Sanak Rahyussalim dan para sanak sapalanta,

Salam hormat saya untuk Sanak dan para dokter lain. Mengenai koordinasi, saya 
masih mencoba mencari informasi apakah Badan Penanggulangan Bencana Daerah 
Sumatera Barat sudar terbentuk atau belum. 

Buku 'Rencana Penanggulangan Bencana Provinsi Sumatera Barat 2008-2012' sudah 
saya baca, berkat info dari Sanak Riri.

Besok hari Senin tanggal 19 Oktober jam 12.00 saya akan menemui Kepala Badan 
Nasional Penanggulangan Bencana, di Jl Ir Juanda 36, Harmoni, Jakarta Pusat. 
Jika Sanak ada waktu, saya ajak bersama untuk menemui tokoh penting ini untuk 
meminta masukan mengenai bagaimana prosedur keikutsertaan masyarakat perantau 
dalam penanggulangan bencana di daerah.

Wassalam,
Saafroedin Bahar(Laki-laki, masuk 73 th, Jakarta) 



--- On Sun, 10/18/09, rahyussalim <[email protected]> wrote:

> From: rahyussalim <[email protected]>
> Subject: [...@ntau-net] koordinasi penanganan korban itu sangat penting...
> To: [email protected]
> Date: Sunday, October 18, 2009, 9:33 AM
> 
> 
> 
>  
>  
> 
> 
> 
> 
> 
> 
>  
> 
> 
> 
> Begitu aku menutup telpon dari salah
> seorang teman yang
> mengatakan terjadi gempa besar di Padang serta merta aku
> menelepon salah
> seorang teman yang kebetulan bertugas di PPK Depkes. Saya
> langsung menyatakan
> kesiapan saya untuk diberangkatkan ke Padang menolong
> korban gempa. Lantas saya
> bertanya pada diri sendiri bentuk bantuan apa yang bisa
> saya berikan?? Saya
> mengidentifikasi diri sebagai seorang ahli bedah tulang dan
> memiliki kekhususan
> di bidang tulang belakang. Langsung saya putuskan untuk
> mempersiapkan diri
> menolong korban yang cedera di tulang belakang karena saya
> meyakini bahwa tidak
> banyak ahli bedah tulang yang berani melakukan operasi
> tulang belakang. Sangat
> sayang bila kemampuan khusus ini tidak saya gunakan untuk
> menolong korban
> tulang belakang. Singkat memang… saya kemudian
> menelpon teman2 di RSCM,
> di Depkes, dan beberapa teman yang aktif di LSM yang biasa
> memberikan bantuan
> medis gawat dan darurat bencana. Dalam otak saya hanya satu
> focus dalam
> menangani korban khusus di tulang belakang, korban lain
> adalah bagian teman
> saya. Lalu persiapan untuk penanganan ini saya persiapkan
> dengan matang sambil
> sesekali mencoba berkoordinasi dengan teman2 di padang yang
> sangat sulit
> dihubungi.  
> 
>    
> 
> Malam  Kami itu keluar lah dua
> keputusan untuk saya dan
> beberapa teman di orthopaedi FKUI/RSCM untuk berangkat
> paginya dengan Hercules
> (walaupun akhirnya berangkat dengan Batavia air) sebagai
> utusan RSCM/FKUI dan
> PPK Depkes. Pemberangkatan tim yang beranggotakan 12 orang
> dokter spesialis
> bedah dan anestesi serta 8 perawat bedah dan anestesi
> ini  lengkap dengan
> peralatan gawat darurat akhirnya sampai pukul 17.00 sore
> hari Kamis. Suatu
> perjalanan yang melelahkan mental untuk suatu
> pemberangkatan Jakarta padang.  
> 
>    
> 
> Sore yang sudah mulai redup tanpa
> lampu listrik memberikan kesan
> hiba pada diriku yang ketek sampai remaja di kota tercinta
> ini. Di sepanjang
> perjalanan dari Bandara Internasional Minangkabau menuju
> RSUP M Jamil Padang
> yang melewati jalan Padang Bukittingi, Khatib Sulaiman,
> Rasuna Said lalu Jalan
> Jati menambah kesan duka dalam hati ditambah deretan
> bangunan yang teleang,
> runtuh, tasungkua, dan kota yang terkesan muram dan kelam.
> Berbeda memang
> ketika 2 minggu sebelumnya saya pulang kampuang dengan anak
> dan bini mancaliak
> rang gaek nan alah tuo, kota ini terkesan menebar senyum
> dengan wajah temaram
> terang ketika senja datang ditingkah suara azan maghrib
> yang jelas berkumandang
> diiringi suara belibis pulang kandang. Kampuang ranah bundo
> nan mahibo… 
> 
>    
> 
> Sore menjelang maghrib tim kami sampai
> di RSUP M Jamil
> Padang yang dulunya megah sekarang luluh lantak kayak kapal
> pecah. Suatu hal
> yang mengagetkan saya bahwa salah sebuah gedung RSUP M
> Jamil yang dulunya
> katanya mampu bertahan pada gempa 9 koma sekian SR juga
> luluh lantak dengan
> gempa skala 7.6 SR, dan salah seorang berbisik ke
> saya 
> “…barangkali gempa yang sekarang diatas 9
> SR… buktinya gedung
> itu runtuh….” Yang saya jawab hanya dengan
> sebuah anggukan bodoh.. 
> 
>    
> 
> 20 orang anggota tim lalu kemudian
> merapikan barang dan
> kemudian melakukan koordinasi dengan “penguasa”
> bencana agar kami
> bisa disuruh2 sesuai dengan kualifikasi kami yang terdiri
> dari dokter spesialis
> bedah dan perawat bedah yang mampu mengoperasikan 4 kamar
> operasi secara
> bersamaan. Saya dan pimpinan rombongan  yang kebetulan
> juga urang awak
> lalu kemudian menemui beberapa petinggi dan berkoordinasi
> hingga larut malam
> pukul 23.00 kami tidak mendapatkan suatu kepastian
> pemanfaatan pekerjaan yang
> sesuai dengan kualifikasi kami. Sementara kami mendapat
> berita bahwa korban
> sangat banyak. Pada saat itu kami sudah mendapatkan data
> bahwa di RS M Jamil
> sudah terdapat 150 korban gempa yang tergeletak cedera di
> tenda2.  Dengan
> berbagai kondisi dan penanganan seadanya di tenda darurat.
>  
> 
> Melihat situasi pelayanan penderita
> spt itu kami memutuskan
> untuk malam ini bertahan di RSUP M Jamil, sebagai tenaga
> cadangan dan sambil
> mencari alternative mendirikan RS Lapangan, atau mencari
> rumah sakit yang layak
> digunakan, atau bangunan yang layak digunakan untuk
> melakukan pelayanan.
> Setelah bergerilya semalaman, dan telpon sana telpon sini
> akhirnya kami
> memutuskan untuk bergabung dan memanfaatkan RSI  Siti
> Rahmah untuk
> melakukan pelayanan korban gempa. 
> 
>    
> 
> Keputusan yang “berani”
> ini sesungguhnya sedikit
> mengundang controversial di kalangan dokter setempat, namun
> akhirnya dapat kami
> yakinkan bahwa rsi siti rahmah adalah paling layak sebagai
> tempat pelayanan
> korban dengan operasi definitive dengan risiko tinggi,
> perlu keakuratan dan
> pasca operasi yang perlu perawatan intensif. 
> 
>    
> 
> Mulai hari jumat itu kami langsung
> mensosialisasikan bahwa
> rsi siti rahmah siap dengan pelayanan sekunder untuk korban
> dengan tingkat
> kesulitan operasi yang berat atau operasi dengan risiko
> tinggi. Di RS ini kami
> mulai melakukan assessment pasien yang ada di rs tersebut
> yang berjumlah 20
> orang dan kemudian berekspansi ke rsup m jamil dan ke rsud
> pariaman. Siap
> dengan beberapa ambulans sebagai alat trasportasi dari
> pelayanan primer ke rsi siti
> rahmah.  
> 
>    
> 
> Sangat kami sayangkan ternyata system
> yang kami buat tidak
> mendapat dukungan dari beberapa petinggi di Padang dan di
> Pariaman sehingga pelayanan
> di rs ini tidak optimal. Hingga 2 minggu pasca gempa korban
> berkategori berat
> yang kami operasi masih dibawah harapan kami (tim kami
> hanya memiliki 9 kasus
> tulang belakang (7 dioperasi, 1 di gips, 1 lagi menolak
> dilakukan tindakan), 2
> kasus cedera kepala dengan subdrual hematoma (dua duanya
> dilakukan operasi),
> selain puluhan kasus berkategori cedera orthopaedi umum
> seperti patah tulang
> paha, patah tulang betis, kaki, lengan bawah, lengan atas
> dan tangan. 
> 
>    
> 
> Hingga saat ini sesungguhnya bagi
> korban gempa dengan cedera
> tulang belakang saya masih menyiapkan diri untuk datang
> kepadang melakukan
> operasi di rsi siti rahmah… 
> 
>    
> 
> Demikian sedikit catatan saya selama
> bekerja menangani kasus
> korban gempa di Padang (tepatnya di rsi siti rahmah). 
> 
>    
> 
> Rahyussalim (terima kasih atas bantuan
> semua pihak sehingga
> akhirnya tim rscm dapat bekerja di rsi siti rahmah) 
> 
>   
> 
>    
> 
>    
> 
>    
> 
>    
> 
>    
> 
>    
> 
>   
> 
> 
> 
> 
> 
> > 
>  
> 
> 
> 
> 
> 


--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
===========================================================
Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] 
Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke