POHON BERINGIN TUMBUH DI PUNCAK BUKIT

By : Jepe

 

Saya teringat  sebuah tulisan Prof K Suheimi  yang menyatakan bahwa para 
ninik-ninik dan
tetua kita di ranah minang dulunya adalah orang-orang yang termasuk cerdas dan
pintar ini ditandai dengan cara-cara mereka berkomunikasi atau menggunakan
percakapan sehari-hari dengan bahasa yang halus dan  harus dicerna serta 
ditangkap maknanya dengan
olah pikir serta olah hati (perasaan) 
yang dalam. Intinya ninik-ninik dan tetua kita tersebut jaman dulu dalam
menggunakan bahasa percakapan apakah itu nasihat, marah, senang, susah, cinta, 
rindu
dan benci diungkapkan dengan kalimat-kalimat kiasan,  tersirat atau dikenal 
juga dengan
kalimat-kalimat “malereang” yang kadang-kadang bersayap penuh sindirin halus,
tajam dan menusuk.

 

Pada umumnya ungkapan-ungkapan
kiasan dan tersirat ini mereka melihat pada gejala-gejala atau fenomena-fenoma
alam (Alam takambang jadi guru) seperti ibu saya pernah bercerita pada saya
bagaimana Ia mengunkapkan status social seseorang dipandang dari pangkat,
jabatan, kekuasaan dan materi. Ibu saya 
untuk membedakan seseorang yang kaya, berkuasa, bangsawan dan terpandang
dimata masyarakat dengan orang biasa yang sederhana kalau tidak dikatakan
miskin papa mengkiaskannya seperti ini kira-kira

 

“Ohh yo lah si A nan Kayo, tapandang dan urang gadang tu ibaraiknyo
Pohon Beringin gadang nan tumbuah di puncak bukik, samantaro si B nan urang
biaso, indak tapandang dan urang miskin tu ibaraik sikaduduak (bisa juga
sikajuik) nan tumbuah dilambah bukik”

 

Kira-kira begitulah perumpamaan
tentang status social masyarakat di ranah minang yang disampaikan oleh  ibu 
saya, tentunya kalimat “malereang”
tersebut didapatkannya dari nenek saya dan sekarang saya sebagai lelaki minang
mendapatkannya dari ibu saya..

 

***

Saat ini kota Pekanbaru sedang sibuk-sibuk mengadakan
persiapan hajat besar yaitu Musyawarah Nasional (Munas) Partai Golkar yang
berlambang pohon beringin. Disepanjang jalan protocol yang membelah kota 
Pekanbaru mulai dari bandara Sultan Syarif Qasyim II
sampai ke pusat kota
begitu marak dikiri kanan tertancap bendera partai Golkar yang berwarna kuning,
belum lagi baliho-baliho serta foto-foto para petinggi Golkar baik pusat maupun
daerah. Partai Golkar yang berlambang pohon beringin yang gemuk ini tentunya
kita sama-sama tahu sebuah partai (dulunya golongan) yang pernah berkuasa,
berjaya, gagah dan mempunyai nama besar bahkan kekuasaannya cukup absolute
dibawah  sosok tokoh yang boleh dikatakan
tidak tersentuh yaitu almarhum Pak Harto. Tentunya bisa juga di ibaratkan
Golkar ini dulunya dengan segala kemegahan dan nama besarnya seperti sebuah
pohon beringin raksasa yang tumbuh dan berdiri di puncak bukit.

 

Tapi pasca tumbangnya rezim orde
baru atau lebih tepatnya tumbangnya kekuasaan Pak Harto di tahun 1998 atau 
dikenal
dengan orde reformasi (ahaa saya lebih sependapat dengan lirik lagu Iwan
falls  era reformasi itu disebut Orde
Paling Baru) partai Golkar  perlahan tapi
pasti tidak lagi sejaya, berkuasa dan semegah dijaman orde baru tapi  nama 
besar masih disandangnya, jika
diibaratkan lagi partai Golkar tersebut saat ini seperti pohon beringin besar
tapi tidak tumbuh lagi di puncak bukit tapi dipinggang bukit syukur belum  
tumbuh di lembah bukit. Masih banyak orang
yang menaruh harapan, berlindung serta bernaung di pohon beringin tersebut,  
sebut saja para elit-elit bangsa ini mulai
dari birokrat, pejabat tinggi, pengusaha kenamaan sampai orang-orang yang
sekedar berpetualangan mencari kesempatan loncat sana loncat sini seperti
bajing yang berpindah melonjat dari satu pohon ke pohon lain mencari suasana
yang nyaman, bahkan tidak terkecuali orang-orang yang dulunya ketika runtuhnya
rezim orde baru yang mencaci maki, sumpah serapah serta mencarut maruti partai
ini sekarang malah ikut-ikutan bergantung dan berlindung dipartai golkar. Nama
besar serta kejayaan Golkar gaungnya masih terasa paling tidak sampai saat ini..

 

Berbicara Nama Besar dan Kejayaan
saya jadi ingat kisah film yang sangat terkenal dan popular yaitu Titanic. Film
ini juga bercerita tentang cinta yang romantis antara seorang gadis belia yang
bernama Rose  dengan seorang pemuda biasa
yang bernama Jack dalam sebuah perjalanan laut diatas kapal Titanic yang super
mewah pada jamannya.Rose lahir dari pasangan orang tua yang kaya, terkenal ,
terpandang dan bapaknya mempunyai nama besar, tapi setelah bapaknya meninggal
yang tersisa hanyalah nama besar dan kejayaan Bapaknya. Cinta sejati Rose hanya
pada Jack, tapi lain lagi dengan sang Ibu yang memaksakan kehendak cinta
anaknya ada pada seorang pemuda perlente anak bangsawan yang kaya raya dan
sama-sama berlayar dengan kapal Titanic menuju tanah harapan di Amerika. Ibunda
Rose memaksa anaknya agar mau menikah dengan pemuda bangsawan ini dengan
harapan tentunya nanti sang pemuda inilah yang akan “menyelamatkan” hidupnya  
dengan segala limpahan materi dan menjadi
keluarga yang tetap terpandang dimata masyarakat.

 

Rose bertanya pada ibunya “ Kita
tidak punya apa-apa lagi ibu, apa yang bisa kita banggakan pada keluarga
mereka”

 

Ibu Rose  hanya menjawab singkat “ NAMA BESAR BAPAKMU

 

Selamat ber Munas Partai Golkar
di Kota Bertuah Pekanbaru

 

 

Pekanbaru, 30 September 2009

 

Apa boleh buat dalam politik itu
terkadang tidak ada tempat dan waktu bagi yang kalah (No Time for the losser
kata sebuah lirik lagu Queen), paska kekalahan 
telak Pak JK dalam Pilpres memaksa Partai Golkar mengadakan Munas yang
dipercepat, slogan Pak JK saat kampanye pilpres “Lebih cepat lebih baik”
nampaknya sudah berubah “Lebih Cepat tersingkir Lebih Baik”…………….”sedih mode
on”

 




      Mulai chatting dengan teman di Yahoo! Pingbox baru sekarang!! Membuat 
tempat chat pribadi di blog Anda sekarang sangatlah mudah. 
http://id.messenger.yahoo.com/pingbox/
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
===========================================================
Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] 
Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke