Kawan- kawan kito di Muhammadiyah Singapura sadang manggalang dana  untuk 
mambantu dunsanak kito di Padang. 
Insya-Allah hari selasa, satu team dari Kolej Islam Muhammadiyah Singapura akan 
langsung barangkek ka padang mambawo bantuan.



 



________________________________
From: Indra J Piliang <[email protected]>
To: Kahmi <[email protected]>; Koran Digital 
<[email protected]>; LISI <[email protected]>; RantauNet 
<[email protected]>; KSM UI <[email protected]>
Sent: Friday, October 2, 2009 6:38:20 PM
Subject: [...@ntau-net] Fw: Laporan Kebutuhan


Berani beda, berani benar, berani pulang!

-----Original Message-----
From: "Indra J Piliang" <[email protected]>
Date: Sat, 3 Oct 2009 01:36:37 
To: Forahmi<[email protected]>; FPK<[email protected]>
Subject: Laporan Kebutuhan

Terus terang, ini soal sulit. Tim kecil sy baru sempat melihat, blm bisa 
mencatat. Setiap org punya catatan, tetapi catatan mana yg benar, sy blm yakin. 

1. Dari Haji Lambau, kawan sy, pengusaha ternak: dia mengatakan beras habis. 
Dia usahakan membeli beras ke Solok, pakai truknya. Blm ada kabar. Masyarakat 
membutuhkan beras, krn hampir seluruh pasar hancur. Kalau barang2 kelontong 
masih mudah ditemukan, dijual di toko2 yg rusak ringan. Selain beras, tentu 
semua yg terkait beras dan dapur. Biar makanan tersaji agak lengkap. Kalau 
tukang masak, tdk perlu khawatir, krn semua ibu di Minang bisa memasak. Kompor 
juga masih bisa dipakai. Mungkin nanti minyak tanah atau gas yg langka. Makan, 
makan, dan makan, itu yg diperlukan dlm bbrp hari ini. 

2. Dokter dan obat2an. Nah, ini susah2 sulit. Knp? Tdk semua tempat ada yg luka 
atau meninggal. Seorg ibu bercerita ke sy bhw ada neneknya yg butuh bantuan 
dokter, krn neneknya tdk mungkin dibawa ke kawasan yg ada puskesmasnya. Tinggal 
di bukit. Ada juga korban patah tulang pergi ke tempat2 pengobatan tradisional. 
Jadi, kalau ada dokter dan obat: HARUS JELI MENCARI KORBAN. Tdk byk yg benar2 
punya informasi spt ini, kecuali kalau tenda kuning sudah berdiri: korbannya 
meninggal. 

3. Relawan. Sy bukan anti relawan. Sampai skrg, ada satu tim relawan yg tlp sy, 
mrk ada di balaikota. Bukan apa2: sy khawatir mrk tdk bisa berbuat apa2. Scr 
psikologis, mrk tentu butuh penyesuaian diri. Korban gempa beda dgn tsunami 
Aceh. Di Aceh, byk mayat harus diangkat. Di Sumbar, puing2pun tdk bisa diangkat 
pakai tangan, juga batu2 besar, pohon kelapa, apalagi utk mengalirkan air 
sungai yg terbendung longsor. Jadi, lupakan pengalaman Aceh, krn sy juga dulu 
kesana. Bayangkan saja kondisi ini: yg luka sedikit, di areal diluar Padang, 
semua org bisa bekerja, tetapi tdk tahu mengerjakan apa. Bagi sy, relawan yg 
dibutuhkan adalah yg bisa mengorganisasi massa, menyusun rencana dlm hari2 ke 
dpn, membuat coretan2 di posko2 mrk, memberikan kemungkinan2 tugas yg harus 
dilakukan. Organisatoris lbh tepat dibutuhkan, ketimbang relawan yg ikhlas 
bekerja dgn tangan. Kalaupun ada tim relawan, usahakan memberikan contoh kpd 
masyarakat yg masih kebingungan: apa rumah
 harus dirobohkan? Knp dirobohkan? Apa yg pertama perlu dibangun dulu. 

4. Insiyur teknik sipil dan arsitek diperlukan. Ya, alumni sekolah2 teknis. Ini 
kebutuhan terbesar dlm minggu2 dpn. Menyusun kerangka bangunan, memprediksikan 
kebutuhan bahan, mulai membangun. Kebutuhan peralatan pertukangan, semen, paku, 
dllnya, ke depan akan semakin meningkat. Juga alat2 penghancur rmh2 yg rusak 
berat, tapi masih berdiri tdk bisa dihuni. Dulu sy bercita2 menjadi insinyur, 
kini sy bermimpi byk insiyur yg turun ke lapangan dgn seluruh kegagahan dan 
peralatan lapangannya. 

5. Tenda. Ini kebutuhan besar, sebelum pondok2 derita berdiri. Pergilah ke 
pedalaman, usahakan jalan kaki dulu, siap2 dgn sepatu bot dan tongkat, lewati 
tanah2 berlumpur dan kayu2 malang melintang. Byk jalan2 kabupaten dan kecamatan 
yg tertimbun: oleh rumah yg diseret arus longsor, oleh pohon2 tumbang, oleh 
batu2 besar. Jangkau rumah2 penduduk yg biasanya berkelompok2, rumah2 kaum, 
saling berjauhan. Kmrn, ada helikopter Australia yg keliling2, lalu singgah di 
area yg sulit dijangkau, tapi parah. Sy yakin, mrk adalah pers asing, krn data 
mrk di pemberitaan luar negeri terbaca lbh akurat, daripada berita lokal. Jmlh 
korban yg mrk tulis lbh besar dari yg dlm negeri, terutama bagi wartawan yg 
mungkin masih menulis PERNYATAAN, bukan KENYATAAN. 

6. Kondisi jalanan sudah mulai penuh kendaraan. Akibatnya, mungkin, adalah 
kehausan akan BBM. Akibatnya, mungkin, adalah kendaraan org2 yg benar2 bekerja 
utk kemanusiaan, akan harus antri berjam2 bersama dgn kendaraan org2 yg ingin 
wisata bencana. Sy kira harus ada pom bensin khusus utk para petugas lapangan 
ini yg berbeda dgn pom bensin umum yg macet berjam2 itu. Kendaraan dari JKT dan 
Bandung sudah masuk, hari ini kendaraan dari Semarang dan Surabaya mungkin juga 
masuk. 

Lubuk Buaya, pagi ini, pukul 8.30. Rombongan JK sudah menuju Pariaman. Sy 
memutuskan utk istirahat saja, menunggu kalau ada logistik yg bisa diambil 
nanti dari Hercules, daripada harus hadapi penjagaan ekstra ketat yg biasa 
dilakukan petugas2 penting lapangan: " kami mengawal wapres", kata mrk, sambil 
cekikikan di tlp, spt yg sy saksikan sering sekali dlm setahun ini. 


Berani beda, berani benar, berani pulang!


      
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
===========================================================
Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] 
Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke