Assalamu'alaikum  Wr Wr.
Marhabban ya Ramadhan, Selamat menjalankan ibadah Ramadhan, dunsanak
kasadonyo, Mohon maaf lahir bathin.

Wa'alaikum salam
Erwin Moechtar dan Keluarga


Iko ambo salek an ciek tulisan mengenai Balimau dari Gatra :
http://www.gatra.com/artikel.php?id=129442


Ulama Sumbar:
Tradisi *Balimau* Nodai Ramadhan

Padang, 21 Agustus 2009 10:52
Tokoh agama Sumatera Barat Prof Dr Duski Samad menilai, tradisi
*balimau*(mensucikan diri dengan mandi di sungai) menjelang Ramadhan,
akan menodai
Ramadhan itu sendiri, karena tidak ada dalam ajaran Islam.

"Tradisi *balimau* yang masih dilaksanakan masyarakat sangat keliru, karena
ibaratkan musik tidak ada notnya, sehingga tidak memberikan arti apa-apa,"
kata Dosen Pasca-Sarjana IAIN Imam Bonjol Padang itu, ketika diminta
tanggapannya di Padang, Jumat.

Munurut Duski, semestinya menyambut kedatangan ramadhan mempersiapkan diri
secara psikologi dan melatih mengurangi makan sehingga lebih siap dalam
menjalani ibadah puasa.

Selain itu, dianjurkan dalam menyambut ramadhan meningkatkan ibadah dengan
memulai puasa pada bulan rajab dan sa`ban karena ibadah selama ramadhan
banyak.

"Kalau ingin membersihkan diri dengan mandi di rumah saja bisa dan kenapa
harus bercampur baur pada tempat pemandian umum. Menyucikan diri bukan saja
menjelang ramadhan," katanya.

Menyinggung tradisi *balimau* berkaitan dengan wisata, katanya, sesuatu yang
sangat tidak tepat. Apalagi dikait-kaitkan dengan masuknya Ramadhan.

Ketua Bidang Dakwah dan Informasi Komunikasi Majelis Ulama Indonesia (MUI)
Sumbar ini, juga menyinggung soal ziarah kubur yang dikaitkan dengan masuk
ramadhan, yang dinilainya juga tidak benar dan tidak ada dalam ajaran Agama
Islam.

Berziarah ke pemakaman orangtua, saudara dan anggota keluarga lainnya
dianjurkan. Tetapi tidak dibenarkan dikaitkan-kaitkan dengan masuknya
Ramadhan, karena tindakan yang sama bisa dilakukan kapan saja waktunya.

Namun, masyarakat masih salah dalam memahami dan mengaitkan ziarah kubur
dengan masuknya Ramadhan, sehingga menjadi tradisi.

"Ramadhan sesuatu yang agung, terhormat dan mulia, sehingga tidak tepat
dikaitkan dengan tradisi. Makanya masyarakat harus menghindari tradisi atau
sesuatu yang tidak dianjurkan agama," tegasnya. *[TMA, Ant]*

--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
===========================================================
Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] 
Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke