Bandara Internasional Minangkabau Rentan Banjir 

 

 

 

 

Ditulis oleh admin    

Tuesday, 08 September 2009 

Bandara Internasional Minangkabau (BIM) di Ketaping Kabupaten Padang
Pariaman, Sumatra Barat (Sumbar) dinilai rentan banjir sehingga
diperlukan upaya-upaya mengatasi ancaman itu sejak dini.
BIM rentan banjir karena dibangun pada kawasan pesisir pantai yang
ketingginya sangat rendah dari permukaan laut, kata anggota DPRD Sumbar
dari daerah pemilihan Padang Pariaman, Djonimar Boer kepada ANTARA di
Padang, Senin. 
Karena itu, pemerintah wajib melakukan upaya untuk mengatasi ancaman
banjir yang bisa menganggu aktifitas di BIM nanti, tambahnya.
Dalam hal ini, anggota DPRD Sumbar dari daerah pemilihan Padang Pariaman
mendukung pelaksanaan proyek pembangunan irigasi pengendalian banjir
Batang Anai dan Batang Kandis yang dapat menyelamatkan BIM dari ancaman
banjir.
Dukungan ini, bukan semata-mata untuk mengamankan BIM dari banjir tetapi
lebih dari itu ditujukan untuk mengatasi ancaman serupa terhadap kawasan
pertanian, perkebunan dan pemukiman warga yang ada di sepanjang sisi
aliran dua sungai itu, kata Djonimar.
Sementara itu, Gamawan Fauzi mengatakan, pembangunan irigasi
pengendalian banjir Batang Anai dan Batang Kandis memang salah satunya
ditujukan untuk mengamankan BIM dari ancaman banjir.
Proyek ini bagian dari pembangunan pengendalian banjir Kota Padang tahap
III, tambahnya.
Pembangunan itu dilakukan dengan menormalisasi aliran Sungai Batang Anai
yang ada di Kabupaten Padang Pariaman dan Batang Kandis di Kota Padang.
Kemudian, pekerjaan konstruksi peningkatan kapasitas Batang Anai
sepanjang 12 Kilometer, Batang Kandis 3,1 Kilometer, termasuk didalamnya
Sungai Batang Kasang 4,1 Kilometer.
Setelah proyek pengendalian banjir ini rampung diharapkan areal BIM
seluas 500 hektar akan aman dari ancaman banjir, katanya.
Selain BIM, irigasi pengendalian banjir itu juga untuk mengamankan areal
seluas 6.000 hektar dari genangan banjir yang terdiri dari kawasan
pertanian 13,50 hektar, permukiman 3.500 hektar dan kawasan industri 650
haktar.
Proyek ini diperkirakan membutuhkan dana mencapai Rp884,8 miliar
bersumber dari pemerintah pusat, daerah dan bantuan asing.(*ant 

http://minangkabaunews.com/index.php?option=com_content&task=view&id=70&;
Itemid=26

 


The above message is for the intended recipient only and may contain 
confidential information and/or may be subject to legal privilege. If you are 
not the intended recipient, you are hereby notified that any dissemination, 
distribution, or copying of this message, or any attachment, is strictly 
prohibited. If it has reached you in error please inform us immediately by 
reply e-mail or telephone, reversing the charge if necessary. Please delete the 
message and the reply (if it contains the original message) thereafter. Thank 
you.

--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
===========================================================
Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] 
Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke