Selasa, 06/10/2009 10:55 WIB
Gempa Sangat Besar Mengancam Indonesia Beberapa Dekade ke Depan
Novi Christiastuti Adiputri - detikNews


Korban Gempa Belum Terima Tenda
<http://foto.detik.com/readfoto/2009/10/05/105835/1215265/157/1/korban-g
empa-belum-terima-tenda>  

Jakarta - Indonesia diprediksi akan kembali dilanda gempa yang lebih
dahsyat dibanding gempa Sumbar 30 September. Hal ini dikarenakan dua
lempeng tektonik yang berada di bawah Pulau Sumatera masih terus
melakukan penyesuaian.

Hal itu disampaikan oleh para ahli gempa dari Earth Observatory of
Singapore (EOS), seperti dilansir Los Angeles Times, Selasa (6/10/2009).


EOS yang merupakan lembaga yang dibiayai pemerintah Singapura khusus
untuk meneliti tsunami, gunung berapi, gempa bumi, dan perubahan iklim,
telah melakukan penelitian selama 3 hari pasca gempa Sumbar terhadap
gejala seismik di beberapa lempeng di Indonesia. Penelitian dilakukan
dengan menggunakan peralatan Global Positioning System (GPS), catatan
historis, dan pola pertumbuhan koral yang didasarkan pada kandungan
uranium. 

Dari penelitian tersebut, EOS menemukan gempa Sumbar hanya sedikit
mengurangi ketegangan yang ada di area pertemuan dua lempeng tektonik.
Menurutnya, gempa yang lebih buruk akan terjadi di wilayah Padang dan
sekitarnya dalam beberapa dekade ke depan, namun prediksi waktu
terjadinya tidak dapat dipastikan.

"Kita tidak berpikir ini yang paling besar. Bisa terjadi kapan saja,
sekarang, 20 tahun lagi atau bahkan lebih," kata Direktur Teknik EOS
Paramesh Banerjee.

Dikatakan dia, gempa Sumbar terjadi di area yang menjadi pertemuan dua
lempeng, yaitu Lempeng Indo-Australia yang berada di bawah Lempeng
Sunda. Area pertemuan dua lempeng tersebut tepat berada di bawah Padang
dan Aceh, yang 2004 lalu telah lebih dulu diguncang gempa bumi beserta
tsunami.

"Ketika satu lempeng berada di bawah lempeng lain, itu disebut
'subduksi'. Tapi itu tidak terjadi dengan tenang. Pertemuan dua lempeng
menjadi stag dan kemudian terselip. Proses selip itu yang disebut
gempa," tutur Banerjee.

Kedua lempeng ini melakukan terus penyesuaian beberapa inci setiap
tahunnya, dan akan terus terjadi selama bertahun-tahun bahkan
berabad-abad, sebelum akhirnya nanti akan terjadi penyesuaian yang
paling dahsyat dan terjadilah gempa yang sangat besar. Besarnya gempa
tergantung pada ukuran patahan dan seberapa besar penyesuaian patahan
tersebut terjadi. 

Pada kasus patahan Sunda, yang berhubungan dengan pantai barat Sumatera
terjadi selip sedalam 30 meter tahun 2004 lalu dan memicu tsunami di
Aceh. Kemudian tahun 2005 terjadi selip sedalam 12 meter yang memicu
gempa bumi 8,7 SR yang melanda Nias dan Kepulauan Simeulue. 

Menurut EOS, penyesuaian patahan selanjutnya masih akan terjadi tepat di
wilayah pantai Padang, meskipun gempa telah mengguncang wilayah tersebut
30 September.

(nvc/nrl)

 

http://www.detiknews.com/read/2009/10/06/105545/1216097/10/gempa-sangat-
besar-mengancam-indonesia-beberapa-dekade-ke-depan


----- Forwarded by Ajenar Kartika/INDONESIA on 10/06/2009 08:34 AM -----


A Chai <[email protected]> 
Sent by: [email protected] 

 

 

 

Teman-teman,

Saya turut berduka cita buat teman-teman yang keluarganya terkena
bencana di Padang.

Dengan data yang terkumpul sekarang, gempa tanggal 30 Sep (M7.6)
tidaklah terjadi di interface subduction, melainkan terjadi di lempeng
India di lokasi yang dalam (~80 km). In menimbulkan concern baru yaitu
gempa tanggal 30 Sep tidak merelease energi yang terumpul sejak tahun
1797. Daerah subduksi di sepanjang kepulauan Mentawai (sepanjang ~400
km) berpotensi untuk memproduksi gempa dengan M8.8 (energi = 60 x energi
M7.6). Dan gempa ini akan terjadi, mungkin 30 menit lagi, mungkin 30
tahun lagi. Kalau kita lihat runtutan gempa2 yang terjadi sejak Juni
2000, hanya subduksi sepanjang Mentawai yang belum fail. Setealh gempa
M8.8, Sumatra akan kembali diam dan akan aktif lagi 100-200 tahun
kemudian.

Apa yang akan terjadi jika M8.8 terjadi? Gempa ini akan mengakibatkan
gonyangan yang sangat kuat dan akan mengakibatkan sebagian bangunan di
Padang, Pariaman, Painan, etc rusak. (Untuk yang berminat, saya akan
kirimkan paper saya di BSSA yang terbit bulan April yang lalu). Alas,
gempa ini juga kan mengakibatkan tsunami yang menurut perhitungan kita
akan mencapai 3 - 5 meter (Padang sendiri akan subside by 0.6 m).
Tsunami ini akan datang sekitar 20 - 25 menit setelah gempa.

Apa yang akan terjadi dengan Padang? Kota ini terhantam tsunami di tahun
1797 (M8.6), tetapi penduduk Padang waktu itu hanya berjumlah 4000 orang
dan kota Padang waktu itu bersituasi di daerah yang elevasinya tinggi.

Apa yang akan terjadi dengan Painan?

Buat teman-teman yang punya koneksi dengan gubernur atau walikota
Padang, mungkin saya bisa meminta bantuannya untuk dihubungkan dengan
beliau.

Padang telah diberi beberapa warning (12 Sep 2007, 16 Aug 2009 dan 30
Sep 2009). Kita tidak bisa menunda rebuilding of Padang in a more
sustainable way. Daerah di sepanjang pantai sudah harus ditata ulang.
Kalau itu dilakukan, kita bisa meyelamatkan puluhan atau ratusan ribu
orang.  

Salam,
Kusno






.







The above message is for the intended recipient only and may contain 
confidential information and/or may be subject to legal privilege. If you are 
not the intended recipient, you are hereby notified that any dissemination, 
distribution, or copying of this message, or any attachment, is strictly 
prohibited. If it has reached you in error please inform us immediately by 
reply e-mail or telephone, reversing the charge if necessary. Please delete the 
message and the reply (if it contains the original message) thereafter. Thank 
you.

--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
===========================================================
Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] 
Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke