Bang Indra,- Ambo hanya seorang proffessional bukan pengusaha dan bukan pula politikus. pemikiran ambo untuk kontruksi minang jangan menunggu bantuan orang, sebenar-nya kalau ada tekat yang kuat dan mempunyai nilai yang sama di antara kita urang minang: kita bisa lakukan hanya perlu kita mencari pemimpin di antara kita untuk menggerakan. Bukan menghilangkan nilai bantuan dari luar dengan apa yang terjadi di padang, ternyata bantuan yang palinng dulu datang dari urang awak sendiri.
Orang, bukan suzhon ya,... banyak berjanji dengan realisasi yang ngak tahu. tapi kalau kita sekali di ucapkan kita harus lakukan karena yang kita janjikan adalah orang tua, adek/abang kita di kampung halaman. Kita bersyukur diberi Allah orang2 yang talenta dan betul2 "fanatik"dengan keminangan-nya, jadi itu modal intangible yang tidak dipunyai orang lain. bagi ambo ini yang perlu kita pegang: percaya sunatullah dan jalankan hidup dengan berprinsip " NEVER GIVES UP UNTIL LAST HOUSE, BLOOD AND BREATH " QUOTED from Imam Khomeini. Mudah2an bisa memberikan masukan bagi abang2 ambo urang gadang di indonesia. Pristi H Putra Proffessional - Oman On 3 Okt, 10:56, "Indra J Piliang" <[email protected]> wrote: > Saya sempat berbicara dgn Husein Abdullah, apakah akan ada semacam Badan > Rekonstruksi dan Rehabilitasi (BRR) utk Minang? Husein rupanya bertanya ke > Pak JK, lalu JK menjawab bhw tdk ada BRR utk Sumbar. Syarat2 BRR tdk > terpenuhi. Ketika tsunami Aceh melanda, bantuan internasional berjibun, > begitu juga dg relawan2 internasional. Di lapangan, memang ada relawan2 luar > negeri, tmsk dari Saudi Arabia dan Jepang. Dulu, waktu tsunami Aceh, sy > sempat jumpa dgn pasukan BOMBA dari Malaysia di Lok Nga, hari ke-8. Tapi di > Sumbar sy blm lihat, mungkin krn sentimen budaya atau entahlah. > > Tentu, akan ada lembaga tertentu, lbh kecil dari BRR, utk gempa Minang ini. > Sampai kini, kita blm tahu siapa komandan perangnya, selain Badan > Penanggulangan Bencana Nasional -- Banpena, istilah JK. > > Gempa Yogya dan Tasikmalaya masih bersisa persoalan sampai kini, semoga nanti > di Sumbar lbh baik penanganannya. Birokrat bekerja cepat, sudah ada puluhan > halaman proposal proyek rehabilitasi, lengkap dgn foto, peta, angka, dll. > Luar biasa. > > Sy ingat novel Pompeii karya Robert Harris, yg salah satu bagiannya > mengisahkan perjalanan seorg budak yg kaya raya setelah gempa kota Pompeii. > Beli tanah, pakai jaminan rumah, tetapi rumah itu juga rmh org lain lwt > perjanjian bawah tangan dan perlindungan dana politik. Sang budak lalu > menjadi merdeka dan muncul sbg predator ekonomi yg rakus. > > Semoga Sumbar bukan Pompeii. Teman sy sblm sy berangkat sudah sms: soal > gunung meletus. Memang, setelah gempa Pompeii, Gunung Visuvius meletus: > membunuh! > > Gunung Merapi dan Singgalang, janganlah meletus, walau org Minang mengatakan > keturunan Iskandar the Great, murid Aristoteles, dari Macedonia. Walau alam > pikiran Yunani coba ditautkan oleh byk intelektual atas Minang, jelas Sumbar > bukan Pompeii.. > > Berani beda, berani benar, berani pulang! --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ . Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama =========================================================== Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
