Bung IJP yth. sebaiknya untuk gempa kali ini Bung IJP sendiri yang menulis 
buku. Pasti seru buku yang ditulis oleh relawan. Visa kompak dengan bung Jepe 
... atau kalau bung IJP terlalu sibuk untuk menulis, biar Jepe saja yang 
menulis ... Pasti hasilnya bagus. Makasih telah membaca tulisan uni ya. 
besok-besok uni sibuk mikirin mhs, belum tentu uni bisa menulis. Selamat 
bekerja dilapangan.

Wass

Hanifah

--- On Mon, 10/12/09, Indra J Piliang <[email protected]> wrote:

From: Indra J Piliang <[email protected]>
Subject: [...@ntau-net] Re: Keliling Sumbar Pasca Gempa
To: "hanifah daman" <[email protected]>, "RantauNet" 
<[email protected]>, [email protected]
Date: Monday, October 12, 2009, 3:25 PM

   Kakanda Uni Hanifah. Usul ambo, Uni bisa mulai dari kini, mambuek semacam 
buku: Kisah-Kisah Gempa. Sado dunsanak kito pasti bisa kontribusi, baik nan di 
ranah, atau di rantau. Elok bana utk masa depan. Gampopun bisa membangun 
peradaban. Uda Suryadi jadi editor atau penuntunnyo, tentang 5 W dan 1 H nyo. 

Baa, gati, Uni? 

Ijp"Beranilah beda, beranilah benar, beranilah pulang! Maka, demokrasi akan 
sehat, oligarki akan punah, hubungan batin akan sumringah..."From:  hanifah 
daman <[email protected]>
Date: Mon, 12 Oct 2009 01:16:30 -0700 (PDT)To: <[email protected]>; 
<[email protected]>Subject: [...@ntau-net] Keliling Sumbar Pasca Gempa


Keliling
Sumbar Pasca Gempa 

   

Begitu
mengetahui putriku dan adikku  

Dalam
keadaan aman 

Aku
masih sempat masuk kelas di hari Kamis dan Jumat 

Tapi
badanku yang ada di kelas 

Sementara
pikiranku melayang ke Sumbar 

   

Alunan
saluang di Metro TV 

Serta
tayangan gambar tentang gempa Sumbar 

Telah
mengharu biru perasaanku 

Daripada
bersusah hati di rantau orang 

Biarlah
bersusah badan pulang ke Ranah Minang 

   

Jelang
kekampus di hari Jumat  1 oktober 2009 

Aku
meminta suamiku untuk pulang kampung 

Ternyata
suamiku juga memiliki kegelisahan yang sama 

Setelah
Sholat Jumat 

Aku
ditelpon untuk segera berangkat pulkam 

   

Kutinggalkan
kampus dan mampir kepasar 

Kubeli
bahan dendeng dan ayam goreng serta sambal lado 

Tak
lupa kerupuk udang yang mentah 

Untuk
bekal dijalan dan dilokasi gempa 

Karena
khawatir pasar belum berfungsi 

   

Hari
Sabtu pagi 2 oktober 2009 

Dibawah
guyuran hujan 

Kami
tinggalkan kota Bengkulu 

Tidak
kami hiraukan tawaran teman  

Yang
mengajak pulang bareng tetapi di hari berikutnya 

   

Perjalanan
yang jauh dari Bengkulu ke Padang 

Memaksa
kami beristirahat dulu di Dharmasraya 

Dirumah
mertuaku 

Kami
dikasih bekal beras setengah sumpit 

Akupun
mampir kepasar Pulau Punjung 

Membeli
bekal seperti untuk kemping pramuka 

Minyak,
cabe, bawang merah, bawang putih, bawang daun, sayuran 

Maco
bada, sardencis, dan telor 

Serta
Aqua gelas beberapa kardus 

Ketika
meliwati Curup 

Aku
sempat membeli beberepa sikat pisang Curup 

   

Alhamdulillah
perjalanan kami lancar-lancar saja 

Aku
menikmati indahnya pemandangan di Sitinjau Laut 

Kupandangi
juga bekas-bekas longsor di daerah tersebut 

Lama
ku tatap bekas longsor di sekitar Lubuak Paraku 

Yang
terkoyak dari puncak bukit 

Lokasi
yang malam harinya ditutup kembali 

Karena
longsor dan menimbun 2 mobil dan 

Menewaskan
salah seorang anggota DPRD Sumbar 

   

Lepas
dari Sitinjau Laut dan memasuki Indarung 

Belum
kelihatan kalau disana baru terjadi gempa 

Tenda-tenda
pesta berdiri di beberapa lokasi 

Walau
tak banyak yang hadir di pesta tersebut 

Semakin
dekat ke Siteba mulailah kelihatan 

Banyak
rumah yang rusak 

Kami
sempat nyasar dan disana banyak rumah hancur 

Ketika
mencari alamat adik 

Kami
bertemu dengan Prof Jakius Jama 

Mamtan
Dekan FKIP UNIB  

Yang
sedang menatap rumah saudaranya 

“
Hah gendut, makmur orang Bengkulu ya? “ katanya 

Waktu
beliau Dekan, aku masih menyusui dan kurus 

“
Nggak nyangka bisa gendut” katanya jelang pergi 

   

Akhirnya
kami sampai di rumah adikku 

Rumah
yang retak di bagian depan 

Berbahaya
kalau terjadi gempa susulan 

Disana
PAM mati, listrik mati 

Tak
lama kami disana 

Hujan
lebat membasahi bumi 

Kami
tampung air  

Hingga
persediaan air jadi banyak 

Bersyukur
karena ada yang punya sumur 

Disanalah
para tetangga adikku mengambil air bersih 

Ketika
hujan tak turun 

   

Esok
harinya dibawah gerimis 

Kami
menuju kampus UNAND 

Syukurlah
gedung PKM masih berdiri 

Asrama
putri hijaupun tenpat putriku masih utuh 

FTnya
terutama TE dan TM serta ruang kuliah rusak berat 

“
Untung dosennya tidak masuk sore itu ” kata putriku 

   

Perjalanan
kami teruskan ke pusat Kota Padang 

Masih
dibawah rintik hujan gerimis 

Kami
kunjungi kampung Cina yang hancur lebur 

Kami
hanya memandangi bekas reruntuhan 

   

Kakiku
terasa bergetar ketika memandang 

Gedung
Bappeda tempat adikku terjebak 

Alhamdulillah
berkat RahmatNya 

Adikku
selamat 

   

Esok
harinya ketika sedang menuju Pariaman 

Datang
SMS adikku  

“
Sedang dimana ?,  

katanya
akan ada gempa yang lebih besar 

pulanglah
cepat “ 

Kulihat
disepanjang jalan dari Padang ke Pariaman  

Masih
banyak rumah yang berdiri 

Aku
merasa lebih aman dijalanan Pariaman 

Ketimbang
rumah adikku 

Tak
kuhiraukan SMS tersebut 

Air
dan pisang kami turunkan di beberapa lokasi 

Suamiku
tak berani masuk ke pedalaman 

“
Nanti dikira kita membawa sumbangan 

Plat
mobil kita BD “, katanya 

Setelah
sampai didepan  kantor walikota Pariaman 

Kami
kembali ke Padang 

   

Esoknya
kami tinggalkan rumah adikku dan  

Kami
menuju Bukittinggi hendak ke Payakumbuh 

Disepanjang
jalan Lubuk Alung sampai Kayu Tanam 

Terlihat
keganasan gempa disana 

Sebagian
besar rumah rusak berat  

Dilembah
Anai juga terlihat bekas longsor 

Ada
batu batu besar  yang keluar dari bukit 

Pemandangan
yang menegangkan 

   

Kami
mampir di sate Syukur 

Disana
kami putuskan untuk singgah ke Malalak dulu 

Di
Padang Laur kami berbelok arah ke Maninjau 

Kami
lewati simpang Sungai Tanang 

Pakan
Sinayan, Koto Tuo, Balingka 

Dan
sampai di simpang Malalak 

Cuaca
waktu itu sangat bersahabat 

Tidak
panas dan tidak hujan 

Mula-mula
jalan ke Malalak mulus dan lebar 

Kemudian
menanjak dan jalanpun ada yang berkerikil 

Kemudian
kami meliwati pinggiran bukit bekas longsor 

Tetapi
sudah dibersihkan 

Ada
beberapa meter jalan yang hanya muat untuk satu mobil 

Kiri
dan kanannya tumpukan tanah bekas longsor 

Keluar
dari sana jalan kembali lebar 

Dari
sana kami memandang bukit yang berliku 

Umumnya
sudah keropos bekas longsor 

Sesampai
di bengkolan dengan jalan mulai menyempit 

Jurangnya
kelihatan dalam 

Nyaliku
ciut, kakiku lemas 

Kami
hentikan perjalanan dan kembali ke simpang Malalak 

   

“
Kita ke Lubuk Basung menemui adik bungsuku” kata suamiku 

Di
Matur kami bertemu rombongan IKM Bengkulu 

Yang
hendak ke Lubuk Basung juga 

Mereka
adalah sobat suamiku 

Kami
beriringan dengan mereka 

   

Dari
Embun Pagi terlihat 

Betapa
indahnya danau Maninjau 

Sudah
lama sekali aku tak kesana 

Ketika
sambil berjalan  

Mata
dilayangkan ke sebelah kiri 

Terlihat
bukit-bukit yang mengelilingi danau Maninjau 

Terkoyak-koyak
dengan warna coklat hijau 

Disuatu
lokasi warna coklat agak lebar dari yag lain 

Mulai
tampak dari puncak hingga masuk danau 

Tak
henti-henti mataku memandang kesana 

   

Suamiku
tidak belok kiri, tapi belok kanan 

Mengikuti
rombongan IKM meniju Lubuk Basung 

Sesampai
di Lubuk Basung 

Kami
tak ikut ke kantor Bupati Agam 

   

Ketika
sudah bertemu dangan adik suamiku 

Kami
putuskan untuk menginap disana 

Besoknya
suamiku memilih jalan ke Pariaman 

“
Biarlah jauh dari pada mendaki dengan liku-liku yang tajam “ 

Kami
saksikan reruntuhan rumah di beberapa lokasi 

Di
Pariaman kami mampir ke rumah ajo Suardi 

Salah
seorang rombongan IKM Bengkulu  

Yang
sedang menghantarkan sumbangan ke wali kota Pariaman 

Kami
berjanji bertemu di Sijunjung dan pulang bareng 

   

Dari
Pariaman kami meliwati jalan meuju Sicincin 

Banyak
sekali rumah yang rusak di sepanjang jalan tersebut 

Anak-anak
kecil di bawah umur 

Menyorongkan
kotak indomi memohon bantuan 

Pemandangan
yang membikin tak enak hati 

Lepas
dari Kayu Tanam 

Terbebaslah
kami dari pengaruh gempa 

Kami
bisa dengan leluasa ke Payakumbuh 

Ke
Sungai Tanang ke Bukittinggi dan 

Kembali
Ke Bengkulu 

   

Alhamdulillah
tadi malam 

Kami
telah selamat sampai di Bengkulu  

   

Catatan
ini menjadi tak berarti 

Dibanding
catatan para relawan yang terjun ke lapangan 

Aku
bisa merasakan 

Betapa
bahagianya para relawan  

Yang
bisa membantu sesama 

Mengurangi
penderitaan para korban gempa 

   

Ya
Allah Yang Maha Pengasih 

Berilah
rejeki yang banyak kepada donatur 

Berilah
kekuatan lahir dan batin kepada relawan 

Berilah
imbalan yang tepat untuk mereka 

Beri
juga kekuatan agar para korban dempa 

Bisa
kembali bangkit 

Menjadi
lebih baik dari sebelumnya 

Amin
Ya Rabbal Alamin 

   

   

Bengkulu,
12 Oktober 2009 

   

   

Hanifah
Damanhuri 




     












      
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
===========================================================
Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] 
Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke