Fajar Ada dua.

Diantara hukum yang dijelaskan oleh Rasulullah Shalallahu 'alaihi
wasallam dengan penjelasan yang rinci, bahwasanya fajar itu ada dua :

1. Fajar Yang Kadzib, tidak dibolehkan ketika itu shalat subuh, dan
belum diharamkan bagi yang berpuasa untuk makan dan minum.

2. Fajar Shadiq : yang mengharamkan makan bagi yang puasa, dan sudah
boleh melaksanakan shalat subuh.

Dari Ibnu Abbas radhallahu 'anhuma : Rasulullah Shalallahu 'alaihi
wasallam bersabda (yang artinya): "Fajar itu ada dua : Yang pertama
tidak mengharamkan makan (bagi yang puasa), tidak halal shalat ketika
itu, yang kedua : mengharamkan makan dan telah dibolehkan shalat
ketika terbit fajar tersebut."6)

Dan ketahuilah -wahai saudara muslim- bahwa :

1. Fajar kadzib adalah warna putih yang memancar panjang yang
menjulang seperti ekor binatang gembalaan.

2. Fajar shadiq adalah warna yang memerah yang bersinar dan tampak
diatas puncak di bukit dan gunung-gunung, dan tersebar di jalanan dan
di jalan raya serta di atap-atap rumah, fajar inilah yang berkaitan
dengan hukum-hukum puasa dan shalat.

Dari Samurah radhiallahu 'anhu Rasulullah Shalallahu 'alaihi wasallam
bersabda (yang artinya): "Janganlah kalian tertipu oleh adzannya
Bilal dan jangan pula tertipu oleh warna putih yang memancar keatas
sampai melintang."7)

Dari Thalq bin Ali: Nabi Shalallahu 'alaihi wasallam bersabda (yang
artinya): "Makan dan minumlah jangan kalian tertipu oleh fajar yang
memancar keatas, makan dan minumlah sampai warna merah membentang."8)

Ketahuilah -mudah-mudahan engkau diberi taufiq untuk mentaati Rabbmu-
bahwasanya sifat-sifat fajar shadiq adalah yang bercocokan dengan
ayat yang mulia: "Hingga jelas bagi kalian benang putih dari benang
hitam karena fajar."

Karena cahaya fajar jika membentang diufuk di atas lembah dan
gunung-gunung akan tampak seperti benang putih, dan akan tampak
diatasnya benang hitam yakni sisa-sia kegelapan malam yang pergi
menghilang.

Jika telah jelas hal tersebut padamu berhentilah dari makan, minum
dan berjima' , kalau ditanganmu ada gelas berisi air atau minuman,
minumlah dengan tenang. Karena itu merupakan rukhshah (keringanan)
yang besar dari Dzat Yang Paling Pengasih kepada hamba-hamba-Nya yang
puasa, minumlah walaupun engkau telah mendengar adzan:

Raslullah Shalallahu 'alaihi wasallam bersabda (yang artinya): "Jika
salah seorang kalian mendengar adzan padahal gelas ada ditangannya,
janganlah ia letakan hingga memenuhi hajatnya."9)

Yang dimaksud adzan dalam hadits diatas adalah adzan subuh yang kedua
karena telah terbitnya fajar shadiq dengan dalil tambahan riwayat,
yang diriwayatkan oleh Ahmad (2/510), Ibnu Jarir Ath-Thabari (2/102)
dan selain keduanya setelah hadits diatas.

"Dahulu seorang muadzin melakukan adzan ketika terbit fajar."10)

Yang mendukung makna seperti ini adalah riwayat Abu Umamah
radhiallahu 'anhu: "telah dikumandangkan iqomah shalat ketika itu di
tangan Umar masih ada gelas, dia berkata: "Boleh aku meminumnya, ya
Rasulallah ? Rasulullah bersabda : Ya minumlah."11)

Jelaslah bahwa menghentikan makan sebelum terbit fajar shadiq dengan
dalih Ihtiyath (hati-hati) adalah perbuatan bid'ah yang diada-adakan.

Al-Hafidz Ibnu Hajar rahimahullah berkata : (Fath) (4/199): "Termasuk
perbuatan bid'ah yang mungkar adalah yang diada-adakan pada zaman
ini, yaitu mengumandangkan adzan kedua sepertiga jam sebelum waktunya
di bulan Ramadhan, serta memadamkan lampu-lampu yang dijadikan
sebagai tanda telah haramnya makan dan minum bagi orang yang mau
puasa, mereka mengaku perbuatan ini dalam rangka ihtiyath dalam
ibadah, tidak ada yang mengetahuinya kecuali beberapa gelintir
manusia saja, hal ini telah menyeret mereka hingga melakukan adzan
ketika telah terbenam matahari beberapa derajat, untuk meyakinkan
telah masuknya waktu -itu sangkaan mereka- mereka mengakhirkan buka
dan menyegerakan sahur, hingga menyelisihi sunnah, oleh karena itu
sedikit pada mereka kebaikan dan kejahatan banyak tersebar pada
mereka, Allahul Musta'an.

Kami katakan : Bid'ah ini, yakni menghentikan makan (imsak) sebelum
fajar dan mengakhirkan waktu buka, tetap ada dan terus berlangsung di
zaman ini, kepada Allahlah kita mengadu.



On 9/22/09, Ephi Lintau <[email protected]> wrote:
> dari milis tetangga :
> Adzan menurut pengertian bahasa ialah pemberitahuan dan permakluman,
> sebagaiman firman Allah. "Dan (inilah) suatu permakluman dari Allah dan
> Rasul-Nya" [At-Taubah : 3],artinya pemberitahuan dari keduanya.
>
> Menurut pengertian syari'at, adzan adalah pemberitahuan tentang masuknya
> shalat fardhu dengan lafazh-lafazh yang khusus.
>
> Lengkapnya, pembahasan masalah adzan, khusunya adzan shubuh seperti
> pertanyaan di atas, akan saya salinkan dari kitab Taisirul Allam Syarh
> Umdatuk Ahkam edisi Indonesia Syarah Hadits Pilihan Bukhari-Muslim oleh
> Abdullah bin Abdurrahman bin Shalih Ali Bassam.
>
> "Artinya : Dari Abdullah bin Umar Radhiyallahu 'anhuma, dari Rasulullah
> Shallallahu 'alaihi wa sallam, beliau bersabda, 'Sesungguhnya Bilal adzan
> pada waktu malam. Maka makanlah (sahurlah) hingga Ibnu Ummi Maktum adzan".
>
> MAKNA GLOBAL.
> Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam mempunyai dua mu'adzin, Bilal bin
> Rabbah dan Abdullah bin Ummi Maktum, orang buta. Bilal biasa adzan sebelum
> shalat Shubuh dan sebelum fajar menyingsing. Adzan ini diserukan pada waktu
> tidur ketika orang-orang memerlukan persiapan untuk shalat dan sebelum
> masuk
> waktu shalat.
>
> Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam mengingatkan para sahabat bahwa
> Bilal adzan pada waktu malam dan menyuruh mereka untuk makan dan minum
> hingga fajar menyingsing, lalu mu'adzin kedua, yaitu Ibnu Ummi Maktum adzan
> setelah fajar menyingsing. Hal ini diperuntukkan bagi orang-orang yang
> puasa, yang berarti pada saat itu dia harus menghentikan makan dan minum,
> sekaligus menandai masuknya waktu shalat.
>
> Hal ini bersifat khusus dan tidak boleh dikumandangkan adzan sebelum
> masuknya waktu. Namun ada perbedaan pendapat tentang adzan pertama untuk
> shalat Shubuh, apakah cukup dengan adzan itu ataukah diperlukan adzan kedua
> yang menunjukkan masuknya waktu ? Menurut jumhur ulama, hal itu
> disyariatkan
> dan tidak cukup dengannya.
>
> KESIMPULAN HADITS
> 1. Boleh adzan untuk Shubuh sebelum masuk waktunya.
> 2. boleh mengangkat dua mu'adzin untuk satu masjid dengan menetapkan
> adzan bagi masing-masing untuk waktu tertentu.
> 3. Boleh menangkat mu'adzin buta dan mengikuti adzannya, karena Ibnu
> Ummi Maktum seorang lelaki buta.
> 4. Anjuran mengingatkan penduduk setempat tentang adanya adzan sebelum
> fajar menyingsing sehingga mereka tahu hakikat adzan tersebut.
> 5. Mengangkat mua'dzin kedua yang mengumandangkan adzan setelah fajar
> menyingsing.
>
> 6. dst
>
> On 9/22/09, Muhammad Dafiq Saib <[email protected]> wrote:
>> Assalaamu'alaikum wa rahmatullaahi wa barakaatuhu
>>
>> Ado hadits Rasulullah sarupo iko nyiak,
>>
>> 'Dari 'Aisyah, ia berkata; 'Tidak pernah Rasulullah SAW kerjakan di bulan
>> Ramadhan dan tidak pula di hari lainnya lebih dari daripada sebelas
>> rakaat,
>> yaitu dia shalat empat rakaat - jangan engkau tanyakan tentang bagus dan
>> panjangnya - kemudian dia shalat empat rakaat - jangan engkau tanyakan
>> tentang bagus dan panjangnya - kemudian dia shalat tiga rakaat. Berkata
>> Aisyah; Saya bertanya; 'Ya Rasulullah apakah tuan tidur sebelum shalat
>> witir?' Sabda beliau; "Ya Aisyah! Sesungguhnya dua mataku tidur, tetapi
>> tidak tidur hatiku.' Muttafaq 'alaih.
>>
>> Hanyo ado pulo hadits lain nan mangecek-an bahaso Rasulullah  manyuruah
>> mangarajoan shalt malam tu duo rakaat-duo rakaat;
>>
>> Dari Ibnu Umar dia berkata; Telah bersabda Rasulullah SAW; 'Shalat malam
>> itu
>> adalah dua rakaat, dua rakaat, tetapi apabila seseorang dari kamu
>> khawatir
>> (terbitnya) subuh, boleh dia shalat satu rakaat (witir) yang
>> mengganjilkan
>> baginya shalat yang telah dikerjakan.'
>> Muttafaq 'alaih.
>>
>> Mudan-mudahan bamanfaat,
>>
>> Wassalamu'alaikum,
>>
>> Muhammad Dafiq Saib Sutan Lembang Alam
>> Suku : Koto, Nagari asal : Koto Tuo - Balai Gurah, Bukit Tinggi
>> 58 th, Bekasi
>>
>>
>>
>>
>> ________________________________
>> From: sjamsir_sjarif <[email protected]>
>> To: [email protected]
>> Sent: Tuesday, September 22, 2009 8:29:12 AM
>> Subject: [...@ntau-net] Re: Adzan 2 kali
>>
>> Angku Dr.Suheimi,
>>
>> Kalau boleh saya menyelipkan pertanyaan mengenai kalimat pembukaan:
>>> Sedang shalat tahjud dirakaat ke enam.
>>
>> Sedangkal kaji yang saya dengar selama ini, dan yang saya praktekan,
>> shalat tahajud  dilakukan ketika bangun dipenggal pertigaan malam
>> hanya dua rakaat.  Tidak pernah saya melakukan dan belum pernah
>> sampai berita adanya sholat tahajud lebih dari dua rakaat.
>>
>>
>>
>> >>
>>
>
>
> --
> =========== Salam Hormat ==========
> Yuhefizar a.k.a Ephi Lintau
> e-Learning | e-Literacy | e-Business
> www.ephi.web.id
> www.web1juta.com
> www.sukses-bersama.com
> www.pengusaha-online.com
> www.e-investasi.com
> e-Mail : [email protected]
> Handphone  : 08126777956
> ================================
>


-- 
=========== Salam Hormat ==========
Yuhefizar a.k.a Ephi Lintau
e-Learning | e-Literacy | e-Business
www.ephi.web.id
www.web1juta.com
www.sukses-bersama.com
www.pengusaha-online.com
www.e-investasi.com
e-Mail : [email protected]
Handphone  : 08126777956
================================

--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
===========================================================
Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] 
Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke