Jum'at, 21 Agustus 2009 , 09:58:00 Sampan Potang Balimau Berkurang <http://www.padangekspres.co.id/index.php?mib=berita.detail&id=10090##>
POTANG BALIMAU: Kecamatan Pangkalan Kotobaru akan kembali melangsungkan tradisi balimau jelang memasuki bulan Ramadhan. Namun hingga kemarin, keberadaan sampan yang akan menjadi sarana wisata dan ritual tersebut tidak seperti tahun-tahun sebelumnya. Limapuluh Kota, Padek--Kecamatan Pangkalan Koto Baru, Kabupaten Limapuluh Kota, Jumat (21/8) ini, diperkirakan bakal menjadi lautan manusia, menyusul dengan digelarnya ajang budaya "potang balimau" di kawasan tersebut. Sejauh ini, berbagai persiapan sudah dilakukan warga Pangkalan Koto Baru bersama panitia pelaksana, untuk menyukseskan ajang tahunan yang sudah menjadi kalender wisata nasional itu. "Kita ingin, potang balimau tahun ini sukses dibanding tahun-tahun sebelumnya. Tentu tertumpang harapan pada panitia, agar bisa mengemas sebaik mungkin,"kata Jhoni Elvizar Datuk Sibijayo dan Imru Datuk Padukak, dua tokoh masyarakat Pangkalan Koto Baru, sewaktu dihubungi Padang Ekspres secara terpisah, Kamis (20/8). Ketua Panitia Pelaksana Potang Balimau di Pangkalan Koto Baru Muhammad Iqbal menyebutkan, untuk menyukseskan acara turuh-temurun itu, pihak panitia sudah jor-joran bekerja. Namun, mungkin karena faktor ekonomi masyarakat dan perantau sedang lesu, jumlah dana yang didapat tidak sebesar tahun-tahun sebelumnya. Sponsor dari swastapun juga belum ada yang memastikan keikutsertaan mereka. Tidak cuma mengalami keterbatasan dana, dalam potang balimau tahun ini, jumlah "bimbau" atau sampan yang akan digunakan warga dan pengunjung untuk berlayar di sepanjang sungai juga jauh berkurang. "Kalau biasanya ada 5 bimbau, sekarang cuma 3 yang dibuat warga. Sedangkan sponsor belum ada yang bikin bimbau. Mungkin karena membuat sebuah bimbau, juga diperlukan dana yang besar, mencapai Rp3-4 Juta," ujar Iqbal, yang tergolong anak muda kreatif di Pangkalan. Meskipun begitu, Iqbal tetap menggaransi, ajang potang balimau di Pangkalan tahun ini masih semarak. "Kita juga yakin, ajang potang balimau tahun ini tidak sekedar mandi-mandi di sungai. Namun penuh dengan nuansa religi, apalagi bimbau yang kita buat berbentuk kubah Masjid. Dan sebelumnya, kita juga menggelar lomba bacakap atau berpatah-petitih ala urang Pangkalan,"sebutnya. Kapalo Bonda Tutup Berbeda dengan masyarakat Pangkalan Koto Baru, yang tetap menggelar ajang potang balimau. Anak Nagari Taram, Kecamatan Harau, pada Jumat (20/8) besok, justru berencana menutup objek wisata Kapalo Bonda yang selama ini sering dijadikan sebagai alternatife tempat balimau masyarakat Kabupaten Limapuluh Kota dan Kota Payakumbuh. "Acara balimau, mungkin tetap dilaksanakan masyarakat Taram. Namun objek wisata Kapalo Bonda, sengaja ditutup esok hari,"kata Wali Nagari Taram Zulkifly Ambay, ketika dihubungi Padang Ekspres. Penutupan ini, menurut Zulkifly Ambay, sengaja dilakukan, karena memang ada peraturan di nagari Taram, kalau setiap hari Jum'at, objek wisata Kapalo Bonda harus ditutup untuk umum. "Walaupun besok potang balimau, tapi karena hari Jumat, Kapalo Bonda tetap tidak bisa dibuka. Ini keputusan nagari dan pengelolah. Apalagi Taram merupakan nagari yang termasuk pilot projej program revitalisasi nagari adat di Kabupaten Limapuluh Kota," ungkap Zulfily Ambay. Sementara itu, objek wisata Lembah Harau nan memukau dan objek wisata Batang Tabik nan sejuk, selama potang balimau, dipastikan tetap dibuka seperti biasa. (frv) -----Original Message----- From: [email protected] [mailto:[email protected]] On ........... Caliaklah contoh karajo "mandi balimau" nan bakalabiahan ko, tapi indak ado nan mandi doh, aratinyo batambah kumuah bapalauah-paluah. Lai tampak barangkali gambar jariang bagai ... :) http://melayuonline.com/culture/?a=b1ZaIC9zVEkvUXZ5bEpwRnNx%3D&lang=Engl ish Salam, --MakNgah The above message is for the intended recipient only and may contain confidential information and/or may be subject to legal privilege. If you are not the intended recipient, you are hereby notified that any dissemination, distribution, or copying of this message, or any attachment, is strictly prohibited. If it has reached you in error please inform us immediately by reply e-mail or telephone, reversing the charge if necessary. Please delete the message and the reply (if it contains the original message) thereafter. Thank you. --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ . Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama =========================================================== Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
<<inline: image001.jpg>>
