Mari kita arifi dengan melakukan introspeksi kedalam, kita sangat kaya
dengan segalanya (Kuliner, Budaya, kerajinan) tetapi siapa yang
menjaganya yang saat ini dunia sudah semakin pendek dan singkat untuk
membuat dan meniru yang didukung oleh naluri "Pancilok" dengan
memanfaatkan berbagai kepandaian media hingga kita masih terlena sampai
hari ini, ...

Bangunlah lagi Indonesia, sudah berapa banyak macam ragam yang kita
punyai yang sudah, sedang dan akan "dicilok" orang.

Note :

Salam
IMRJ

-----Original Message-----
From: [email protected] [mailto:[email protected]] On
Behalf Of ASLIM NURHASAN
Sent: Sunday, August 23, 2009 12:47 PM
To: Milis M-RantauNet G
Subject: [...@ntau-net] Re: Tari Pendet di Malay

Uda Datuak nan mulia;

Siang bolong emosi bagoyang di saat shaum, memang sangat tidak enak;

Daripada EMOSIONAL, mungkin RASIONALISASI bahwa mereka mempunyai darah
(dalam tubuh mereka mengalir darah) Minangkabau, darah Jawa, darah
SundaN dan darah suku bangsa Indonesia lainnya; artinya mereka memiliki
DNA yang sama dengan Bangsa Indonesia;

BERHAKkah BANGSA MALAYSIA ATAS SEMUA YANG TELAH MEREKA AKUI.....?;

Logikanya, berhak ..!, RASIONAL ..!

Bukan Emosional,
Daripada Mubazir;

Saudara sedarah TIDAK PERNAH MENGHARGAI peninggalan Nenek Moyang
BERSAMA; daripada mubazir, atau "diaku" oleh "orang lain" yang "pasti"
tidak memiliki DNA /Darah Nenek Moyang BERSAMA, disamping itu "toh
saudara sedarah" sangat tidak memahami economic value dari tinggalan
Nenek Moyang BERSAMA; mendingan qta yang MELESTARIKAN dan sekalian
MENIKMATI "duit"nya;

InsyaALLAH, inilah dasar kenapa Malaysia sangat berani MENGAKUI MILIK
MEREKA dan melakukan upaya produktif untuk kesejahteraan rakyatnya;

Kita...?
Indonesia, apa yang sudah Kau lakukan?...... Hhe99x;

ASLIM NURHASAN +62811103234 +62811918886
Powered by Berbuat Nyata, Produktif, Positif, Konstruktif, dan
Sinergis(r)

-----Original Message-----
From: [email protected]

Date: Sun, 23 Aug 2009 05:20:29 
To: <[email protected]>
Subject: [...@ntau-net] Tari Pendet di Malay


Setelah Reog Ponorogo dan sebelumnya lagu Rasa Sayange dan Rendang
mereka akui sebagai produk kesenian dan kuliner mereka, sekarang Tari
Pendet Bali yang mereka gunakan untuk promosi pariwisata mereka. Setelah
ini apa lagi? Maunya apa sih Malaysia tersebut terus menggoyang emosi
kita? Apa mereka tidak punya kreatifitas sendiri atau.....? Yah...
Sedang puasa.... (Sambil urut dada)
Wassalam,
HMDTMB (52+)
Powered by Telkomsel BlackBerry(r)




--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
===========================================================
Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] 
Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke