Sanak Michel, anggota dewan yang terhormat;

01-awalnya saya mencoba menggoda Uda Datuak Marah Bangso yang sedang menahan 
emosi saat shaum di siang bolong;

02-lalu mencoba menyadarkan diri saya sendiri dan qta untuk melakukan aksi 
nyata (bukan wacana, apalagi debat pilot), khususnya bagi yang menyatakan 
dirinya memiliki jatidiri dan nasionalisme yang kuat, wa bil khusus pejabat 
negara kesatuan republik indonesia yang pasti sudah mengetahui dan memahami 
tentang pokok masalah yang qta bincangkan;

03-alhamdulillah, ada seorang Michel; Anak Nagari Minangkabau, Anak Bangsa, dan 
pejabat Negara Kesatuan Republik Indonesia, yang merespon (02) dalam aspek 
karakter, etika, dan kreatifitas;

04-masalahnya bukan pada suka tidak suka serta benci atau bukan; tetapi ketika 
political will negara ini tidak mengindikasikan (apalagi tidak ada) untuk upaya 
terus menerus (program, BUKAN PROYEK yang hanya mementingkan laporan dan masih 
sangat banyak terjadi sampai saat ini, termasuk di rumah rakyat yang bernama 
dpr) mengelola jatidiri bangsa melalui pelestarian tinggalan (tangible, 
intangible) budaya bangsa, maka percayalah bahwa saya, Michel, qta, bangsa, dan 
negara ini hanya akan menjadi tukang protes atas pembajakan property rightnya 
sendiri;

05-nan lalok makanan nan jago, nan bodoh manakan nan santiang, kapitalisme 
melahap semua manusia bodoh, kapitalisme menghajar semua yang tak peduli dengan 
jatidiri;

ASLIM NURHASAN +62811103234 +62811918886
Powered by Berbuat Nyata, Produktif, Positif, Konstruktif, dan Sinergis®

-----Original Message-----
From: "M. Ichlas El Qudsi (Michel)" <[email protected]>

Date: Sun, 23 Aug 2009 07:39:22 
To: Rantau<[email protected]>
Subject: [...@ntau-net] Re: Tari Pendet di Malay


Sanak Aslim nan ambo hormati..

Beberapa waktu yg lalu tim kesenian malaysia juga pernah menampilkan kesenian 
tariannya yg diiringi oleh lagu minang..dimana lagu minang tsb dikarang oleh 
seniman minang yg jelas nama n asal usulnya..langsung saja diprotes oleh 
delegasi Indonesia...lalu mereka minta maaf..

Menurut ambo persoalannya bukanlah soal asal usul n kebangsaan..persoalannya 
adalah terkait dg karakter,etika n kreatifitas.. Apakah boleh seseorang 
mengklaim sesuatu yg bukan miliknya sbg miliknya..ini soal etika...yg jelas 
kalaupun ada org malaysia yg berasal dr minangkabau terus akan menjadikan semua 
produk adat budaya minang adlh punya malaysia..dan krn ada keturunan aceh, 
ambon, bugis dls trus mereka juga akan mengklaim kebudayaan tsb..adalah sangat 
aneh..mengabaikan etika moralitas hanya krn alasan uang...terlepas dr apakah 
org tsb tdk memanfaatkan budaya punya nya sendiri. 

Tp saya kira ini memang sdh karakternya malaysia..karena mereka tdk punya 
kreatifitas maka mereka mengklaim apa saja..

Mohon maaf, saya bukanlah pembenci malaysia..saya hanya tdk suka thd apa yg 
dilakukannya terkait dg hal2..

Dengan rendah hati & penuh persaudaraan
Mohammad Ichlas El Qudsi (Michel)
http://www.michel-elqudsi.com
http://www.michelleadershipcentre.com

*Bertindak sesuai ucapan, berucap dengan komitmen*
Sent from my BlackBerry®Isat
Handheld


-----Original Message-----
From: "ASLIM NURHASAN" <[email protected]>

Date: Sun, 23 Aug 2009 05:47:10 
To: Milis M-RantauNet G<[email protected]>
Subject: [...@ntau-net] Re: Tari Pendet di Malay


Uda Datuak nan mulia;

Siang bolong emosi bagoyang di saat shaum, memang sangat tidak enak;

Daripada EMOSIONAL, mungkin RASIONALISASI bahwa mereka mempunyai darah (dalam 
tubuh mereka mengalir darah) Minangkabau, darah Jawa, darah SundaN dan darah 
suku bangsa Indonesia lainnya; artinya mereka memiliki DNA yang sama dengan 
Bangsa Indonesia;

BERHAKkah BANGSA MALAYSIA ATAS SEMUA YANG TELAH MEREKA AKUI.....?;

Logikanya, berhak ..!, RASIONAL ..!

Bukan Emosional,
Daripada Mubazir;

Saudara sedarah TIDAK PERNAH MENGHARGAI peninggalan Nenek Moyang BERSAMA; 
daripada mubazir, atau "diaku" oleh "orang lain" yang "pasti" tidak memiliki 
DNA /Darah Nenek Moyang BERSAMA, disamping itu "toh saudara sedarah" sangat 
tidak memahami economic value dari tinggalan Nenek Moyang BERSAMA; mendingan 
qta yang MELESTARIKAN dan sekalian MENIKMATI "duit"nya;

InsyaALLAH, inilah dasar kenapa Malaysia sangat berani MENGAKUI MILIK MEREKA 
dan melakukan upaya produktif untuk kesejahteraan rakyatnya;

Kita...?
Indonesia, apa yang sudah Kau lakukan?...... Hhe99x;

ASLIM NURHASAN +62811103234 +62811918886
Powered by Berbuat Nyata, Produktif, Positif, Konstruktif, dan Sinergis®

-----Original Message-----
From: [email protected]

Date: Sun, 23 Aug 2009 05:20:29 
To: <[email protected]>
Subject: [...@ntau-net] Tari Pendet di Malay


Setelah Reog Ponorogo dan sebelumnya lagu Rasa Sayange dan Rendang mereka akui 
sebagai produk kesenian dan kuliner mereka, sekarang Tari Pendet Bali yang 
mereka gunakan untuk promosi pariwisata mereka. Setelah ini apa lagi? Maunya 
apa sih Malaysia tersebut terus menggoyang emosi kita? Apa mereka tidak punya 
kreatifitas sendiri atau.....? Yah... Sedang puasa.... (Sambil urut dada)
Wassalam,
HMDTMB (52+)
Powered by Telkomsel BlackBerry®






--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
===========================================================
Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] 
Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke