2009-09-05
Indonesia Hidup dengan Gizi Buruk

[JAKARTA] Sebagian rakyat Indonesia saat ini masih mengalami masalah kekurangan 
gizi makro (karbohidrat dan protein), yakni gizi buruk dan gizi kurang. Hal itu 
tercermin dari hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdes) dan data Organisasi 
Pangan dan Pertanian (FAO).

Berdasarkan Riskesdes 2007, prevalensi nasional gizi buruk pada anak balita 
mencapai 5,4 persen dan gizi kurang 13 persen. Kemudian, 13,3 persen anak 
laki-laki dan 10,9 persen anak perempuan usia sekolah (6-14 tahun) tergolong 
kurus berdasarkan perbandingan berat/tinggi badan, serta 13,6 persen wanita 
usia subur (15-45 tahun) mengalami kurang energi kronis.

Sedangkan data FAO menunjukkan, secara umum konsumsi susu, daging, sayur, 
telur, dan ikan, rakyat Indonesia lebih rendah dibanding Amerika, Inggris, 
Australia, bahkan dengan negara-negara di Asia, seperti Jepang, Malaysia, 
Thailand, dan Filipina.

Terkait hal itu, Guru Besar Institut Pertanian Bogor (IPB) Ali Khomsan kepada 
SP, Jumat (4/9), menyatakan faktor-faktor yang mengakibatkan munculnya gizi 
buruk dan gizi kurang, antara lain kemiskinan, tingkat pendidikan, pola hidup, 
sosio-budaya, dan ketidaktahuan tentang gizi.

"Akar utama masalah gizi kurang adalah kemiskinan. Kemiskinan bisa diatasi, 
maka gizi kurang pun bisa diatasi. Jadi program yang harus dilakukan adalah 
pengentasan orang miskin," katanya.

....dst ... lihat Suara Pembaruan.....

--- In [email protected], "ASLIM NURHASAN" <aslimnurha...@...> wrote:
>
> Bapak Drs. Bastiam, MM, Sanak Nofiardi, Sanak Akmal N. Basral, sarato Sanak 
> Sapalanta lainnyo;
> 
> Rancak aliahkan energi untuak melakukan perbuatan-perbuatan positif, 
> produktif, langsuang, dan nyato untuak maurus khasanah budaya dan sejarah nan 
> awak miliki;
> 
> Mohon hentikan selalu kaluanyo "ENERGI NEGATIF" nan ndak akan bakasudahan, 
> sarupo iko;
> 
> Salam ta'zim;
> 
> ASLIM NURHASAN
> +62811918886 |+62811103234
> Powered by |Berbuat Nyata |Positif |Produktif |Konstruktif |Sinergis |®
> 
> -----Original Message-----
> From: "akmal.n.basral" <an...@...>
> Date: Sun, 6 Sep 2009 18:36:06 
> To: <[email protected]>
> Subject: [...@ntau-net] Re: Malaysia dan Budaya Kita
> 
> 
> sekitar 2 pekan lalu, tim redaksi kanal televisi 'discovery channel' sudah 
> menyampaikan permintaan maaf dan pengakuan bertanggung jawab atas 
> dimasukkannya tari pendet dalam serial dokumenter 'enigmatic malaysia' yang 
> mereka buat untuk kanal itu.
> 
> Jadi kalimat pertama artikel di bawah ini 'Ulah Malaysia yang menggunakan 
> tari Pendet sebagai promosi dunia pariwisata ...dst" yang ditulis DUA PEKAN 
> setelah adanya klarifikasi kisruh tari pendet, justru tidak memperhatikan 
> perkembangan yang terjadi selain terus mengobarkan semangat ultra-nasiolistis 
> yang tidak perlu., serta  menunjukkan sang penulis, dan terutama redaktur 
> yang meloloskan tulisan itu,  yang tidak tanggap terhadap dinamika kasus ini..
> 
> salam,
> 
> akmal n. basral
> 
> Sent from ANB's BlackBerry®
> 
> -----Original Message-----
> From: "Nofiardi" <nofia...@...>
> Date: Sun, 6 Sep 2009 10:51:06 
> To: <[email protected]>
> Subject: [...@ntau-net] Malaysia dan Budaya Kita
> 
> Malaysia dan Budaya Kita
> 
> PadangKini.com | Sabtu, 05/09/2009, 12:54 WIB 
> 
> Ulah Malaysia yang menggunakan Tari Pendet ......


--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
===========================================================
Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] 
Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke