"Dengan KARAKTERISTIK dan  ciri2 orang Minang diatas ,  mako Minangkabau akan 
pulih dalam waktu yang cepat, lebih cepat dari Jogya dan Aceh"

insyallah, amin
tulisan dibawah ini juga perlu direnungi bersama sebagai bentuk kritikan.

"Dalam
beberapa potret, modal sosial tersebut tampak serapuh struktur penataan
wilayah dan struktur bangunan dalam menghadapi goyangan gempa"

"Pengingkaran diam-diam terhadap
ajaran agama melalui perilaku yang tak semestinya dapat menyeret pada
status munafik status yang kelak akan mendapat hukuman paling keras
dari Tuhan. Sikap munafik dapat terjadi pada siapa pun dan masyarakat
mana pun. Namun, di kalangan pihak yang seolah paling beragamalah,
kemunafikan paling mungkin berkembang"


wassalam,
harman St. Idris-Koto (37)

http://www.republika.co.id/koran/28/81180/Ayo_Bangkit_Sumbar


Jumat, 09 Oktober 2009 pukul 01:33:00
Ayo Bangkit Sumbar!  Oleh: Zaim Uchrowi


Alhamdulillah!
Sumatra Barat telah kembali menggeliat. Puing-puing memang masih
menumpuk. Tanah pekuburan masih basah. Merah lelongsoran yang mengubur
ratusan jiwa di beberapa tempat masih akan lama tertutup oleh hijau
tetumbuhan. Anak-anak mulai bersekolah, orang-orang ke kantor, para
pedagang kembali menjajakan barang jualannya yang masih ala kadarnya.
Masih sangat banyak yang harus dikerjakan. Tapi, semua itu menunjukkan
bahwa bencana seberapa pun besarnya, tak akan pernah mampu mematahkan
langkah manusia yang akan terus mencari jalan untuk maju.''Hidup harus
terus berjalan,'' begitu kata penyair. 

Syair yang sesungguhnya
tak berhenti pada batas kata-kata itu, melainkan ada dalam kehidupan
itu sendiri. Syair itu ada dalam gerak langkah masyarakat Minang yang
baru bangkit dari keterluluhlantakan yang membuat hati kita semua
teriris. Syair sesungguhnya ada di kantor, sekolah, pasar, kebun,
hingga sawah. Juga, pada diri para pekerja, baik yang sukarela maupun
profesional, yang tak henti bergerak untuk meringankan beban sesama
akibat entakan bumi itu. Luka akibat gempa itu memang perlu waktu yang
sangat lama untuk tersembuhkan. 

Namun, tak perlu menunggu luka
mengering buat bangkit. Bangkit adalah persoalan jiwa. Bukan persoalan
keadaan yang melingkupinya. Seberapa pun dalam luka yang tersisa,
seberapa pun sulit keadaan yang melilit, siapa pun yang akan memiliki
jiwa merdeka, akan selalu mudah untuk bangkit. Masyarakat Minang
memiliki modal besar untuk itu. Masyarakat Minang memiliki latar
intelektualitas dan sikap kesetaraan atau keegaliteran di atas
rata-rata masyarakat lain di negeri ini. Latar religiositas juga
termasuk tinggi, yang semestinya juga membentuk hadirnya jiwa merdeka.

Kebangkitan
itu sebaiknya tak semata berupa sikap. Kebangkitan itu akan lebih
sempurna bila diiringi langkah nyata untuk bertindak lebih baik di
masa-masa mendatang. Salah satu tindakan yang diperlukan adalah
beradaptasi dengan realitas alam sebagai sunnatullah atau ketetapan dan
hukum Tuhan yang disebutkan bukan melalui Alquran atau hadis, melainkan
melalui alam semesta ini. Masyarakat Minang sudah harus sepenuhnya
menyesuaikan diri dengan kenyataan bahwa wilayah tersebut memang rawan
bencana.

Padang harus dirombak total menjadi kota modern yang
sadar dengan kerawanannya atas kemungkinan bencana, baik gempa maupun
tsunami. Ke depan, zona merah harus sepenuhnya dibebaskan dari semua
bangunan serta kesibukan manusia. Hunian dan fasilitas aktivitas
tersebut perlu direlokasi ke zona hijau dengan bangunan yang harus siap
dengan gempa berkekuatan di atas 9 Skala Richter. Zona merah harus
sepenuhnya ditujukan untuk kawasan pelestarian alam. Tradisi kota yang
'asal tumbuh' seperti di Indonesia secara umum saatnya diakhiri. Padang
berkesempatan menjadi pelopor perombakan total kota menjadi kota modern
yang selaras alam.

Tak kalah penting dengan penataan wilayah
terkait aspek lingkungan adalah penataan kehidupan sosial. Masyarakat
maju dan kuat adalah masyarakat yang memiliki aspek yang diistilahkan
Francis Fukuyama sebagai modal sosial. Kunci utama adalah trust atau rasa 
percaya satu sama lain yang kekuatannya akan teruji di
saat-saat kritis, seperti saat menghadapi musibah baru-baru ini. Dalam
beberapa potret, modal sosial tersebut tampak serapuh struktur penataan
wilayah dan struktur bangunan dalam menghadapi goyangan gempa. 

Terbukti,
setelah terjadi bencana, belum seluruh warga bahu-membahu meringankan
beban satu sama lain. Masih beredar kabar adanya pihak-pihak yang
justru memanfaatkan kesempatan untuk diri sendiri, seperti menaikkan
harga air, minyak, sampai tarif ojek di luar batas kewajaran.  ini yang 
menjawab keheranan lama saya: mengapa Rapuhnya
modal sosialaroma
kemiskinandi Sumatra Barat masih terasa menyengat, sedangkan sejarah 
intelektualitasdan keberagamaannya begitu kuat?

Aspek lain yang
lebih penting lagi untuk ditata adalah keagamaan.  Bersama Aceh,
Sumatra Barat merupakan masyarakat paling terasosiasi dengan
keberagamaan yang kuat. Bila Aceh berlabelkan 'Serambi Makkah', Sumatra
Barat mengusung slogan 'Adat Bersendi Syara, Syara Bersendi
Kitabullah'.  Masyarakat yang mengusung simbol keagamaan mendapat
tuntutan lebih dibanding masyarakat lain dalam menegakkan nilai-nilai
agama secara substansial. 

Pengingkaran diam-diam terhadap
ajaran agama melalui perilaku yang tak semestinya dapat menyeret pada
status munafik status yang kelak akan mendapat hukuman paling keras
dari Tuhan. Sikap munafik dapat terjadi pada siapa pun dan masyarakat
mana pun. Namun, di kalangan pihak yang seolah paling beragamalah, kemunafikan 
paling mungkin berkembang. Sungguh baik bila masyarakat
Sumatra Barat mau mengkaji kemungkinan yang mudah-mudahan tidak terjadi
itu.Saya percaya bahwa ada momentum untuk bangkit. Saya juga percaya,
masyarakat Sumatra Barat punya kemampuan memanfaatkan momentum tersebut
untuk segera bangkit.




________________________________
From: Eri Bagindo Rajo <[email protected]>
To: [email protected]; [email protected]
Sent: Fri, October 9, 2009 8:51:37 AM
Subject: Bls: Trs: [...@ntau-net] BEREBUT BANTUAN


Assalamu'alaikum WW pak Jupardi Andi

InsyaALLAH harapan pak Jepe dan harapan kito basamo ko  disampaikan dan di 
mudahkan jalannyo oleh ALLAH SWT.

Kalau mancaliak kajadian nan lalu lalu, urang awak ko menganut  paham ; saraso 
samalu, saciok bak ayam sadanciang bak basi',  barek samo di pikua ringan samo 
di jinjiang.

Hasil penelitian awal salah seorang mahasiswi S2 antropology UI menyebutkan 
ciri2 perantau minang yang juo marupokan ciri ciri umum urang minang; yaitu; 
Persistent/ ulet, Kerja keras /hard working, Humble, Honest, Tegar , Sosial 
tinggi,

Dengan KARAKTERISTIK dan  ciri2 orang Minang diatas ,  mako Minangkabau akan 
pulih dalam waktu yang cepat, lebih cepat dari Jogya dan Aceh.

Semoga ALLAH melipat ganda kan pahala semua orang yang terlibat dalam membantu 
Korban Gempa dan semoga ALLAH

meringankan bebean penderitaan korban Gempa.

 Semoga ALLAH mengganti berlipat ganda semua kehilangan yang dialami penderita 
gempa, baik yang kehilangan KASIH SAYANG dan Perlindungan (kehilangan anggota 
keluarga), kehilangan HARTA BENDA, kehilangan anggota badan dll.
Kabulkan lah Ya ALLAH.

Wassalamu'alaikum WW
Erinos Muslim Tanjung (52)


      
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
===========================================================
Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] 
Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke