Assalamualaikum WW pak Jupardi Andi

Habih malu dek bansaik, abih harago diri dek litak
Habih bangso dek Hino. Habih kemanusiaan dek Penderitaan
Abih ugamo/Iman dek kemiskinan.

Habih caro dek mati aka
Habih wakatu dek talampau pikia/talalu banyak teori

Mungkin inilah keadaan yang berlaku dalam kondisi darurat itu.

Mohon Maaf kalau ado nan kurang berkenan

Wassalamu'alaikum WW
Erinos muslim Tanjung



----- Pesan Diteruskan ----
Dari: "[email protected]" <[email protected]>
Kepada: [email protected]
Terkirim: Kam, 8 Oktober, 2009 21:58:51
Judul: [...@ntau-net] BEREBUT BANTUAN


Dua hari terakhir ini saya tonton televisi memang sedikit gencar ditayang 
dilokasi bencana masyarakat yang tertimpa musibah setiap ada bantuan yang masuk 
terutama bahan makanan mereka berlari dan berebutan saling tarik menarik tapi 
masih dalam batas yang wajar mereka ridak saling berkelahi dapat merebut punya 
temannya lepas dari genggaman dibawa lari oleh yang merebut tapi kawannya ini 
tidak mengejar habis2an kawannya yang merebut apalagi baku hantam tapi hanya 
membiarkan saja kawannya yang merebut tadi membawa sekotak mie instan misalnya 
lalu dengan sigap lagi berebutan sembako yang sedang dibagikan oleh sukarelawan 
yang lansung turun kelokasi bencana membawa mobil

Fenomena tersebut sesuatu kondisi yang "normal" dalam keadaan tanggap darurat 
setelah gempa terjadi yang meluluh lantakan segala sendi kehidupan yang tidak 
normal itu mungkin pemberitaan media yang berlebihan dan cendrung mendramatisir 
sitausi

Ya apa boleh buat bagi media "bad news is good news" mungkin sudah menjadi 
pakem dalam pemberitaan lupakan dulu Media

Saya hanya berpikir positif saja dan mencoba membalikan keadaan seandainya saya 
yang jadi mereka tersebut saya akan melakukan hal yang sama juga di lokasi 
bencana

Ini adalah maslah PERUT jangan main main

Dari fenomena rebut rebutan sembako ini kita sedikit mengambil hikmah jika 
masalah PERTUT apapun dilakukan orang jadi disini para petinggi negara ini 
harus paham disinilah kesejahteraan masyarakat dimulai yaitu di PERUT bukan 
membangun gedung2 mewah sarana prasarana yang mubazir dan hanya sebagi simbol 
tapi PERUT rakyatnya kosong

------------------ dipotong-------------



      Bersenang-senang di Yahoo! Messenger dengan semua teman. Tambahkan mereka 
dari email atau jaringan sosial Anda sekarang! 
http://id.messenger.yahoo.com/invite/
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
===========================================================
Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] 
Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke