Nah, ikolah salah satu contoh usaho hubungan silaturrahmi antara masyarakat 
tetangga nan paralu kito punji dan kito kambangkan. Langkah-langkah hubungan 
baik ko mungkin ado areknyo jo sumbangan salah satu usaho pribadi nan takana di 
ambo dari adidunsanak kito Yosza Dasril (dari Payokumbuah, kini di Malaka). 
Wakatu baliau maaja di Universitas Trengganu duo-tigo tahun nan lalu, Angku 
Yosza mambawo saoto gadang mahasiswa baliau ka Bukittinggi dan beberapa daerah 
di Sumatera Barat. Baitu juo Misi Persahabatan nan dilakukan anggota Lapau 
kitgo juo adolah usaho Angku Junaidi mambawo rombongan Rang Rantau baliau 
sampai-sampai ka Sawah Lunto. 

Hubungan-hubungan ko kito caliak juo tumbuahnyo silaturrahmi degan lahirnyo 
Sister City antaro babarapo dua kota di Sumatera Barat dan di Malaysia.

Usaho-usaho manyambuangkan silaturrahim iko mudah-mudahan mambuahkan hubuagan 
baiak antaro Minangkabau jo nagari Jiran, paralu disokong dan ditaruihkan 
dengan penuh kedamaian. Selanjutnyo mudah-mudahan dapek pulo manyumbang 
maringankan baban-baban barek raso kebencian nan diambuih-ambuihkan oleh 
unsur-unsur anti-tetangga.

Salam,
--MakNgah
--- In [email protected], "Nofiardi" <nofia...@...> wrote:
>
> Bukittinggi | Kamis, 27/08/2009 16:18 WIB
> 
> Hubungan Bukittinggi - Trenggano Kian Intensif
> 
>  
> 
> Bukittinggi, (ANTARA) - Di tengah gentingnya hubungan
> Indonesia-Malaysia, ada suasana lain yang cukup menyejukkan hati kedua
> warga negara tersebut, khususnya warga Bukittinggi dan Trenggano. Tiga
> tahun terakhir ini kedua daerah secara intens menjalin kerjasama,
> terutama di bidang pendidikan dan bidang lainnya seperti pariwisata dan
> ekonomi. 
> 
> Kerjasama di bidang pendidikan diwujudkan dengan menyelenggarakan
> pertukaran pelajar dari sekolah-sekolah di kedua daerah. Program
> pertukatan pelajar ini tidak hanya terfokus pada perpidahan proses
> belajar para siswa, tapi juga diikuti dengan kunjungan kekeluargaan
> orang tua angkat masing-masing siswa ke daerah asal siswa tersebut. 
> 
> Seperti yang disampaikan Abdul Azis Endut, pimpinan homestay Trenggano
> saat berkunjung ke kantor Balaikota Bukittinggi bersama rombongan ,
> Kamis (27/8). 
> 
> Ia menyampaikan rencana kunjungan orang tua asuh yang pernah menjadi
> keluarga asuh siswa Bukittinggi yang mengikuti program 
> pertukaran pelajar kedua daerah. Kunjungan ini direncanakan akan
> berlangsung dua Desember mendatang. 
> 
> "Bukittinggi sudah menjadi buah bibir bagi masyarakat di Trenggano.
> Keindahan, kenyamanan kota dan keramahtamahan warga Bukittinggi menjadi
> magnet tersendiri bagi masyarakat kami untuk berkunjung ke kota berhawa
> sejuk ini. Saat kami menyampaikan rencana program ini kepada orang tua
> asuh, mereka sangat berantusias. Ini terbukti dengan banyaknya keluarga
> yang mendaftar. Dari seleksi yang kami lakukan, sudah ditetapkan
> sebanyak 40 keluarga asuh yang akan berkunjung ke Bukittinggi Desember
> mendatang," jelas Abdi Azis. 
> 
> Kunjungan ini tambahnya bertujuan untuk menjalin hubungan silaturrahmi
> antara keluarga asuh dengan keluarga siswa tersebut. Selain itu
> kunjungan ini bermaksud untuk memprkenalkan kota Bukittinggi sebagai
> salah satu tujuan wisata masyarakat Trenggano. 
> 
> "Kami juga berharap setelah kunjungan ini, juga ada kunjungan balasan
> keluarga asuh dari Bukittinggi. Para siswa dari Trenggano banyak yang
> mengusulkan agar program ini cepat di selenggarakan. Mereka meminta
> tidak hanya orang tua tapi juga saudara angkat mereka dapat berkunjung
> ke sana dan berkenalan dengan keluarga mereka", ujar Che Wat bin 
> Ibrahim, salah satu anggota rombongan. 
> 
> Rombongan yang berjumlah enam orang ini disambut Kadisdikpora, Dr.
> Yalvema Miaz,M.A., Kabag Humas, Drs. Almudjafri, Kasi Kurikulum, Arief
> Gusman, dan Marhalim Syah Sekretaris Kota Seremban di ruang rapat Setda.
> 
> 
> Sementara Yalvema menyambut baik rencana tersebut. Hubungan yang
> terjalin antara kedua daerah selama tiga tahun berjalan harmonis. Untuk
> lebih manyempurnakan hubungan tersebut memang dibutuhkan
> pertemuan-pertemuan kecil guna mengevaluasi dan merancang program ini
> lebih semprna kedepannya. 
> 
> "Hubungan silaturrahmi kedua daerah, khususnya kedua keluarga memang
> harus difasilitasi. Kita akan terus berdiskusi antara kedua belah pihak
> untuk mencari kegiatan-kegiatan baru untuk mengisi program pertukaran
> pelajar ini. Banyak hal yang menjadi masukan dan sumber inspirasi bagi
> Bukittinggi dari kota seberang tersebut. Terutama dalam hal pengelolaan
> industry kepariwisataan dan system pendidikan," jelas Yalvema.(ham) 
> 
> http://www.antara-sumbar.com/id/index.php?sumbar=berita&d=3&id=43685



--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
===========================================================
Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] 
Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke