Iyo, iyo.... Sanak Zulidamel. Wassalam, Saafroedin Bahar(Laki-laki, masuk 73 th, Jakarta)
--- On Sun, 10/18/09, zulidamel <[email protected]> wrote: > From: zulidamel <[email protected]> > Subject: [...@ntau-net] Re: koordinasi penanganan korban itu sangat > penting... > To: [email protected] > Date: Sunday, October 18, 2009, 8:43 PM > > > > > > > > Sanak Nof , pak Sjaaf > sarato dusanak di > palanta, > Saya secara pribadi kurang > memahami kinerja > GF. Saya mengikuti sosialisasi beliau melalui TV dengan > kesimpulan Sumbar > sangat siap dalam penanggulangan bencana. Waktu itu > saya yakin dan setelah > baca buku nya juga bagus sekali, faktanya tidak lama > bencana itu datang. > Penangananya ternyata sangat mengecewakan banyak pihak > namun GF masih > ngotot bahwa Pemda telah melakukannya dengan baik. > Selanjutnya ada lagi > penyataan pemda dapat mengatasi bencana secara > penuh sehingga terkesan > apa yang dilakukan relawan tidak berarti sama sekali bahkan > ada yang merasa > diusir.. Saya sangat heran. GF yang terlihat santun > namun dalan hal ini > saya dan mungkin juga banyak yang lain akan bilang GF > angkuh.. Saya > pikir bila seandainya saja para korban yang > berada > dalam keurangan bahan makanan dan derita yang > sangat dalam > mendengarkan penyataan ini, mereka akan marah > besar. > > Dampak bencana akan lebih > besar dari kerugian fisik > yang disebabkan oleh bencana itu sendiri. Daerah sekitar > yang tidak kena bencana > secara fisik juga akan merasakan dampaknya. Mereka > yang sehari-hari bekerja di daerah > bencana terancan kehilangan > mata pencahariannya. Penduduk sekitar yang selama ini > pemasok kebutuhan > masyarakat di daerah bencana juga akan mengalami > dampaknya. Dan tidak > mudah untuk mengembalikan itu. Mereka akan mengalami stress > dan berbagai macam > trauma dari apa yang dialaminya. Kaluapun benar Pemda > telah menyediakan > dana sebesar 12 T dengan perkiraan kerugian fisik 12 T, itu > belum dapat > menyelesaikan masalah. Contoh bodoh saya saja. Seorang > yang dirampok dengan > nilai kerugian 1 juta lalu ada yang bersedia mengganti > kerugian tersebut > senilai yang sama, tidak bisa dikatakan > permasalahannya selesai. Korban > masih akan merasakan dampak traumatis yang tidak mudah > untuk menghilangkannya > sekalipun kerugian secara fisik telah di > ganti. > > Dibandingkan dengan Jogya > yang telah mulai bangkit > bahkan ada yang sudah berkata " Kalau tidak ada gempa > rumah kita tidak akan > sebagus ini !.. artinya sebagian mereka telah merasa > beruntung dan terlepas dari > trauma bencana" namun Sri Sultan masih saja mengajak > semua lapisan baik warganya > maupun pihak lain untuk bersama-sama membangun kembali > daerahnya. Yang saya > heran GF sendiri kan juga sipadang kelahiran Jogya > sedikitnya pasti akan > mewarisi santunya Sri sultan dari daerah kelahirannya.. > Tapi ternyata santunya > GF bercampur angkuh. Isi sangat disayangkan. Setahu saya > Obama saja sebagai > presiden negara maju dan kaya dengan pendapatan perkapita > tinggi masih mengajak > pihak lain berinvestasi di negaranya dan berkata pada > rakyatnya bahwa tidak > semua dapat dilakukan oleh pemerintah. Tapi kita... > sudah miskin Sombong. > Sama lho saya juga.... he... he... he... > > Itu kan hanya penilaian > saya tapi nyatanya > penilaian SBY lain. Buktinya dia dipanggil ke cikeas > mungkin ada kesamaan > santunya. Biarkan sajalah yang jelas masalah ini adalah > masalah kita semua' > Ya... kita lakukan apa yang kita bisa. > > Wassalam, > Zulidamel st.Malin Maradjo > lk 46 Jkt > > > > > ----- Original Message > ----- > From: "Dr.Saafroedin > BAHAR" <[email protected]> > To: <[email protected]> > Cc: "Letjen Pur Kiki > SYAHNAKRI" <[email protected]> > Sent: Sunday, October 18, > 2009 6:43 PM > Subject: [...@ntau-net] Re: > koordinasi penanganan > korban itu sangat penting... > > > Pak Nof, > > Berkat info bung Riri, saya sudah mulai banyak membaca > bahan tentang bencana ini.[Secara kebetulan, dahulu saya > adalah ketua tim kecil > Komnas HAM untuk memberikan masukan kepada Pansus DPR RI > yang menyusun RUU > Penanggulangan Bencana ini.] Satu hal adalah jelas bahwa > masalah penanggulangan > bencana bukanlah hanya berkisar sekitar tersedianya dana > saja. Cakupannya > demikian luas, bersifat lintas sektoral, dan harus > melibatkan peran-serta > masyarakat. > > Syukurnya, Provinsi Sumatera Barat sudah mempunyai > "Rencana Penanggulangan Bencana Provinsi Sumatera > Barat, 2008 - 2012" dan > Peraturan Daerah Nomor 5 Tahun 2007 Tentang Penanggulangan > Bencana. Dengan kata > lain, 'software'-nya sudah yahud, tinggal > melaksanakannya secara koheren dan > konsisten. > > Hanya, oleh karena seluruh perangkat lunaknya tersebut > masih > baru, saya rasa perangkat-- serta personil yang > diangkat dalam Badan > Daerah Penanggulangan Bencana (BDPB) -- belum seluruhnya > mahir dan piawai dalam > tugasnya. Apalagi pernah diberitakan bahwa para kepala > daerah belum pernah > mendapat pelatihan mengenai manajemen kebencanaan, padahal > beliau-beliau lah > yang bertanggung jawab > > Sehubungan dengan itu, saya teringat bahwa salah > satu tugas TNI adalah menangani bencana ini ("military > operations other than > war"). Saya mendapat khabar dari senior saya, Letjen > Pur Kiki Syahnakri, mantan > Wakasad,sekarang ketua Balitbang PPAD, bahwa TNI pernah > mengadakan latihan posko > 'crisis center', yang juga mencakup latihan > penanggulangan bencana. > > Saya > telah menyarankan kepada Jenderal Kiki Syahnakri agar TNI > menawarkan pelatihan > manajemen penaggulangan bencana ini kepada seluruh jajaran > BNPB/BDPB di > Indonesia. Saya memang khawatir bahwa tanpa kemampuan > manajemen penanggulangan > bencana ini, akan terjadi inefektifitas dan inefisiensi, > yang seluruhnya itu > akan merugikan para korban bencana. > > Kalau tak ada halangan, besok Senin > tanggal 19 Oktober jam 12.00 bersama dengan Dr > Rahyussalim dan pak > Muchlis Hamid, saya akan menemui Kepala BNPB di Jl Juanda > 36, Harmoni, Jakarta, > untuk meminta masukan lebih lanjut serta untuk memberikan > urun-remrub a la > kadarnya. > > Wassalam, > Saafroedin Bahar(Laki-laki, masuk 73 th, Jakarta) > > > --- On Sun, 10/18/09, Y. Napilus <[email protected]> > wrote: > > > From: Y. Napilus <[email protected]> > > > Subject: [...@ntau-net] Re: koordinasi penanganan korban itu > sangat > penting... > > To: [email protected] > > Date: Sunday, October 18, 2009, 6:14 PM > > Pak Saaf, > > > > > Nan alah tajawab nampaknyo Sumbar alah siapkan dana > Rp.12 > > > triliun dan Sumbar akan mandiri tidak perlu bantuan dari > lua. Apo iyo sarupo > itu...? Apakah bantuan itu cuman pitih sajo...? Baa > bantuan > > psikologis, > pemulihan trauma, asistensi, bantuan teknis, > > dll. Apakah akan langsuang > salasai jiko sadonyo kadibayia jo > > 12T iko...? Apakah ini tidak akan > membuat orang lain yg > > tadinya ingin membantu jadi surut untuk masuk ke > Sumbar..? > > Mohon pencerahannyo Pak Saaf dan Dunsanak nan lain...? > > Krn > > ambo indak mandanga di TV atau baco di koran. Cuma > dapek > > > info di milis dan Facebook sajao. Krn ambo banyak > ditanyoan > > pulo dek > kawan-kawan non-Sumbar, baa mangko kalua pernyataan > > sarupo itu dr > Sumbar...? Tarimo kasih... > > > > Salam, > > > Nofrins > > > > > > > > --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ . Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama =========================================================== Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
