Uda Nal dan Pak Saaf InsyaAllah salah satu isi Deklarasi RNKM kemaren untuk mendorong gerakan intelektualitas Urang MInag ini. InsyaAllah kito dukuang bersama. Sekarang tinggal usulkan satu proposal tulisan yang layak dibukukan. Kita bersama akan usahokan untuak mencari Dana penerbitannya.
Itu yang belum kita temukan saat ini Pak. Tapi mari kita jalan terus, lupakan saja sebentar kesultian yang kita tahu pasti dan kelihatan batang hidupnya. DYEK KERJAKAN SEKARANG KALAU TIDAK AKAN DITELAN ZAMAN. -----Original Message----- From: [email protected] [mailto:[email protected]] On Behalf Of Dr.Saafroedin BAHAR Sent: Tuesday, September 15, 2009 11:08 PM To: [email protected] Cc: Ir. Raja Ermansyah YAMIN Subject: [...@ntau-net] Re: Menulis buku dan seminar Bung Naldi, Oleh karena saya ternyata tak berbakat 'menggalas', maka yang dapat saya lakukan hanyalah menulis saja, khususnya untuk mengisi acara suatu seminar, lokakarya, atau FGD. Kalau tak ada yang mengadakan , tidak jarang saya prakarsai sendiri. Sudah barang tentu dukungan dana adalah mutlak. Karena saya tak punya banyak uang, tidak jarang saya minta bantuan ke sana ke mari, dan syukur Alhamdullah saya tak banyak menghadapi kesukaran, baik dahulu maupun pada saat ini.. Dua buku saya terdahulu, 'Konteks Kenegaraan Hak Asasi Manusia' (Pustaka Sinar Harapan, Jakarta, 2002) dan 'Masih Ada Harapan' (Yayasan Sepuluh Agustus, Jakarta, 2004) diterbitkan atas bantuan para sahabat saya. Untuk membiayai penerbitan buku baru saya, yang memuat 75 makalah yang sudah saya sajikan dalam berbagai kesempatan,"Membangun Indonesia: Negara-Kebangsaan dan Masyarakat-Hukum Adat', saya sedang meminta bantuan dari bebagai sumber, yang syukur Alhamdulillah sudah ada yang menyanggupinya. Wassalam, Saafroedin Bahar(Laki-laki, masuk 73 th, Jakarta) --- On Tue, 9/15/09, nal naldi <[email protected]> wrote: > From: nal naldi <[email protected]> > Subject: [...@ntau-net] Re: Menulis buku dan seminar > To: [email protected] > Date: Tuesday, September 15, 2009, 10:20 PM > > Pak Saaf dan sanak di lapau rantaunet: > Kalau digali taruih, kampuang awak tu tak > habis-habisnya dengan ide yang layak dibukukan. Keinginan > Pak Saaf untuk mendata rumah gadang, itu perlu kita dukung. > Jangan tanyo Bupati atau dinas pariwisatanya, bara nan > tasiso rumah gadang di daerahnya...pasti indak tahu > jawabnya. > Kalau iko dilakukan, secara akademis bisa jadi > disertasi untuk raih doktor (PhD). Tapi aneh, kok tak ada yg > berminat ya? Kajian dilosofinya dan pemaknaan dan penamaan > yang mengacu ke alam takambang jadi guru itu, belum pernah > orang mengkaji dan menuliskannya, seperti yg saya tuliskan > dg amat terbatas di koran KOMPAS. Saya tagali-gali ingin > menulisnya, kalau sempat, enam bulan kelar dan jadi buku. > Nan tapikia, seandainya bantuan alumni SMA > Bukitinggi (pernah tabaco dari postingan Pak Nofrin) yang > mencapai miliaran itu diarahkan untuk menulis dan > menerbitkan buku itu, betapa hebatnya Sumbar, Ranah > Minangkabau itu ternyata. Saya mimpi, setahun lahir/terbit > 100 buku... > Kalau satu buku dibantu pembiayaannyo oleh satu > orang nan bapitih (sebagai amal yg tak akan habis-habisnya > bagi penyandang dana, selagi buku itu dibaca), artinya kita > butuh 100 orang saja. Dari sekitar 4 juta orang di kampuang > dan 7 juta urang di rantau, tidakkah ada 100 orang nan > bapitih untuk bisa mewujudkan hal ini? > Makanya, saya sebelumnya pernah mengusulkan dana > abadi untuk ini. Maksudnya bantuan orang bapitih itu > dihimpun dalam suatu tabungan/deposito dan dijadikan dana > abadi. Bungganya untuk biaya penulisan buku. Tapi, mungkin > ndak ya? Sayangnya, tak ada nan marespon postingan awak > tu.... > Terus terang, kalau ide-ide lah panuah isi kapalo. > Ado juo nan bisa dikarajokan, tapi dg keterbatasan. Kalau > dipasakok an, tentu menjadi sesuatu yang luar biasa. > Terbayang, Rantaunet akhir tahun meluncurkan 50 > judul buku, lalu LKAM meluncurkan 50 judul buku. Betapa > hebohnya Indonesia...(tapi ini baru mimpi). Kenapa gebu > Minang indak mengarahkan kegiatannya untuk menerbitkan > buku-buku? Kalau satu orang menyumbang Rp10.000 saja, dengan > sejuta penyumbang sudah terhimpun (dana abadi) > Rp10.000.000.000 (sapuluah miliar).Ide ko buliah diambiak > dan jadi jualan bagi calon Ketua Gebu Minang (hehe...) > Saya yakin, akan banyak bermunculan pemikir-pemikir > yang diperhitungkan dari sumbar, seperti zamannya Pak > Sjahrir, Hatta, tan Malaka, Agus Salim, Natsir, Hamka, dan > banyak nama lainnya... > Seminar-seminar yang diusulkan Pak Saaf juga > penting, guna mencari benang merah dan hakekat dari yang > diperbincangkan itu. > Ditunggu respon sanak. Kalau indak ado respon, baa > juo lai...mungkin yang bisa dihaturkan alhamdulillah sajo. > Kadang, budaya egaliter yang membumi di urang awak, membuat > banyak ide tak bisa dikarajoan...karena tak banyak yang > mendukung. Tapi, bagi yang idealis: kalau tak ado yang > mendukung ide ko, akan inyo karajokan sorang sajo, dengan > caro sendiri. > Awak bangga dengan Pak Aslim, yang telah banyak > memulai... > Begitu juga dengan Pak Saaf. Demikian juga dengan > Ajo Suryadi di Balando, Buya Mas'oed, saldi isra, Yusrizal > Kw, Edy Utama di Padang, Gus tf di Payakumbuah, dan banyak > nama lainnya. Semoga kita diberi kesehatan dan kesempatan > oleh Allah SWT untuk berbuat seuatu bagi Ranah Minangkabau. > Amin > > Sukses selalu, > Yurnaldi. > > > --- On Tue, 9/15/09, Dr.Saafroedin BAHAR <[email protected]> > wrote: > > > From: Dr.Saafroedin BAHAR <[email protected]> > > Subject: [...@ntau-net] Re: Adakah penelitian tentang > jumlah rumah gadang di Sumbar ? > > To: [email protected] > > Date: Tuesday, September 15, 2009, 9:28 PM > > > > Hebat, bung Naldi. Silakan bung Nanang menindak > lanjuti > > gagasan ini. mungkin bersama LKAAM Sumbar dan LAKM > Jakarta. > > > > Kalau perlu pada suatu ketika nanti, kita adakan > seminar > > atau FGD di daerah dimana rumah gadangnya masih banyak > da > > terpelihara, khususnya di daerah Solok. Sekalian > mendorong > > pariwisata ke daerah yang cantik itu. > > > > > > Wassalam, > > Saafroedin Bahar(Laki-laki, masuk 73 th, Jakarta) > > > > > > > > > > > > > > > > > ***** This message may contain confidential and/or privileged information. If you are not the addressee or authorized to receive this for the addressee, you must not use, copy, disclose or take any action based on this message or any information herein. If you have received this communication in error, please notify us immediately by responding to this email and then delete it from your system. PT Pertamina (Persero) is neither liable for the proper and complete transmission of the information contained in this communication nor for any delay in its receipt. ***** --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ . Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama =========================================================== Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
