Assalamualaikum w.w. para sanak sa palanta,

Walaupun mungkin kurang lengkap karena saya buat terburu-buru, saya sampaikan 
di bawah ini beberapa catatan sinkat mengenai wacana dalam pertenuan dengan 
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) di Jalan Juanda 36, Jakarta.

Semoga bermanfaat.

Wassalam,
Saafroedin Bahar(Laki-laki, masuk 73 th, Jakarta) 

1.      Pengantar
a.      Pertemuan berlangsung di lantai 4 gedung BNPB, Jalan Juanda 36, 
Jakarta, bermula dari jam 12.30 sampai 14.15 WIB. 
b.      Dari BNPB hadir Bp. Dr. Syamsul Maarif, M.Si, Kepala BNPB (purnawirawan 
mayor jenderal TNI, doktor sosiologi militer, mantan dubes RI di Peking, punya 
besan urang awak, teman seangkatan SBY, 1973); dan bung Tabrani, SH (Direktur 
Utama Pusat Bantuan Kemanusiaan Negara-negara Asean, BNPB). 
c.      Dari fihak kita hadir Dr Rahyussalim beserta dua rekan dokter bedah 
tulang lainnya; Bp Muchlis Hamid dari Solok Saiyo Sakato (S3), bung Arief 
Rangkayo Mulia dari Bukittinggi TV; dan saya sendiri sebagai Ketua Dewan 
Penasehat Gebu Minang.
d.      Setelah pertemuan dimulai dan Kepala BNPB mempersilakan saya untuk 
menyampaikan maksud, saya mulai dengan memperkenalkan rombongan dan 
menyampaikan maksud saya sendiri untuk memperoleh masukan tentang: pembentukan 
Badan Penanggulangan Bencana Daerah di Sumatera Barat, masalah pelatihan untuk 
personil BPBD, dan pemanfaatan potensi TNI dalam penanggulangan bencana. Selain 
itu saya juga menyampaikan pertanyaan titipan dari bung Riri, yaitu masalah 
teknis dukungan keuangan dalam suasa darurat tersebut. Saya selanjutnya 
mempersilahkan rombongan Dr Rahyussalim, pak Muchlis Hamid serta bung Arif 
Rangkayo Mulie untuk mengajukan pertanyaannya sendiri-sendiri.
e.      Catatan singkat di bawah ini khusus mengenai bidang manajemen bencana 
yang menjadi perhatian saya, serta jawaban dan masukan dari Kepala BNPB yang 
saya anggap penting bagi warga RN.
2.      Pokok-pokok Wacana dengan Kepala BNPB.
a.      Umum.
1)      Secara umum disampaikan oleh Kepala BNPB bahwa kemampuan daerah 
Sumatera Barat dalam tanggap darurat adalah baik dan dapat menjadi etalase bagi 
seluruh Indonesia, oleh karena pada dasarnya masyarakat mempunyai sikap 
kemandirian yang tinggi, tidak menunggu petunjuk, dan  langsung mengambil 
prakarsa untuk mengatasi masalah yang dihadapi, termasuk dengan memperbaiki 
sendiri rumah-rumah mereka yang rusak. 
2)      Memang bahwa dalam satu dua hari pertama para petugas banyak yang tidak 
berada di pos, oleh karena mereka mencari dan menyelamatkan keluarganya 
masing-masing. Pada hari ketiga seluruh instani pemerintah sudah mulai 
berfungsi.
3)      Diakui bahwa distribusi ke nagar-nagari ada yang mengalami hambatan dan 
keterbatasan, oleh karena sulitnya transport dan komunikasi.
4)      Oleh karena penduduk masih tetap bertahan di perumahannya, maka secara 
teknis tidak ada pengungsi (refugee) di Sumatera Barat.
5)      Dalam tanggap darurat ini tidak ada orang meninggal setelah 
diselamatkan, yang berarti bahwa tenaga kesehatan bekerja dengan baik.
6)      Bersamaan dengan itu Kepala BNPB menengarai timbulnya perbuatan yang 
tidak terpuji, yang dilakukan oleh penduduk setempat sendiri, yang bisa merusak 
mental orang Minang di masa dating, khususnya : a)  menyuruh ibu-ibu dan 
anak-anak untuk meminta-minta di pinggir jalan; b)  membeli bensin dalam jerry 
can pada saat kesulitan bensin, untuk kemudian dijual lagi di tempat lain 
dengan harga Rp 70.000 se litar; 3) mereka yang sesungguhnya tidak berhak dan 
tidak membutuhkan bantuan, malah juga ikut-ikutan meminta bantuan. Jika hal ini 
dibiarkan maka satu generasi Minang akan ‘jebol’.
7)      Untuk masa datang, disarankan agar kearifan lokal dalam menghadapi 
bencana dihidupkan kembali, antara lain dengan membuat lumbung-lumbung pangan 
yang selama ini ada di depan rumah-rumah adat.
b.      Rumus Umum Penanggulan Bencana.
1)      Dewasa ini sudah ada semacam rumus umum penanggulang bencana, yang 
bunyinya seperti berikut: Hazards x Vulnerability = Disaster.
a)      Hazards – risiko terjadinya bencana, umumnya berada di luar kendali 
manusia
b)      Vulnerability – kerentanan, dalam bentuk ketidaksiapan, kesalahan, 
kelalaian, dan hal-hal yang seperti itu, sepenuhnya berada dalam penendalian 
manusia.
c)      Disaster = bencana yang menyebabkan jatuhnya korban nyawa atau harta 
benda.
2)      Hikmah dari rumus umum ini adalah: satu-satunya cara untuk mengurangi 
jatihnya korban nyawa dan harta benda bila terjadi bencana aalah dengan 
mengurangi kerentanan dan meningkatkan kesiapan dan kesiagaan [ disaster 
risk-reduction].
c.      Badan Penanggulangan Bencana Daerah
1)      Badan Penanggulangan Bencana Daerah Sumatera Barat belum terbentuk. 
Ditengarai hambatannya terletak pada dewan-dewan perwakilan rakyat daerah yang 
berkeberatan mengalokasikan anggaran daerah untuk keperluan penanggulangan 
bencana ini.
2)      Dalam pengisian personil BPBD nanti sangat diharapkan agar jangan 
menempatkan ‘orang buangan’ [ orang-orang yang tidak terpakai lagi di 
instansinya amsing-masing ? SB]
3)      Oleh karena pembentukan BPBD ini termasuk wewenang pemerintah daerah, 
maka tidak banyak yang dapat dilakukan oleh BNPD. Untuk mengatasinya, Kepala 
BNPB berpendapat bahwa d masa datang masalah penanggulangan bencana perlu 
dimasukkan sebagai fungsi pemerintah pusat, bersisian dengan fungsi-fungsi 
pemerintah pusat lainnya seperti pertahanan, luar negeri, fiscal dan moneter, 
kehakiman, agama. Sudah barang tentu hal ini memerlukan dasar hukum, yang 
berada di luar kewenangan Kepala BNPB.
d.       Pengakhiran Tahap Tanggap Darurat, dan Mulainya Tahap Rekonstruksi.
1)      Sesuai dengan rencana, tahap tanggap darurat  akan diakhiri tanggal 30 
Oktober 2009 yang akan dating.
2)      Setelah selesai tanggap darurat, akan dimulai tahap rekonstruksi. 
Diharapkan tahap rekonstruksi selesai tanggal 16 November 2009, sesuai dengan 
peraturan tentang pengelolaan anggaran negara. Sulit untuk mengadakan program 
multi years.
3)      Dalam tahap rekonstruksi, Pemerintah akan memberikan bantuan/stimulus, 
yang harus dipertanggungjawabkan secara ketat. Perlu dicegah adanya korupsi dan 
manipulasi yang sering terjadi di mana-mana.
4)      Kepada Kepala BNPB saya menyampaikan saran agar penyaluran bantuan 
dalam tahap rekonstruksi juga dapat disalurkan melalui nagari dan para datuk 
penghulu suku, Kepala BNPB setuju. Hal ini berarti para pemangku adat perlu 
mengadakan konsolidasi ke dalam sukunya masing-masing.
5)      Agar seluruh bantuan yang diberikan dapat dipertanggungjawabkan, dan 
untuk mencegah terjadinya manipulasi, diharapkan seluruh bantuan yang 
disampaikan langsung ke masyarakat juga diinformasikan kepada BNPB. Jangan 
sampai memberikan bantuan tanpa meminta pertanggungjawaban, karena hal itu 
berarti membuka peluang untuk korupsi.
e.      Pelatihan Manajemen Bencana.
1)      Di BNPB tersedia berbagai program pelatihan bencana, yang dapat diikuti 
oleh para relawan. Program ini akan dilanjutkan pada tahun 2010 yang akan 
dating.
2)      Di Universitas Gadjah Mada Yogyakarta akan dibuka program studi S 2 
Manajemen Penanggulangan Bencana Terpadu, Program sejenis juga disediakan oleh 
Universitas Pertahanan di Jakarta.
f.      Pemanfaatan Potensi TNI untuk Penanggulangan Bencana.
1)      TNI mempunyai kemampuan dalam penanggulangan bencana, khususnya dalam 
leadership, logistik, evakuasi, pengelolaan posko sebagai sarana kendali.
2)      Pemanfaatan potensi TNI tetap perlu dilakukan secara terpadu dengan 
instansi pemerintah serta dengan masyarakat.
g.      Pengelolaan Keuangan
1)      Kepala BNPB mengakui betapa sulitnya pengelolaan keuangan untuk 
penanggulangan bencana ini, oleh karena seluruh prosedur yang dipergunakan 
masih merujuk pada pengelolaan keuangan dalam keadaan biasa. Walaupun sudah 
dianggarkan, namun pengucurannya harus melalui persetujuan DPR RI, yang belum 
tentu bisa bersidang dengan cepat.
2)      Kepala BNPB menyadari perlu ada peraturan perundang-undangan yang 
mengatur pengelolaan keuangan pada saat darurat ini [Dalam hal ini ada peluang 
bagi  Bung Riri untuk menyusun naskah akademik dan rancangan undang-undang 
pengelolaan keuangan dalam keadaan darurat tersebut, berdasar UU Nomor 10 Tahun 
2004 Tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan.}
h.      Rencana ke Depan
1)      Mengingat bahwa ancaman bencana masih akan dihadapi daerah Sumatera 
Barat, BNPB akan membangun gudang-gudang logistik di lokasi yang aman, sehingga 
bila terjadi lagi, BNPB akan lebih siap.
2)      Sumatera Barat perlu menyusun rencana konkrit untuk menghadapi potensi 
bencana selanjutnya yang timbul dari pergedekan lempeng-lempeng, yang jika 
terjadi tidak akan kurang dahsyatnya dari yang sedang dihadapi sekarang. 
i.      Focussed Group Discussion Penanggulangan Bencana untuk para Perantau.
1)      Kepala BNPB menyambut baik gagasan untuk mengadakan focused group 
discussion mengenai penanggulangan bencana dengan para perantau Minang.
3.      Kesimpulan
a.      Pertemuan dengan Kepala BNPB berlangsung efektif, baik dalam menerima 
penjelasan tentang apa yang telah dilakukan maupun tentang apa yang masih harus 
dilakukan selanjutnya.
b.      Komunikasi dan kerjasama dengan BNPB perlu digalang , didayagunakan, 
dan ditingkatkan.
c.      Kita perlu mengadakan focused group discussion mengenai menajemen 
kebencanaan ini.

Selesai.


--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
===========================================================
Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] 
Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke