Harian Umum Singgalang-Padang
Senin, 07 September 2009

Gubernur Mendatang

(Fachrul Rasyid HF)

Isu bahwa Gubernur Gamawan Fauzi, tidak akan maju lagi dalam pemilihan Gubernur 
Sumatra Barat periode 2010-2015, tampaknya semkain kuat. Karena itu agaknya 
Singgalang dalam edisi sebelumnya mulai mengapungkan sejumlah nama tokoh yang 
disebut-sebut atau menyebut diri sebagai pengganti gubernur tersebut.
Meski demikian, berita Singgalang Jumat (28/8) berjudul “Salah Pilih Gubernur 
Sumbar akan Hancur”, secara tak langsung mengingatkan bahwa siapa pun boleh 
mencalonkan diri jadi gubernur. Tapi, tentu saja, tak semuanya layak dipilih. 
Kenapa?
Seperti diungkapkan Singgalang dalam berita tersebut, dialog yang berlangsung 
terbatas dan bebas tanpa protokoler dan tanpa dihadiri staf, antara Gubernur 
Gamawan Fauzi sebagai pribadi dan para pengamat sebagai pribadi yang lain di 
Restoran Rumah Nenek 27 Agautus lalu, mencoba menjawab pertanyaan tersebut. 
Pertama, calon gubernur periode mendatang mestilah orang yang memahami secara 
mendalam kondisi objektif, peluang dan tantangan Sumatra Barat hari ini dan ke 
depan. Kondisi, peluang dan tantangan itu diproyeksikan pada sistem 
pemerintahan daerah yang berlaku saat ini, fakta yang berkembang dalam 
pemerintahan dan kondisi sosial budaya dan sosial politik dan ekonomi 
masyarakat Sumatra Barat belakangan.
Antara lain bahwa Sumatra Barat secara ekonomi miskin sumber daya alam, minim 
peluang investasi besar dan masih berkutat pada bidang pertanian, industri dan 
jasa skala kecil. Meski demikian Sumatra Barat memiliki sumber daya manusia 
yang didukung tingkat pendidikan masyarakat yang relatif lebih maju, keberadaan 
lembaga pendidikan menengah dan tinggi yang memadai, bahkan dibandingkan 
provinsi tetangga.
Di samping itu, satu hal yang tak boleh diabaikan adalah bahwa provinsi ini 
merupakan sebuah wilayah kesatuan hukum adat Minangkabau. Meski tiap daerah 
punya kewenangan otonomi namun secara keseluruhan mestilah berada dalam satu 
gerak dan rencana terarah dan terkoordinasi berdasarkan nilai-nilai budaya 
Minangkabau yang berbasis pada Islam. 
Dengan pemahaman yang menyeluruh tentang kondisi, potensi, peluang dan tangan 
tersebut kehadiran calon Gubernur Sumatra Barat yang akan datang diharapkan, 
kalau tak akan menambah, ia tidak mengurangi kemajuan yang telah diraih selama 
ini. 
Dari pemahaman itu, calon Gubernur Sumatra Barat yang akan datang bukanlah 
tokoh yang bermotivasi meraup keuntungan dari potensi yang ada. Jika itu 
terjadi niscaya akan berimplikasi langsung pada penyimpangan APBD, 
akuntabilitas, transparansi dan prinsip-prinsip pemerintahan yang baik yang 
pada akhirnya akan berdampak buruk pada pelayanan, peningkatan ekonomi dan 
kesejahteraan rakyat.
Berangkat dari pertimbangan tersebut muncul argumentasi dan pilihan-pilihan 
prasyarat tentang figur dan porofil gubernur yang dianggap relevan dengan 
Sumatra Barat hari ini ke depan. Antara lain pilihan bahwa gubernur yang akan 
datang masih diperlukan seorang birkorat/pamong senior yang kepemimpinannya 
dianggap sukses, diterima/dirasakan masyarakat sepanjang karirnya dan telah 
mendapat pengakuan dari pemerintah pusat. Baik di segi penyelenggaran 
pemerintahan, administrasi keuangan/ pembangunan, penegakkan hukum, mapun di 
segi pemberdayaan sosial budaya masyarakat. 
Pemikiran ini dilandasi pertimbangan bahwa pendidikan politik setelah Orde Baru 
belum sepenuhnya mampu melahirkan figur pemimpin kepala daerah yang profesional 
dan kompetensional yang memahami administrasi pemerintahan, perencanaan dan 
strategi pembangunan ekonomi dan pemberdayaan sosial budaya masyarakat. Bahkan 
diperkirakan sampai 20 tahun Reformasi kepemimpinan kepala daerah birokrat 
pamong masih perlu dipertimbangkan.
Tanpa mengabaikan beberapa kepala daerah non birokrat yang sukses, pengalaman 
selama ini juga bisa dirujuk. Banyak diantara kepala daerah, meski terpilih 
dengan suara mayoritas namun kepemimpinannya tak didukung dan tak mampu 
menyerap aspirasi mayoritas. Bahkan ada kepala daerah yang berjalan dengan 
kebijakan sendiri-sendiri yang kadang bertolak belakang dengan aspirasi dan 
kondisi daerahnya. Akibatnya, kursi jabatan dijadikan kursi belajar sehingga 
terjadi stagnasi peningkatan kesejahteraan rakyat selama periode 
kepemimpinannya.
Pertimbangan bahwa calon Gubernur Sumatra Barat yang akan datang punya 
integritas dan kepemimpinannya perlu mendapat pengakuan pemerintah pusat 
didasarkan pada fakta bahwa PAD Sumatra Barat masih minim ( 60% berasal dari 
pajak kendaraan) dan sebagian besar APBD serta pembiayaan pembangunannya 
berasal dari pusat. 
Alasan kenapa calon Gubernur Sumatra Barat yang akan datang mesti memahami/ 
menyadari bahwa Sumatra Barat adalah wilayah Minangkabau karena faktor sosial 
budaya merupakan inti potensi daerah ini. Baik potensi sosial maupun potensi 
ekonomi. Karena itu prinsip tungku tigo sajarangan dan tali tigo sapilin masih 
sangat menentukan sukses penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan daerah 
ini. 
Pertimbangan tersebut sekaligus menguatkan harapan bahwa Gubernur Sumatra Barat 
yang akan datang adalah orang yang punya niat mengabdi untuk membangun kampung 
halaman. Bukan yang memanfaatkan jabatannya sebagai menara popularitas, ladang 
keuntungan pribadi, keluarga, kelompok atau partai.
Dari pemikiran itu tentulah diharapkan semua pihak, terutama para politisi/ 
pengurus partai dan anggota DPRD, kalangan akademisi dan pemuka semua elemen 
masyarakat menaruh perhatian dan pertimbangan yang sama demi masa depan Sumatra 
Barat.(*)  



      

--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
===========================================================
Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] 
Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke