasan” di dunia tentara yang berseni.

 

Disini saya dapat menarik sebuah
kesimpulan apapun pekerjaan kita bahkan seorang tentara sekalipun dengan sikap
disiplin yang keras dan terkadang “kaku” dengan segala aturan sesuai dengan
dunia ketentaraan, apalagi dipasukan Infantri yang boleh dikatakan “tentaranya
tentara” dengan seni semua kekerasan itu kelihatan indah. Berbahagialah orang
yang mempunyai rasa seni dengan keindahan yang halus, perjayalah jika gerakan
hormat pedang di dunia tentara ketika dilakukan dengan seni penuh keindahan
maka setiap gerakan yang diciptakan adalah TARIAN. Ketika teriakan komandan
“Hormat Senajata Grak” disuarakan dengan seni maka yang keluar adalah NYANYIAN,
tapi apakah ketika SBY menjawab laporan Komandan Upacara dengan kata
“LANJUTKAN” termasuk seni juga ya..ehemmm.

 

Selamat buat Kapten Inf Irdhan
Suheimi yang telah sukses mengemban tugas Negara yang teramat penting dan
tentunya membuat rasa bangga, bahagia dan haru bagi kedua orang tuanya dan juga
 kita-kita sebagai orang minang.Dirgahayu
RI yang ke 64, SEKALI MERDEKA TETAP MERDEKA dan semoga tidak ada Merdeka Dua,
Tiga  kali dan seterusnya MERDEKA itu.

 

 

MERDEKA, Pekanbaru, 17 Agustus
2009




      Berselancar lebih cepat. Internet Explorer 8 yang dioptimalkan untuk 
Yahoo! otomatis membuka 2 halaman favorit Anda setiap kali Anda membuka 
browser. Dapatkan IE8 di sini! 
http://downloads.yahoo.com/id/internetexplorer
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
===========================================================
Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] 
Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke