Saafruddin Bahar
Oleh K Suheimi

Kami berdua yang terakhir mengambil Nasi untuk makan berbuka, disenja itu

"Untung kita yang terakhir" kata Pak Saaf."Biasanya kalau terakhir ini kita 
banyak dapat" cilotehnya sambil tersenyum.

"Tapi bisa juga tak kebagian apa-apa, kerna semua habis" sela seorang ibu yang 
antree di depan pak Saaf.

Pak Saaf yang mulai tua ini tampak demikian sabarnya. Malam ini dalam rebutan 
baris berbaris untuk mendapatkan buka puasa dia selalu mengalah. Dalam suasana 
apapun di pandangnya sesuatu dari segi baiknya. 

Keterlambatan dan ke ter akhiran itupun di syukurinya, "kita akan banyak 
dapat", ulasnya.

Ketuaan itu melahirkan kebijaksanaan, ketuaan itu memancarkan kesabaran. Dalam 
ke tuaan itu seseorang banyak mengalah.
Mungkin pelajaraan hidup mengajarkan bahwa perlu lebih sabar, perlu mengalah 
dan perlu berfikiran positif.

Begitulah Pak Saaf yang saya kenal tulisannya, malam itu tampak betapa 
bersahajanya dia.

Siapa yang tak kenal Saafruddin Bahar. Dia adalah pemikir, dia adalh pembaharu. 
Tulisanya terserak di mana-mana. Tak saya temui orang tua yang se produktif Pak 
Saaf. Apapun ditulisnya, agama, kehidupan,politik, bahkan seluk beluk dalam 
adat istiadat beliaulah pakarnya.

Dimasa dahulu beliau sangat di segani dan ditakuti. Pemikirannya yang bernas 
mengantarkannya ke kelompok pemikir di SUMBAR. Bahkan di sebut2 kalau dia 
bersedia, dia bisa jadi orang no satu.

Dibimbimbingnya cucunya. Dialah satu-satunya yang membawa cucu di hari itu.

Kesayangannya pada cucu sangat kentara, tak dibiarkannya cucu ini lepas dari 
matanya. Dia adalah kakek yang penyayang dan pendidik yang luar biasa.

Bukan untuk cucu saja. Kamipun anggota miling list Rantau net tak luput dari 
pantauannya. Kami banyak belajar padanya. Kalau saya terbentur, saya akan tanya 
padanya.

Dan Pak Saaf suka itu. Dicurah dan di paparkannya sejak dari pangkal awal 
bermula, sampai ke ujung-ujungnya.

Orang "kampung dalam Pariaman yang lahir 73 tahun yang lalu" " ini adalah aset 
kekayaan bangsa ini"

Saya selalu berdo'a agar ada yang mampu menerima estafet ke ilmuan dan sifat 
dari pak Saaf. Orang yang tak mau menonjolkan diri, suka mengalah dan sabar. 
Padahal ilmunya sangat tinggi dan dalam.

Beruntung saya malam itu ada disampingnya, Pak Saafruddin Bahar adalah Guruku

Akan saya simpan buah fikiran dan tulisannya. Akan saya sebarluaskan melalui 
Blog di internet

Dia tampak kuat dia tamak sehat. Badannya langsing gerakkannya masih lincah , 
dialah Jendral Saafruddin Bahar

Saya berdo'a mudah-mudahan Pak Saaf memiliki sifat Nabi Ibrahim 

Untuknya saya petikkan sebuah Firman Suci Nya

Sesungguhnya Ibrahim adalah seorang imam yang dapat dijadikan teladan lagi 
patuh kepada Allah dan hanif. Dan sekali-kali bukanlah dia termasuk orang-orang 
yang mempersekutukan (Tuhan),

Istana Wakil Presiden 12 September 2009

Powered by Telkomsel BlackBerry®
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
===========================================================
Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] 
Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke