BER ROYAL- ROYAL DI RAMADHAN
Oleh : K Suheimi
Kalau ajakkan Rasul dan ajaran agama, agar selama Ramadhan kita lebih sederhana
dan lebih hemat, diajar merasakan haus dan lapar seperti yg hampei setiap hari
dirasakan si miskin, sehingga menimbulkan kesantunan pada si miskin. Lalu kita
berbagi kepada si miskin
Di bulan Ramadhan kita diseru menahan selera dan hawa nafsu, sehingga makanan
sedikit dan secara sederhana, dengan demikian. Ramadhan yg di kenal sebagai
bulan pembakaran dosa ini juga ikut membakar lemak yg ada di tubuh terutama yg
ada dalam pembuluh darah. Pembakaran lemak ini akan menghasilkan benda keton
sehingga nafas orang berpuasa itu menjelang berbuka akan berbau keton terbau
agak busuk.
Ajaran merasakan seperti yg dirasakan orang miskin melahirkan sifat santun dan
ingin berbagi dg anak Yatim dan orang miskin
Tapi kenyataan yg terlihat di bulan Ramadhan seakan-akan berlomba dan
berfoya-foya. Kita tertegun menyaksikan. Pasar-pasar, tempat beli pabukoan
diserbu beramai-ramai.
Orang berbukapun melomba nafsu makanannya, sehingga tampak di meja hidangan yg
melimpah, begitupun persiapan makan sahur.
Begitupun toko_toko kue antrian orang berbelanja dan memesannya
Tukang jahit seperti kehabisan waktu dan kehabisan tanaga meladani permintaan
buat baju baru.begitupun toko-toko di penuhui oleh pembeli yg menyalurkan nafsu
belanjanya. Apalgi iming-iming toko di bulan Ramadan ini disambut oleh
jor-joran diskon dan ajakan budaya konsumtif lainnya dari pusat-pusat belanja,
melebihi ajakan spiritualitas Ramadan.
Kelihaian pedagang menawarkan surga belanja di bulan Ramadan ini. , maka
berdesakakkanlah orang meramaikan tempat perbelanjaannya ini
Entah berapa banyak biaya yg di keluarkan satu keluarga untuk menyongsong
Ramadhan ini, “tak kayu jenjang di keping, tak emas bungkal di asah”. asal
bisa mendapatkan yg diinginkan, tak segan-segan dia meminjam dan menggadaikan
barang... Yang jelas dari tahun ke tahun budaya konsumsi semakin digenjot
mengiringi bumbu spiritualitas Ramadan yang terkesan seadanya.
Budaya harus puilang mudik kampung , ziarah kekkubur,, sehingga berapapun
sulit dan berapun besarnya biaya transportasi tak di hiraukan
Padahal di Makah saya lihat, , tidak ada orang ziarah kekubur apalagi mendoa
diatas kubur. Kalau mau berdo”a , pergi ke Masjid kata seorang sahabat saya yg
sudah lama di Makkah. Perempuan tak boleh masuk ke pekarangan kuburan,
walaupun yg dihantar kekuburan adalah suaminya
Penyelenggaraan kematian dan penguburan sangat sederhana, dan kuburunnyapun
sangat sederhana, tanpa ada batu mejan diatas kuburan itu. Disatu lobang
kuburan itu terhimpun ribuan mayat-mayat yg berkubur. Makanya Maqam kuburabn di
Baqi, sejak zaman dahulu kala besarnya sebesar itu saja. Karena dunia ini tidak
di peruntukkan bagioorang mati, tapi harus di manfaatkan oleh orang hidup.
Maka bulan Ramadhan tahun lalu saya ke Umrah ke Makkah, yang ramai adalah
Masjid, siang dan malam
Malam di ramaikan dg diawali shalat Magrib kemudioan berbuka di Masjid dg
hanya memamakan beberapa butir korma, hanya sepring kecil. Kemudian
dilanjutakan Shalat Isya dan shalat Tarwih dg ayat yg panjang-panjang. Berkhir
sampai jam 11 malam. Nanti kita teruskan lagi shalat malam berakhir sampai jam
3.30 lau kita pulang makan sahur. Subuhnya kembali lagi ke Masjid melakukan
shalat subuh.
Jadi makan hanya satu kali makan sahur saja, tapi badan terasa lebih ringan dan
lebih lincah serta sehat. Banyak kerja yg bisa di lakukan dselamabulan Ramdhan
kerna kata Rasul “Summu Tasihu” puasalah agar kamu sehat.. Orang sehat
produktivitasnya tinggi.
Makan sedikit, tidur sedikiit. Ketika hari raya selasai shalat Id, orang pada
tidur , rumah dan pasar sepi, tidak tampak mobil di jalan-jalan. Semua
istirahat menikmati hasil Ramadhan yg telah di jalankan.
Betul-betul di bulan puasa bulan penghematan, hemat makanan dan hemat
perbelanjaan lain. Sampai-sampai persiapan utnuk hari raya hanya utk pergi
shalat Idul fi
Ini yg saya saksikan dan ini yg dilakukan di Makkah sampai ke Jeddah tak ada
Foya-Foya dan tak ada ke mubaziran dan tak ada ke Royalan.
Saya sedih : bulan rRamadahan yg penuh berkah, siapakah yg mendapat berkah?.
Kalau budaya dan cara pelaksanaan dan pendangan kita masih seperti ini.
Karena budaya yang entah mulai kapan ini, angka konsumsi di bulan Ramadan
memang melonjak tajam..
Dan yg sangat banyak menanguk keuntungan adalah pemodal besar yg menyediakan
segala kebutuhan yg sangat melionjak di bulan Ramadhan, mulai kebutuhan perut
dan kebutuhan kemewahan.
Lihatlah fenomena kenaikan harga bahan pokok menjelang Ramadan, pemborosan
konsumsi makanan, konsep mudik, budaya kemewahan di hari raya sampai kesalahan
manajemen THR oleh para karyawan.
Akankah dan kapankah kita mau memeluk Islam secara Kaffah? Yang kita amati
sekarang lain yg di inginkan agama lain yg dikerjakan, semakin jauh panggang
dari api
Ya Allah Tunjukkilah kami jalanMu yang lurus dan Yang benar
Bukan jalan orang-orang yang Engkau murkai
Dan bukan pula jalan orang_orang yg sesat Amiiin
Untuk itu ingin saya petikkan sebuah Firman Suci Nya dalam Al Qur'an
Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana
diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa. (QS. 2:183)
Padang 22 Agustus 2009
Terima Kasih
Prof.H.K.Suheimi, SpOG(K)
Lebih Bersih, Lebih Baik, Lebih Cepat - Rasakan Yahoo! Mail baru yang
Lebih Cepat hari ini! http://id.mail.yahoo.com
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
1. Email besar dari 200KB;
2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi;
3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama
===========================================================
Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected]
Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---