Pak Sjaaf sarato dunsanak di palanta
Tampaknyo lah trend pulo respon pejabat nan diberi wewenang mempersalahkan 
otonomi daerah. Lah samo pulo jawaban BNPB pusat jo apo nan dikeluhkan GF 
salamo mamacik BA 1. Manuruik ambo untuak pengelolaan pemerintahan daerah 
dan anggaran belanja untuak pemerintahan daerah mungkin iyo, namun dalam 
ancaman keselamatan warga negara ruang lingkupnya jelas nasional seperti 
Tentara adalah TNI. Yang bertugas di Padang juga TNI tidak ada tentara 
sumbar atau tentara  Riau dll. Polisi juga POLRI. Untuk kemanusiaan termasuk 
pengendalian bencana juga harus begitu bahkan lebih luas, harus 
berkoordinasi secara internasional. Saya pikir masalah BNPB tidak dapat 
dihubungkan dengan otonomi daerah. Hanya hal ini tidak dapat dipaksakan 
dengan standar nasional karena kemampuan masing-masing daerah tidak sama.

Sangat terlihat aneh, nyata2nya kita masih mempertahankan NKRI, tetap ada 
dong yang merupakan otoritas dalam skala nasional. Tidak semua masalah 
menjadi otoritas daerah. Dalam hal bencana hati siapa yang tidak akan 
terketuk mengetahui saudaranya menderita. Orang lain saja dibantu dan 
sebaliknya orang lain juga bantu kita. Jawaban itu menurut saya adalah 
terlalu meng-ada2 untuk melemparkan tanggungjawab. Saya usul untuk pemegang 
jabatan dari pada selalu mencari-cari alasan untuk melemparkan tanggung 
jawab sebaiknya bilang saja tidak sanggup dan minta berhenti

Bila disebutkan DPRD keberatan menyediakan anggaran, buktinya GF bilang 
Pemda dapat mengatasi penaggulangan bencana gempa sumbar secara penuh dan 
diberitakan bahwa sudah tersedia dana sebesar 12T. Ini anggaran dari 
mana?... apa uang kantong GF sendiri, LSM atau NGO semua?... jadi mana yang 
dapat dipercaya pak....

Jika betul daerah sudah tidak mau lagi patuh pada pemerintah tingkat pusat 
artinya sudah memiliki otoritas penuh untuk apa lagi ada presiden, DPR dan 
lembaga negara lainnya. Namun menurut pendapat saya UU otonomi daerah 
tidaklah seperti itu.

Wassalam,
Zulidamel st.Malin Maradjo lk 46 Jkt

----- Original Message ----- 
From: "Dr.Saafroedin BAHAR" <[email protected]>
To: <[email protected]>
Sent: Tuesday, October 20, 2009 11:46 PM
Subject: [...@ntau-net] Re: BEBERAPA CATATAN SINGKAT TENTANG PERTEMUAN DENGAN 
KEPADA BADAN NASIONAL PENANGGULANGAN BENCANA (BNPB), JAKARTA, 19 OKTOBER 
2009.



Waalaikumsalam ww Sanak Fits Tanjuang,

BNPB bukan minta dilapori, tapi manyarankan supayo diagiah tahu, marupokan 
sakadar anjuran,supayo dalam pelaksanaannyo bisa BNPB ikuik mangawasi.

Baa mako baitu ? Karano alah nampak jaleh di lapangan bahaso bantuan dri ma 
ma tu alah bahoyok-hoyok, tapi indak jaleh sia nan manarimo, ado nan dapek 
banyak ado nan alun manarimo samo sakali.

Untuak Sumbar, saparati ambo tulih, alun tabantuak Badan Daerah 
Penanggulangan Bencana, karano pembentukannyao merupakan wewenang daerah, 
indak bisa diparentah dari Pusat. Soalnya DPRD kito di daearah-daerah 
bakabaratan manyadiokan dana dari APBD.

Itu makonyo bakalibuik ampok, karano dari Pusat dan dari Provinsi indak ado 
kakuasaan ka daerah tingkek duo. Hebat ndak tuh ?

Jadi kalau kacau, bukan karano BNPB, tapi karano pemda tingkek duo kito bana 
nan paralu labiah dirapikan manajemen kebencanaannyo, antaro lain paralu 
didorong supayo capek mambantuak BDPB dan manyadiokan anggaran nan mamadoi 
dalam APBD-nyo.

Baitu nan nampak dek ambo.


Wassalam,
Saafroedin Bahar(Laki-laki, masuk 73 th, Jakarta)



--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
===========================================================
Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] 
Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke