1).Lho....? Sudah tahu  & diprediksi rentan banjir, kenapa tidak dari awal 
dirancang bandara yang ditinggikan dari permukaan laut, atau diantipasi dengan 
matang agar bandara tersebut indak manjadi "asal ado, soal kemudian urusan 
balakang hari?"

2).Asal tahu saja Sanak, di Osaka kampuangnyo Inyiek Hirohito, bandara Kenpo 
ambo liek dibuek di ateh lauik. Pantai Osaka tu nyo dam kamudian dicor sarupo 
jambatan di kampuang awak. Tanyato luar biasa hasianyo.

3).OK, bicaro pambangunan nan mayaluruah, dapek dikatokan "Bahwa BIM ke depan 
adalah sebuah "proyek" cipto (cicip roto) bagi penguasa di Sumbar berikutnya 
untuk membagi-bagi proyek dengan dalih pengendalian banjir demi bandara BIM. 
Lumayan..., nilainya nyaris mencapai Rp 1T, bukan?

4).Subhanallah. 
Allahu Akbar.

Salam QS 103 : 1-3..............

mm***
>55th, Darek, bermukim di Bekasi.

--- On Tue, 9/8/09, Nofiardi <[email protected]> wrote:

> From: Nofiardi <[email protected]>
> Subject: [...@ntau-net] Bandara Internasional Minangkabau Rentan Banjir
> To: "Rantau" <[email protected]>
> Date: Tuesday, September 8, 2009, 9:31 PM
 Bandara Internasional Minangkabau Rentan Banjir  
  
 Tuesday, 08 September 2009  

 Bandara Internasional Minangkabau (BIM) di Ketaping Kabupaten Padang Pariaman, 
Sumatra Barat (Sumbar) dinilai rentan banjir sehinggadiperlukan upa ya-upaya 
mengatasi ancaman itu sejak dini.

BIM rentan banjir karena dibangun pada kawasan pesisir pantai yang ketingginya 
sangat rendah dari permukaan laut, kata anggota DPRD Sumbar dari daerah 
pemilihan Padang Pariaman, Djonimar Boer kepada ANTARA di Padang,Senin. 
Karena itu, pemerintah wajib melakukan upaya untuk mengatasi ancaman banjir 
yang bisa menganggu aktifitas di BIM nanti, tambahnya.   Dalam hal ini, anggota 
DPRD Sumbar dari daerah pemilihan Padang Pariaman mendukung pelaksanaan proyek 
pembangunan irigasi pengendalian banjir Batang Anai dan Batang Kandis yang 
dapat menyelamatkan BIM dari ancaman banjir.

Dukungan ini, bukan semata-mata untuk mengamankan BIM dari banjir tetapi lebih 
dari itu ditujukan untuk mengatasi ancaman serupa terhadap kawasan pertanian, 
perkebunan dan pemukiman warga yang ada di sepanjang sisi aliran dua sungai 
itu, kata Djonimar.

Sementara itu, Gamawan Fauzi mengatakan, pembangunan irigasi pengendalian 
banjir Batang Anai dan Batang Kandis memang salah satunya ditujukan untuk 
mengamankan BIM dari ancaman banjir.
Proyek ini bagian dari pembangunan pengendalian banjir Kota Padang tahap III, 
tambahnya.

Pembangunan itu dilakukan dengan menormalisasi aliranSungai Batang Anai yang  
ada di Kabupaten Padang Pariaman dan Batang Kandis di Kota Padang .

Kemudian, pekerjaan konstruksi peningkatan kapasitas Batang Anai sepanjang 12  
Kilometer, Batang Kandis 3,1 Kilometer, termasuk didalamnya Sungai Batang   
Kasang 4,1 Kilometer.

Setelah proyek pengendalian banjir ini rampung diharapkanareal BIM seluas
500 hektar akan aman dari ancaman banjir, katanya.
Selain BIM, irigasi pengendalian banjir itu juga untuk mengamankan areal
seluas 6.000 hektar dari genangan banjir yang terdiri dari kawasan pertanial 
13,50 hektar, permukiman 3.500 hektar dan kawasan industri 650 haktar.

Proyek ini diperkirakan membutuhkan dana mencapai Rp884,8 miliar bersumber
dari pemerintah pusat, daerah dan bantuan asing.(*ant 
http://minangkabaunews.com/index.php?option=com_content&task=view&id=70&Itemid=26




      

--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
===========================================================
Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] 
Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke