Mukasuik ambo LSM nan ka manculik anak2 yatim-piatu untuak disikolakan nyo ka 
PGA nan indak isilam. Beko lah 10 - 20 taun lai baliak nyo jo ajaran nan 
babeda... Lai tatangkok dek sanak kan tu....
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

-----Original Message-----
From: "Indra J Piliang" <[email protected]>
Date: Fri, 2 Oct 2009 16:02:53 
To: RantauNet<[email protected]>
Subject: [...@ntau-net] Re: Distribusi Bantuan

Iyo, sanak. Gadih2 rancak sabana banyak ambo caliak. Ibo ati awak. 


Berani beda, berani benar, berani pulang!

-----Original Message-----
From: [email protected]
Date: Fri, 2 Oct 2009 15:57:01 
To: <[email protected]>
Subject: [...@ntau-net] Re: Distribusi Bantuan

Di aceh dulu juga sama, yg perlu diperhatikan aparatur atau organisasi 
pemerintah jangan sampai tergantung kepada bantuan, apalagi bantuan asing.
Sanak IJP, tlg amati juo LSM lua atau nan indak sajalan ka manangguak di aia 
karuah. Di aceh sakian urang paja-paja lanyok. Bisa sajo 10 - 20 taun lai 
baliak jo baju nan lah batuka. Kan alah samo awak pahami tu

Salam

HH Dt.Panduko Nan Gadang
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

-----Original Message-----
From: "Indra J Piliang" <[email protected]>
Date: Fri, 2 Oct 2009 14:38:37 
To: RantauNet<[email protected]>; 
FPK<[email protected]>; 
Kahmi<[email protected]>
Subject: [...@ntau-net] Distribusi Bantuan

Masalah utama dlm distribusi bantuan adalah tdk berfungsinya atau lumpuhnya 
aparatus birokrasi, mulai dari pemda, camat, wali nagari, wali korong atau 
jorong. 

Penduduk membuat posko sendiri2, lalu mencari bantuan sendiri?. Yg tercover 
hanya beberapa puluh rumah. 

Kalau bisa, sebelum memberi bantuan, terlebih dahulu mengundang tokoh2 masy: 
niniak mamak, ulama, bundo kanduang, pemuda, serta tetua lainnya, lalu bantuan 
disistribusikan secara MERATA, baik yg kena atau tdk kena. Krn pada dasarnya 
semua terkena, mengingat hubungan sanak famili, ipar, besan, dll. 

Pengaktifan organisasi kemasyarakatan yg terlibat dlm pemberian bantuan lebih 
diuatamakan, ketimbang menjadi sinterklas yg langsung datang ke posko2 yg 
dibuat sendiri oleh masyarakat.

Hati2 juga dgn calo2 bantuan, krn tetap saja manusia2 keji spt ini ada di 
belahan bumi manapun. Dan usahakan memotret setiap benda yg rusak, krn itu bisa 
mengobati hati masyarakat. 

Masyarakat sudah mulai emosi, walau blm diperlihatkan. Benih2 kecemburuan 
sosial dan sas sus juga kencang: si ini dapat krn itu, si itu tdk dapat krn 
ini. 

Terima kasih. Yg dibutuhkan terutama yg berurusan dgn DAPUR PENDUDUK: bahan 
makanan, ikan asin, gula, kopi, the, cabe, sarden, beras, dll. Tolong jangan 
indomie, krn hanya bikin lemah hati. 

Perjalanan Kampung Dalam-Padang, disertai macet. 

2 Oktober 2009, pukul 21.40. 


Berani beda, berani benar, berani pulang!






--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
===========================================================
Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] 
Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke