Sanak Indra,
dan sanak di palanta,
Kalau buliah bamohon refleksi Indra di bawah ko tolong Indra tulihkan sacaro
langkok di Padang Ekpres atau Singgalang. Tugeh kito maingek'an. Sumbar malah
lebih dari Pompeii: ada 3 gunung--Merapi, Singgalang, dan Talang, yang kalau
benar2 telah 'marah' melihat kelakuan manusia Minang yg tak senonoh dan
manusiawi lagi, mungkin akan berakibat lebih dahsyat dari tragedi Visuvius.
Wassalam,
Suryadi
From: Indra J Piliang <[email protected]>
To: RantauNet <[email protected]>; Forahmi <[email protected]>;
FPK <[email protected]>; Kahmi
<[email protected]>; Koran Digital
<[email protected]>; Aceh Kita <[email protected]>; LISI
<[email protected]>
Sent: Sat, October 3, 2009 2:56:53 AM
Subject: [...@ntau-net] Tidak Ada BRR.
Saya sempat berbicara dgn Husein Abdullah, apakah akan ada semacam Badan
Rekonstruksi dan Rehabilitasi (BRR) utk Minang? Husein rupanya bertanya ke Pak
JK, lalu JK menjawab bhw tdk ada BRR utk Sumbar. Syarat2 BRR tdk terpenuhi.
Ketika tsunami Aceh melanda, bantuan internasional berjibun, begitu juga dg
relawan2 internasional. Di lapangan, memang ada relawan2 luar negeri, tmsk dari
Saudi Arabia dan Jepang. Dulu, waktu tsunami Aceh, sy sempat jumpa dgn pasukan
BOMBA dari Malaysia di Lok Nga, hari ke-8. Tapi di Sumbar sy blm lihat, mungkin
krn sentimen budaya atau entahlah.
Tentu, akan ada lembaga tertentu, lbh kecil dari BRR, utk gempa Minang ini.
Sampai kini, kita blm tahu siapa komandan perangnya, selain Badan
Penanggulangan Bencana Nasional -- Banpena, istilah JK.
Gempa Yogya dan Tasikmalaya masih bersisa persoalan sampai kini, semoga nanti
di Sumbar lbh baik penanganannya. Birokrat bekerja cepat, sudah ada puluhan
halaman proposal proyek rehabilitasi, lengkap dgn foto, peta, angka, dll. Luar
biasa.
Sy ingat novel Pompeii karya Robert Harris, yg salah satu bagiannya mengisahkan
perjalanan seorg budak yg kaya raya setelah gempa kota Pompeii. Beli tanah,
pakai jaminan rumah, tetapi rumah itu juga rmh org lain lwt perjanjian bawah
tangan dan perlindungan dana politik. Sang budak lalu menjadi merdeka dan
muncul sbg predator ekonomi yg rakus.
Semoga Sumbar bukan Pompeii. Teman sy sblm sy berangkat sudah sms: soal gunung
meletus. Memang, setelah gempa Pompeii, Gunung Visuvius meletus: membunuh!
Gunung Merapi dan Singgalang, janganlah meletus, walau org Minang mengatakan
keturunan Iskandar the Great, murid Aristoteles, dari Macedonia. Walau alam
pikiran Yunani coba ditautkan oleh byk intelektual atas Minang, jelas Sumbar
bukan Pompeii..
Berani beda, berani benar, berani pulang!
__________________________________________________________
Coba Yahoo! Messenger 10 Beta yang baru. Kini dengan update real-time,
panggilan video, dan banyak lagi! Kunjungi http://id.messenger.yahoo.com/
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
1. Email besar dari 200KB;
2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi;
3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama
===========================================================
Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected]
Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---