AslmWrWb

Persoalannyo, katiko rajo2 paguruyuang, bugis, jao dll tu datang ka
malaysia, alun aduh indonesia jo malaysia tu doh.
Jadi baa pulo inyo ka maajakan ka anak cucunyo kito dari "Indonesia"?

Bahkan pasukan minang diundang untuak mamarangi pasukan bugis, kalau
ambo indak salah.
Dan sebelum adohnyo Indonesia tu, nenek moyang rang minang tu di ranah
baparang pulo jo Aceh, Batak dll.

Btw, Soal pulau, iko contoh pengakuan menlu kito tantang lapehnyo
Sipadan/Ligitan.

Tapi rakyat lah dipanehi2 duluan supayo siap parang jo malaysia....
--

http://www.mediaindonesia.com/read/2009/06/06/82238/15/1/Sipadan-Ligitan-Memang-Bukan-Wilayah-Indonesia


SURABAYA--MI: Menteri Luar Negeri (Menlu) Hassan Wirajuda menegaskan
bahwa Pulau Sipadan dan Ligitan sesungguhnya memang bukan wilayah
Indonesia, karena itu Sipadan-Ligitan bukan wilayah kedaulatan
Indonesia yang lepas.

"Sipadan-Ligitan juga bukan wilayah Malaysia, tapi ibarat dua anak
yang menemukan sebutir kelereng, lalu keduanya berebut memiliki
kelereng itu, jadi kelereng itu sebenarnya bukan milik keduanya, tapi
temuan," katanya di Surabaya, Jumat (26/6).

Ia mengemukakan hal itu di hadapan ratusan mahasiswa dalam kuliah umum
bertajuk Perundingan Batas Wilayah Maritim Dengan Negara Tetangga yang
diadakan Fakultas Hukum (FH) Universitas Airlangga (Unair) Surabaya.
Dalam acara yang juga dihadiri Wakil Menlu Triyono Wibowo, ia
mengatakan konsep kewilayahan negara yang diatur dalam UU 4/Prp/1960
tentang negara kepulauan (peta wilayah Indonesia baseline NKRI) memang
tidak memasukkan Sipadan-Ligitan.

"Jadi, fakta sejarah menunjukkan Sipadan-Ligitan memang bukan wilayah
kita, tapi juga bukan wilayah Malaysia, karena itu Indonesia dan
Malaysia berebut untuk memilikinya dengan mengembangkan berbagai
argumentasi," katanya.

Namun, katanya, Mahkamah Internasional (MI) tidak mengakui argumentasi
Malaysia bahwa Sipadan-Ligitan merupakan bagian dari Kesultanan Sabah,
namun argumentasi Indonesia bahwa Sipadan-Ligitan merupakan bagian
dari Kesultanan Wuluhan juga tidak diakui.

"Argumentasi yang diterima MI bukan karena Malaysia lebih dulu masuk
ke Sipadan-Ligitan dan membangun dermaga, namun bukti sejarah yang
paling awal masuk Sipadan-Ligitan yakni Inggris (penjajah Malaysia)
dan Belanda (penjajah Indonesia)," katanya.

Dalam kaitan itu, Malaysia akhirnya dapat membuktikan bahwa Inggris
paling awal masuk Sipadan-Ligitan dengan bukti berupa mercusuar dan
konservasi penyu, sedangkan Belanda hanya terbukti pernah masuk ke
Sipadan-Ligitan, tapi singgah sebentar tanpa melakukan apa pun.
(Ant/OL-03)

Wassalam
fitr tanjuang

2009/8/23 Ryan Firdaus <[email protected]>:
> Assalamualaikum wr.wb

>
> bilo ado nan mudo2 yang ado jiwa seni...cubo mengembangkan budaya atuak
> neneknyo...inyo menganggap itu lah manjadi budaya inyo pulo...salahnyo
> datuak neneknyo nan indak manyabuik ka anak cucunyo...budaya nan ado kiniko
> adolah budaya nan atuak bao dari tanah asa atuak: INDONESIA....mano nan
> sadar..nyo tarimo ...mano nan Ego..nyo taruih se...
>
> > wassalam ryan L 42 suku piliang asa Balingka...Ipoh Malaysia
>

--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
===========================================================
Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] 
Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke