Keliling
Sumbar Pasca Gempa

 

Begitu
mengetahui putriku dan adikku 

Dalam
keadaan aman

Aku
masih sempat masuk kelas di hari Kamis dan Jumat

Tapi
badanku yang ada di kelas

Sementara
pikiranku melayang ke Sumbar

 

Alunan
saluang di Metro TV

Serta
tayangan gambar tentang gempa Sumbar

Telah
mengharu biru perasaanku

Daripada
bersusah hati di rantau orang

Biarlah
bersusah badan pulang ke Ranah Minang

 

Jelang
kekampus di hari Jumat  1 oktober 2009

Aku
meminta suamiku untuk pulang kampung

Ternyata
suamiku juga memiliki kegelisahan yang sama

Setelah
Sholat Jumat

Aku
ditelpon untuk segera berangkat pulkam

 

Kutinggalkan
kampus dan mampir kepasar

Kubeli
bahan dendeng dan ayam goreng serta sambal lado

Tak
lupa kerupuk udang yang mentah

Untuk
bekal dijalan dan dilokasi gempa

Karena
khawatir pasar belum berfungsi

 

Hari
Sabtu pagi 2 oktober 2009

Dibawah
guyuran hujan

Kami
tinggalkan kota Bengkulu

Tidak
kami hiraukan tawaran teman 

Yang
mengajak pulang bareng tetapi di hari berikutnya

 

Perjalanan
yang jauh dari Bengkulu ke Padang

Memaksa
kami beristirahat dulu di Dharmasraya

Dirumah
mertuaku

Kami
dikasih bekal beras setengah sumpit

Akupun
mampir kepasar Pulau Punjung

Membeli
bekal seperti untuk kemping pramuka

Minyak,
cabe, bawang merah, bawang putih, bawang daun, sayuran

Maco
bada, sardencis, dan telor

Serta
Aqua gelas beberapa kardus

Ketika
meliwati Curup

Aku
sempat membeli beberepa sikat pisang Curup

 

Alhamdulillah
perjalanan kami lancar-lancar saja

Aku
menikmati indahnya pemandangan di Sitinjau Laut

Kupandangi
juga bekas-bekas longsor di daerah tersebut

Lama
ku tatap bekas longsor di sekitar Lubuak Paraku

Yang
terkoyak dari puncak bukit

Lokasi
yang malam harinya ditutup kembali

Karena
longsor dan menimbun 2 mobil dan

Menewaskan
salah seorang anggota DPRD Sumbar

 

Lepas
dari Sitinjau Laut dan memasuki Indarung

Belum
kelihatan kalau disana baru terjadi gempa

Tenda-tenda
pesta berdiri di beberapa lokasi

Walau
tak banyak yang hadir di pesta tersebut

Semakin
dekat ke Siteba mulailah kelihatan

Banyak
rumah yang rusak

Kami
sempat nyasar dan disana banyak rumah hancur

Ketika
mencari alamat adik

Kami
bertemu dengan Prof Jakius Jama

Mamtan
Dekan FKIP UNIB 

Yang
sedang menatap rumah saudaranya

“
Hah gendut, makmur orang Bengkulu ya? “ katanya

Waktu
beliau Dekan, aku masih menyusui dan kurus

“
Nggak nyangka bisa gendut” katanya jelang pergi

 

Akhirnya
kami sampai di rumah adikku

Rumah
yang retak di bagian depan

Berbahaya
kalau terjadi gempa susulan

Disana
PAM mati, listrik mati

Tak
lama kami disana

Hujan
lebat membasahi bumi

Kami
tampung air 

Hingga
persediaan air jadi banyak

Bersyukur
karena ada yang punya sumur

Disanalah
para tetangga adikku mengambil air bersih

Ketika
hujan tak turun

 

Esok
harinya dibawah gerimis

Kami
menuju kampus UNAND

Syukurlah
gedung PKM masih berdiri

Asrama
putri hijaupun tenpat putriku masih utuh

FTnya
terutama TE dan TM serta ruang kuliah rusak berat

“
Untung dosennya tidak masuk sore itu ” kata putriku

 

Perjalanan
kami teruskan ke pusat Kota Padang

Masih
dibawah rintik hujan gerimis

Kami
kunjungi kampung Cina yang hancur lebur

Kami
hanya memandangi bekas reruntuhan

 

Kakiku
terasa bergetar ketika memandang

Gedung
Bappeda tempat adikku terjebak

Alhamdulillah
berkat RahmatNya

Adikku
selamat

 

Esok
harinya ketika sedang menuju Pariaman

Datang
SMS adikku 

“
Sedang dimana ?, 

katanya
akan ada gempa yang lebih besar

pulanglah
cepat “

Kulihat
disepanjang jalan dari Padang ke Pariaman 

Masih
banyak rumah yang berdiri

Aku
merasa lebih aman dijalanan Pariaman

Ketimbang
rumah adikku

Tak
kuhiraukan SMS tersebut

Air
dan pisang kami turunkan di beberapa lokasi

Suamiku
tak berani masuk ke pedalaman

“
Nanti dikira kita membawa sumbangan

Plat
mobil kita BD “, katanya

Setelah
sampai didepan  kantor walikota Pariaman

Kami
kembali ke Padang

 

Esoknya
kami tinggalkan rumah adikku dan 

Kami
menuju Bukittinggi hendak ke Payakumbuh

Disepanjang
jalan Lubuk Alung sampai Kayu Tanam

Terlihat
keganasan gempa disana

Sebagian
besar rumah rusak berat 

Dilembah
Anai juga terlihat bekas longsor

Ada
batu batu besar  yang keluar dari bukit

Pemandangan
yang menegangkan

 

Kami
mampir di sate Syukur

Disana
kami putuskan untuk singgah ke Malalak dulu

Di
Padang Laur kami berbelok arah ke Maninjau

Kami
lewati simpang Sungai Tanang

Pakan
Sinayan, Koto Tuo, Balingka

Dan
sampai di simpang Malalak

Cuaca
waktu itu sangat bersahabat

Tidak
panas dan tidak hujan

Mula-mula
jalan ke Malalak mulus dan lebar

Kemudian
menanjak dan jalanpun ada yang berkerikil

Kemudian
kami meliwati pinggiran bukit bekas longsor

Tetapi
sudah dibersihkan

Ada
beberapa meter jalan yang hanya muat untuk satu mobil

Kiri
dan kanannya tumpukan tanah bekas longsor

Keluar
dari sana jalan kembali lebar

Dari
sana kami memandang bukit yang berliku

Umumnya
sudah keropos bekas longsor

Sesampai
di bengkolan dengan jalan mulai menyempit

Jurangnya
kelihatan dalam

Nyaliku
ciut, kakiku lemas

Kami
hentikan perjalanan dan kembali ke simpang Malalak

 

“
Kita ke Lubuk Basung menemui adik bungsuku” kata suamiku

Di
Matur kami bertemu rombongan IKM Bengkulu

Yang
hendak ke Lubuk Basung juga

Mereka
adalah sobat suamiku

Kami
beriringan dengan mereka

 

Dari
Embun Pagi terlihat

Betapa
indahnya danau Maninjau

Sudah
lama sekali aku tak kesana

Ketika
sambil berjalan 

Mata
dilayangkan ke sebelah kiri

Terlihat
bukit-bukit yang mengelilingi danau Maninjau

Terkoyak-koyak
dengan warna coklat hijau

Disuatu
lokasi warna coklat agak lebar dari yag lain

Mulai
tampak dari puncak hingga masuk danau

Tak
henti-henti mataku memandang kesana

 

Suamiku
tidak belok kiri, tapi belok kanan

Mengikuti
rombongan IKM meniju Lubuk Basung

Sesampai
di Lubuk Basung

Kami
tak ikut ke kantor Bupati Agam

 

Ketika
sudah bertemu dangan adik suamiku

Kami
putuskan untuk menginap disana

Besoknya
suamiku memilih jalan ke Pariaman

“
Biarlah jauh dari pada mendaki dengan liku-liku yang tajam “

Kami
saksikan reruntuhan rumah di beberapa lokasi

Di
Pariaman kami mampir ke rumah ajo Suardi

Salah
seorang rombongan IKM Bengkulu 

Yang
sedang menghantarkan sumbangan ke wali kota Pariaman

Kami
berjanji bertemu di Sijunjung dan pulang bareng

 

Dari
Pariaman kami meliwati jalan meuju Sicincin

Banyak
sekali rumah yang rusak di sepanjang jalan tersebut

Anak-anak
kecil di bawah umur

Menyorongkan
kotak indomi memohon bantuan

Pemandangan
yang membikin tak enak hati

Lepas
dari Kayu Tanam

Terbebaslah
kami dari pengaruh gempa

Kami
bisa dengan leluasa ke Payakumbuh

Ke
Sungai Tanang ke Bukittinggi dan

Kembali
Ke Bengkulu

 

Alhamdulillah
tadi malam

Kami
telah selamat sampai di Bengkulu 

 

Catatan
ini menjadi tak berarti

Dibanding
catatan para relawan yang terjun ke lapangan

Aku
bisa merasakan

Betapa
bahagianya para relawan 

Yang
bisa membantu sesama

Mengurangi
penderitaan para korban gempa

 

Ya
Allah Yang Maha Pengasih

Berilah
rejeki yang banyak kepada donatur

Berilah
kekuatan lahir dan batin kepada relawan

Berilah
imbalan yang tepat untuk mereka

Beri
juga kekuatan agar para korban dempa

Bisa
kembali bangkit

Menjadi
lebih baik dari sebelumnya

Amin
Ya Rabbal Alamin

 

 

Bengkulu,
12 Oktober 2009

 

 

Hanifah
Damanhuri




      
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
===========================================================
Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] 
Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke