Israr Iskandar : Gamawan Belum Pantas jadi Menteri Musfi Yendra - Padang Today Gamawan FauziCikeas menjadi perhatian publik dalam tiga hari ini. SBY menjadikan rumah pribadinya itu sebagai tempat audisi calon menteri 2009-2014 mendatang.
Salah satu figur orang Minang, yang telah mengikuti audisi itu adalah Gamawan Fauzi (GF). Gubernur Sumbar ini disebut akan menjadi Mendagri dalam Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) II. Bahkan informasi terbaru yang kita dapatkan GF telah mengikuti tes kesehatan. Sebagian besar orang Minang tentu berharap GF masuk dalam kabinet. Namun tak begitu dengan, Arbi Sanit, pengamat politik Univeristas Indonesia (UI), Jakarta. Putra Pesisir Selatan ini menganggap GF tak akan mampu memikul tugas berat itu. Sebagaimana dilansir oleh www.okezone.com, Minggu, Arbi menyorot buruknya kepemimpinan GF. Ia menyorot betapa tak terujinya kepemimpinan GF dalam penyaluran bantuan pasca gempa, Rabu (30/9) lalu. Bantuan tak merata, sementara rakyat dalam kondisi membutuhkan. Arbi mengkritik, mengurus bencana saja GF tak beres apalagi mengurus negara dalam lingkup yang lebih besar. Pendapat Arbi, disetujui oleh Israr Iskandar. Pengamat politik Unand ini, juga meragukan kemampun GF, selain mengurus bencana yang tak selesai, hampir lima tahun ia menjadi gubernur tak melihatkan prestasi berarti. "Prestasi Gamawan itu hanya waktu ia jadi bupati. Ketika jadi gubernur tak terlihat prestasinya, "ungkap Israr yang juga junior GF di HMI itu, Selasa (19/10). Menurut Israr, prestasi GF dalam membangun komunikasi dengan kepala kabupaten/kota sering bermasalah. Tumpang tindih pembangunan atau program yang sama antar kabupaten/kota adalah ketidakberhasilan GF dalam membangun komunikasi politik dengan bupati/walikota. "Sekarang kabupaten/kota di Sumbar berlomba-lomba membuat waterboom, itu salah satu contoh kecil yang saya lihat, "kata Israr. Selain itu Israr juga menilai bahwa kedekatan dengan SBY lah yang memberi jalan ia dicalonkan menjadi menteri. Kedekatan itu diperkuat sejak GF didaulat membacakan endorsment deklarasi pasangan SBY-Boediono sebelum Pilpres digelar. "SBY hanya melihat keberhasilan Gamawan saat memimpin kabupaten Solok, sepertinya SBY tak terlalu menilai bagaimana ia saat menjadi gubernur, "ungkapnya. Menurut Israr lagi, SBY juga lebih melihat GF sebagai representasi dari entis Minangkabau. "Bagi saya tidaklah terlalu penting persoalan perwakilan etnis tapi bagaimana kemampuan kepemimpinan seseorang yang akan menjadi pejabat negara ini. Menurut saya Gamawan belum pas menjadi menteri, "tutupnya. (*) Sumber : http://padang-today.com/?today=news&id=10270 --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ . Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama =========================================================== Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
<<inline: thumb_gamawan.jpg>>
