Kerusakan Cagar Budaya Diinventarisasi

By Republika Newsroom
Rabu, 07 Oktober 2009 pukul 05:56:00 

PADANG-Gempa berkekuatan 7,6 SR yang mengguncang Sumatera Barat, Rabu
(20/9) lalu turut menyebabkan kerusakkan sebagian besar bangunan cagar
budaya di wilayah itu. Menurut penelusuran Tim Survei Kerusakan Benda
Cagar Budaya Pasca-gempa Sumbar yang dilakukan Minggu (4/10)
menyebutkan, bangunan cagar budaya di lima kawasan Kota Padang umumnya
rusak berat.

Hal ini dilaporkan sendiri oleh Koordinator Crisis Center Departemen
Kebudayaan dan Pariwisata(Depbudpar), Surya Dharma, di Jakarta, Selasa
malam (6/10). "Gempa berkekuatan 7,6 skala richter itu telah
meluluhrantakkan rumah, infrastrukur, dan bangunan fasiltas umum
termasuk bangunan bersejarah di Kota Padang," ujar dia.

Menurut Surya Dharma, pihaknya mencatat bangunan cagar alam di beberapa
wilayah Sumatera Barat, seperti di kawasan Batang Arau, Pasar Mudi,
Pasar Malintang, dan Pasar Gadang sebagian besar dalam kondisi rusak
berat dengan tingkat kerusakan rata-rata sekitar 80 persen. Sedangkan di
kawasan Pasar Batimpuk, kata dia, bangunan cagar budaya yang rusak hanya
sebagian.

Dari lima kawasan yang disurvei, pihaknya mendapati adanya 50 unit
bangunan cagar budaya peninggalan masa kolonial Belanda. "Tim survei
melaporkan, umumnya kerusakan terjadi pada struktur bangunan yang
rata-rata memang telah berumur ratusan tahun," ungkap dia.

Selain bangunan cagar budaya yang mengalami kerusakan, Surya Dharma
mengatakan beberapa gedung penting juga ditemui dalam keadaan serupa.
Gedung-gedung penting yang turut mengalami kerusakan berat ini antara
lain, Perpustakaan dan Arsip Nasional Sumbar, sedangkan yang mengalami
kerusakan ringan antara lain Museum Adityawarman dan Taman Budaya
Sumbar.

Sebelumnya, Depbudpar telah membentuk crisis center sebagai salah satu
respons menghadapi bencana gempa di Sumbar. Crisis center ini dibentuk
sebagai wadah informasi bagi publik yang berkaitan dengan pariwisata di
Sumbar pascagempa. Institusi tersebut berpusat di Inna Muara Hotel
Padang, Jalan Gereja No.34 Padang. ant/c16/irf

http://www.republika.co.id/berita/80648/Kerusakan_Cagar_Budaya_Diinventa
risasi

 

 



The above message is for the intended recipient only and may contain 
confidential information and/or may be subject to legal privilege. If you are 
not the intended recipient, you are hereby notified that any dissemination, 
distribution, or copying of this message, or any attachment, is strictly 
prohibited. If it has reached you in error please inform us immediately by 
reply e-mail or telephone, reversing the charge if necessary. Please delete the 
message and the reply (if it contains the original message) thereafter. Thank 
you.

--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
===========================================================
Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] 
Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke