FEATURE Ramadhan di Negeri Sakura Terasa Lebih Panjang
Rabu, 09/09/2009 06:54 WIB padangmedia.com - JEPANG - Tahun ini merupakan pengalaman kami yang ke 9 berpuasa di negeri sakura. Negeri dimana kaum Islam merupakan kaum minoritas diantara penduduk Jepang yang mayoritas tidak beragama. Namun meskipun rakyat Jepang terutama kaum mudanya tidak beragama, namun kebebasan dalam menjalankan syaritat islam termasuk shalat dan berpuasa dijamin penuh sepanjang tidak mengganggu ketenangan masyarakat yang penuh dengan disiplin dan keteraturan ini. Dibandingkan ketika kami berpuasa pertama kalinya di Jepang pada tahun 1986 yang lalu, saat ini perkembangan jumlah umat Islam baik dari jumlah orang asing yang semakin bertambah di Jepang maupun mualaf Jepang sendiri terus bertambah setiap tahunnya. Demikian juga jumlah mesjid juga terus bertambah di seluruh Jepang. Mesjid terakhir berlokasi di Propinsi Gifu, tepatnya di sebelah Gifu University. Mesjid dengan arsitektur modern ini diresmikan pada Juli 2008 lalu. Berpuasa di bulan suci ramadhan di Jepang akan memberikan pengalaman suka dan duka yang berbeda-beda dibandingkan dengan berpuasa dinegara sendiri. Jepang yang mempunyai empat musim, yaitu musim bunga, musim panas, musim gugur dan musim dingin akan berdampak pada masa menahan atau waktu lamanya berpuasa juga akan berbeda beda. Puasa ramadhan tahun ini di Jepang bertepatan dengan musim panas, dimana perbedaan antara matahari terbit dan terbenam lebih dari 15 jam. Akibatnya masa menahan terasa lebih panjang ditengah teriknya udara panas yang kering. Temperatur di Tokyo pada awal puasa mencapai suhu 35-40 oC. Tahun ini agak berbeda dengan tahun tahun sebelumnya, sebagai akibat perubahan iklim, temperatur juga selalu naik turun, kadang sangat panas dan kadang hujan lebat. Untuk berbuka puasa, karena kelompok Muslim termasuk minoritas, jadi kita tidak akan pernah mendengar bunyi bedug tanpa berbuka puasa atau bunyi sirine yang terdengar sangat nyaring ke berbagai pelosok di Kota Padang. Tanda berbuka puasa di sini hanya berdasarkan jadwal sholat Magrib, dengan menengok jam kita masing-masing. Berpuasa di Tokyo sangat berbeda bila di bandingkan dengan didaerah-daerah Jepang seperti Nagoya dan Gifu. Hampir setiap hari, jumlah umat islam yang mengikuti shalat tarwih di sekolah Republik Indonesia mencpaai 100 orang, jumlah ini akan menjadi 300 orang pada saat buka bersama yang diadakan setiap minggu, dihadiri tidak saja oleh para pegawai KBRI, juga masyarakat umum, mahasiswa, trainer, perawat maupun mualaf Jepang. Saat berbuka bersama itu, kita bisa sedikit menikmati suasana Indonesia, karena juga ada kolak dan makanan khas Indonesia. Karena bumbu-bumbu masak Indonesia tersedia cukup juga di sini. Bahkan tempe pun ada yang membuatnya, yaitu warga Indonesia berasal dari Jawa. Kita bisa membeli tempe ini setiap hari Jumat pada saat bapak-bapak sholat Jumat. Tetapi tidak ada yang menjual "pabukoan" seperti biasa kita di Indonesia, khususnya Sumatera Barat. Untuk sholat tarawih di sinis sebagai imam sekaligus penceramah selesai shalat tarwih didatangkan para ulama dari Indonesia. Setiap tahunnya 4 orang ulama atau ustadz diundang untuk memberikan siraman rohani bagi umat islam yang berada di daerah Tokyo dan sekitarny dan daerah Jepang lainnya. Dari Sumatera Barat, ustadz yang pernah diundang tercatat antara lain Buya Mas'ud Abidin dan ustadz Prof. Dr. Yaswirman (Dosen FHUK Unand). Semoga ummat Islam di Jepang setiap tahun akan bertambah sehingga melaksana kan puasa akan semakin teras nikmat nya. Amiiin. (Rahmiana Zein, guru besar Universitas Andalas Padang. Sekarang berada di Tokyo) http://www.padangmedia.com/?mod=berita&id=57037 The above message is for the intended recipient only and may contain confidential information and/or may be subject to legal privilege. If you are not the intended recipient, you are hereby notified that any dissemination, distribution, or copying of this message, or any attachment, is strictly prohibited. If it has reached you in error please inform us immediately by reply e-mail or telephone, reversing the charge if necessary. Please delete the message and the reply (if it contains the original message) thereafter. Thank you. --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ . Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama =========================================================== Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
